|
YKIP, bekerjasama dengan Yayasan Annika Linden, membiayai setahun penuh proyek yang diselenggarakan oleh Yayasan Rama Sesana untuk Peningkatan Kesehatan Reproduksi Perempuan dan pemberdayaan perempuan pekerja pasar di Bali melalui pelayanan kesehatan dan informasi. Klinik kesehatan ini berlokasi di lantai 4 Pasar Badung, pasar tradisional terbesar di Bali. Klinik ini tidak mengenakan biaya ataupun mengenakan biaya yang sangat murah. Klinik ini telah melayani lebih dari4000 pedagang, ditambah dengan pembeli dan pengunjung diperkirakan YRS dapat meraih 6000 orang per tahun.
Klinik Yayasan Rama Sesana (YRS) berlokasi di Pasar Badung Denpasar yang dibuka secara resmi oleh I Gusti Ayu Bintang Dharmawati, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu untuk Pemberdayaan Perempuan Bali, pada tanggal 25 Agustus 2004, beberapa bulan setelah memberikan pelayanan, karena klinik YRS telah mulai beroperasi pada bulan Januari 2004. Memfokuskan pelayanan pada lingkungan sekitar klinik bagi para pedangan dan suami / teman hidup mereka serta para pembeli, karena itulah YRS telah memiliki basis pasien yang besar yang sangat mudah untuk di hubungi.
Ide awal dari Klinik ini, dimulai oleh dr. Luh Putu Upadisari, yang pada awalnya didukung oleh BIWA, kemudian didukung oleh donor utama dari YKIP/Bali dan Yayasan Annika Linden, serta dukungan tambahan dari pendanaan kecil serta dari donor pribadi dari berbagai kalangan. Klinik YRS telah melayani ribuan wanita berikut suami / pasangan hidup mereka sejak pertama kali berdiri. Klinik ini menyediakan pelayanan secara gratis atau murah untuk; pap smears, kontrasepsi KB, pemeriksaan kehamilan dan pemeriksaan balita, dan juga tes untuk STD serta HIV/AIDS selain itu klinik ini juga melayani pemeriksaan kesehatan umum, dan disertai dengan memberikan ceramah atau diskusi secara berkala mengenai kesehatan, dan juga terus menjangkau masyarakat umum secara lebih luas lagi.
Pada bulan Juni 2006 terdapat 3000 lebih kasus HIV positif yang tercatat di BALI saja. Perempuan khususnya sangat berisiko terhadap penyakit menular seksual mengingat perilaku seks beresiko tinggi yang dilakukan pria (berhubungan dengan pekerja seks, dll) dan perempuan akan menderita akibat yang lebih parah seperti kesuburan dan kesehatan yang terganggu. Hal terakhir ini disebabkan karena kelemahan biologis dan kurang tampaknya gejala awal penyakit menular seksual pada perempuan. Masalah kesehatan lain yang umum dialami perempuan di Bali mencakup kanker payudara dan rahim, infeksi sistem reproduksi, kekerasan rumah tangga dan kematian saat melahirkan.
Perempuan cenderung kurang memberikan prioritas pada kesehatan mereka dikarenakan mereka kurang menyisihkan waktu dan uang untuk kesehatan. Ditambah lagi, mereka tidak mendapat cukup informasi dibandingkan pria dan juga kurang berdaya melindungi diri sendiri. Sebagai akibat penurunan tingkat ekonomi yang cukup parah sejak bom pada bulan oktober 2002 dan bom 2005, dana kesehatan keluarga sangat terbatas, bahkan agak terlalaikan.
Perempuan yang bekerja di pasar sebagai pengangkut barang mendapatkan penghasilan harian dari berbagai sumber sebanyak 5.000 rupiah. Sedangkan, untuk penjual daging, mereka mendapatkan laba rata rata 30.000 rupiah setiap hari. Berdasarkan hal ini, diperkirakan penjual daging mampu membayar pengobatan mereka secara penuh sedangkan perempuan pengangkut dan perempuan dengan penghasilan rendah memerlukan bantuan dalam pembayaran biaya pengobatannya.
Berdasarkan pada latarbelakang di atas, proyek ini dirancang sebagai satu program kegiatan intervensi untuk memenuhi kebutuhan perempuan lemah secara umum di Bali. Tujuan umum dari proyek ini adalah:
- Mempercepat peningkatan kepedulian masyarakat di Bali untuk mencari informasi akurat dan penting yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi (termasuk penyakit menular seksual dan HIV/AIDS).
- Pemberdayaan perempuan pedagang di pasar, yang berperan penting dalam keluarga dan masyarakat dalam rangka penyebaran informasi mengenai kesehatan reproduksi (termasuk penyakit menular seksual dan HIV/AIDS).
- Meningkatkan kesehatan reproduksi di Bali termasuk pencegahan meluasnya penyakit menular seksual, yang diawali dengan perempuan pedagang serta pembeli di pasar Badung.
A. AKTIFITAS KLINIK
YRS menggalakkan kesehatan reproduksi, menganjurkan setiap pasien wanitanya untuk melakukan pemeriksaan pelvic yang memastikan adanya kanker rahim, penyakit menular seksual, dan atau infeksi alat reproduksi lainya.
Pemeriksaan Pap Smear disediakan untuk 50 pasien per-bulannya dan secara garis besar ada sekitar 2.5% menunjukan gejala kanker rahim (mereka telah direkomendasikan –dan di berikan bantuan keuangan jika diperlukan- untuk melakukan test lanjutan serta perawatan).
Penyakit menular seksual yang sering di temukan pada pemeriksaan di klinik antara lain:
- Gonorrhea (sekitar 6% dari yang telah ditest)
- Trichomoniasis (sekitar 4% dari yang telah ditest)
- Lebih dari 50% menunjukan gejala infeksi alat reproduksi yang tidak terdeteksi.
Infeksi yang di temukan sebagain besar bukan disebarkan secara seksual:
- Candidiasis (sekitar sepertiga dari pasien yang ditest)
- Bacterial vaginosis (sekitar sepertiga dari pasien yang ditest)
Pelayanan Keluarga Berencana (KB) juga tersedia di klinik ini. Yang mana disediakan konsultasi secara mendalam mengenai metode KB secara keseluruhan (termasuk cara penggunaan kondom). Metode KB yang disediakan oleh klinik anatara lain; KB suntik, Pill KB, spiral dan kondom. Pemeriksaan untuk KB spiral juga tersedia, namun tidak melayani pemasangan atau penggantian (untuk itu pasien akan direkomendasikan ke tempat lain). Pemeriksaan kehamilan juga dapat dilakukan di klinik ini.
Pelayanan kesehatan reproduksi lain yang disediakan oleh YRS, adalah pemeriksaan payudara (dimana pasien diajarkan metode SADARI, pemeriksa payudara sendiri untuk mengetahui gejala awal kanker payudara) dan pemeriksaan kehamilan (Termasuk perencanaan kelahiran yang aman). Konseling, memberikan informasi dan dukungan pelayanan, meliputi bidang HIV/AIDS, narkoba, kehamilan yang tidak diinginkan, kekerasan dalam rumah tangga.
Selain memberikan pelayanan kesehatan reproduksi, banyak pasien dengan gangguan kesehatan lain juga dibantu seperti infeksi saluran pernafasan, masalah saluran gastrointestinal, kasus penyakit kulit dan kuku, penyakit otot dan sendi, penyakit jantung dan kelainan pembuluh darah, penyakit telinga hidung dan tenggorokan, anemia, kecapaian, kekurangan gizi dan penyakit mata.
Sejak Januari 2005, klinik YRS buka satu malam setiap minggu untuk memberikan pelayanan bagi yang bekerja pada malam hari. Klinik yang biasanya berlokasi di lantai empat pasar badung dan selalu tutup pada malam hari. Namun kini telah disediakan program baru yang dimulai pada tahun 2005 yakni klinik pada malam hari. Untuk pelaksanaan kegiatan klinik pada malam hari ini, YRS bekerjasama dengan sebuah salon kecantikan kecil yang berada dilingkungan pasar yang terletak pada lantai bawah bangunan. Hal ini dirasakan sangat membantu dan menguntungkan kelompok sasaran pedagang dan pekerja pada malam hari disekitar Pasar Badung, karena selain sangat dekat (tidak capek) naik ke lantai 4 juga dapat mengurangi resiko masalah keamanan pasar bila dibandingkan dengan pelayanan di lantai 4. Pelayanan dilakukan mulai pukul 19.00 sampai dengan 21.00 wita setiap jumat. Mengingat pada jam tersebut kegiatan pasar di dalam bangunan pasar sudah tutup, dan kegiatan pasar hanya berada diluar Bangunan Pasar. Dari November 2005, YRS juga telah memberikan pelayanan imunisasi Tetanus Neonatorun.
YRS, sedang dalam proses mendirikan Klinik baru, yang tujuannya untuk meraih masyarakat menengah ke atas yang memiliki daya bayar kuat, yang mana dana ini dapat dipakai sebagai subsidi silang bagi para pasien dengan kemampuan membayar rendah di sekitar pasar Badung. Klinik ini beralamatkan di jalan Tukad Buaji 37A , Panjer, Denpasar, dan akan segera beroperasi untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi umum sekitar bulan Agustus ini.
B. KEGIATAN PENDIDIKAN
Disamping memberikan pelayanan kesehatan, YRS juga memberikan pendidikan secara khusus (untuk pasien khususnya dan masyarakat luas secara umum) untuk meningakatkan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan, yang pada nantinya akan memberikan pengaruh positif pada daya pikir masyarakat yang akan mendorong mereka untuk hidup sehat. Hal ini dilakukan melalui berbagai cara diantaranya komunikasi secara langsung, penyebaran informasi dan pendidikan.
YRS mengadakan diskusi bulanan yang terbuka bagi para penjual dan atau pembeli di pasar mengenai kesehatan secara umum dan mengenai masalah kesehatan reproduksi yang ingin diketahui oleh peserta. Diskusi ini biasanya dihadiri sekitar 30-50 orang. Setiap dua bulan sekali YRS menghadirkan narasumber ahli dari luar Yayasan sebagai pembicara. Pembicara terakhir yang dihadirkan pada tahun 2005 berasal dari departemen peternakan, dia menjelaskan mengenai Flu Burung. Di tahun 2006, topik yang didiskusikan meliputi; “Berbagai metode kontrasepsi dan efek sampingnya”, “Demam berdarah dan Pencegahannya” juga termasuk “HIV/AIDS serta Kesehatan Reproduksi".
Sebagai tambahan, diadakan juga diskusi secara langsung dengan beberapa kelompok pasien di ruang tunggu YRS yang dilakukan oleh petugas dari YRS. Selain itu klien yang datang ke klinik YRS juga diberikan informasi serta brosur serta ditawarkan apa mereka juga ingin berkonsultasi dengan petugas dari YRS.
Lebih lanjut , YRS melakukan kegiatan Penjangkauan (outreach) yang dilakukan oleh staff YRS melalui kerja dengan shift untuk menjangkau wilayah sekitar pasar Badung, menjangkau orang melalui tatap muka secara langsung untuk menginformasikan tentang kesehatan, membagikan brosur dan kondom, dan merujuk mereka untuk ke Klinik.
Untuk menguatkan dan mengembangkan program penjangkauan ini, YRS membentuk kelompok 10-15 orang dari pasar sendiri untuk ikut serta menyebarluaskan informasi dari mulut ke mulut untuk menjaring lebih banyak lagi klien, selain itu mereka juga turut menyebarkan informasi tentang pelayanan dan program yang dimiliki oleh YRS serta kondom. Setiap bulan YRS melakukan pertemuan untuk melatih kelompok ini.
Untuk membagikan kondom dan informasi melalui pamphlet secara gratis, YRS bekerja sama dengan DKT, Dance4Life, Departemen Kesehatan dan Yayasan Kerti Praja. Kondom-kondom ini dibagikan secara gratis.
Kegiatan Pendidikan dan peralatan Pap Smear yang merupakan salah satu kegiatan dari YRS didukung oleh World Population Foundation dari Belanda, dan berbagai donor lain baik dari group atau individu.
C. KUNJUNGAN KLIEN
 |
 |
Sepanjang tahun 2005, ada sekitar 5,017 pasien yang datang ke YRS (termasuk pasien lama dan yang baru), dengan rata-rata kunjungan 21 orang per harinya. Sebagian besar dari pasien yang berkunjung tidak dapat membayar pelayan dan pengobatan secara penuh. YRS biasanya hanya meminta membayar semampunya saja berkisar antara Rp 10,000 - 15,000 (dibawah $2 US) untuk menutupi biaya obat saja.
Jumlah pasien baru untuk tahun 2005 adalah 1,266 orang dan jumlah pasien lama adalah 3,751 orang, jadi jumlah total pasien yang berkunjung ke klinik untuk tahun 2005 adalah 5,017.
Pada tiga bulan pertama untuk tahun 2006, jumlah pasien yang berkunjung adalah 1,576 orang (rata-rata 23 orang per hari) pasien yang datang terdiri dari; 1,259 orang pasien lama. Dari jumlah tersebut , 151 mendapatkan pemeriksaan pap smears dan 246 orang mendapatkan test lab STD. Sedangkan sisanya datang untuk berkonsultasi mengenai pelayanan kontrasepsi dan kesehatan umum.
Sebagian besar dari pasien diatas dilayani pada jam kerja biasa, namun mulai bulan Januari 2005, pelayanan malam mingguan telah dibuka untuk umum (telah diadakan 50 kali), dan telah melayani secara keseluruhan 821 pasien ( rata-rata 16.4 per malam setiap sesinya) ; 17.8% dari pasien yang dilayani termasuk juga pelayanan Pap smear.
YRS telah melatih dan memberikan dukungan bagi suatu kelompok terdiri atas 10-15 pedagang atau pekerja pasar untuk sebagai konselor dalam peer educator program (yang rata-rata dapat menjangkau 12 perempuan per bulannya); mereka membantu dalam program penjangkauan dipasar dan mengikuti pertemuan bulanan untuk dilatih dan diberikan pengarahan. Selain dilakukan oleh kelompok ini program penjangkauan juga dilakukan sendiri oleh petugas YRS, dimana mereka turun ke pasar, berbicara secara langsung kepada perempuan mengenai kesehatan mereka. Jumlah keseluruhan perempuan yang telah dapat dijangkau untuk tiga bulan pertama di tahun 2006 adalah 401 orang.
422 brosur telah dibagikan kepada kelompok target untuk tiga bulan pertama ditahun 2006; 224 orang dari kelompok target tersebut telah datang ke klinik YRS. 747 kodom telah dibagikan pula secara gratis untuk tiga bulan pertama ini.
Untuk informasi lebih lanjut serta bukti dokumentasi dapat dilihat di www.yrsbali.org
TEAM YRS
Pendiri/direktur : dr. Luh Upadisari. Dr. Sari adalah dokter umum yang sudah berpengalaman selama tiga tahun dalam bidangnya dan juga sebagai pembantu peneliti untuk yayasan dan klinik yang secara khusus melayani pekerja seks (Yayasan Kerti Praja), ditambah lagi pengalaman tiga tahun sebagai pengelola proyek pengobatan dan pencegahan PMS dan HIV/AIDS yang didanai oleh AusAID. Selama ini, dia mengawasi sebuah studi kasus di Bali, Kupang dan Ujung Pandang. Beliau juga terlibat dalam kegiatan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan penyakit menular seksual/Infeksi saluran reproduksi di daerah-daerah di Bali. Beliau juga bekerja di berbagai rumah sakit, klinik, dan puskesmas dan menjalankan praktik pribadi di rumah.
Pendiri lain yang berperan sebagai penasehat yayasan adalah:
- Bapak D.P Wijaya, MA, pejabat yang berkecimpung lama di balai latihan BKKBN propinsi Bali. Beliau mempunyai pengalaman yang luas dalam bidang pelatihan bimbingan untuk staf lapangan BKKBN seluruh Bali. Beliau juga mempunyai gelar master dari Universitas Australia dengan spesialisasi demografi dan pengelolaan tekhnis keluarga berencana.
- Ibu Tari Adnyani, mantan direktur BKKBN kecamatan Buleleng dan Badung dan juga mantan sekretaris eksekutif PKBI (Persatuan Keluarga Berencana Indonesia) cabang Bali. Sekarang, beliau terlibat dalam penelitian AusAID mengenai kesehatan reproduksi orang dewasa.
Sukarelawan/kosultan : Jane. H. Patten, MPH. Ibu Patten telah terlibat dalam proyek ini mulai dari awal (Januari 2003), membantu dr. Sari dalam merancang dan melaksanakan segala aspek dari proyek seperti penggalian dana, penilaian awal, survei, konstruksi klinik, pelatihan staf, penulisan laporan, berhubungan dengan penyumbang dana, dan relasi lainnya). Ibu Patten mendapatkan gelar master dalam bidang Kesehatan masyarakat dari Universitas California di Berkeley pada tahun 1996 dimana pada tahun itu, dia mulai terlibat di berbagai proyek dan organisasi yang berhubungan dengan bidang tersebut. Dia juga terjun dalam proyek pelayanan dan penelitian mengenai kesehatan reproduksi perempuan, termasuk : Lembaga Kependudukan, Jakarta (1997-1998, 2002-2003), Proyek pengobatan dan pencegahan PMS dan HIV/AIDS (1998-1999), World Neighbors/SEA (2001-2002), Yayasan Penduduk Dunia/Belanda dan yayasan Pelita Ilmu Jakarta (2002-2003), Yayasan Ford, Jakarta (2001-2003), Yayasan MacArthur/Jakarta (2003)
Selain Dr. Sari , tim klinik YRS sekarang ini terdiri dari Dr. Surti, perawat/konselor/ petugas penjangkau; Kadek dan Ayu, analis lab Gung Joni, Admin dan petugas keuangan Desak, respsionis/ asisten data input Iluh, juga kurir dan office boy Darma (satu-satunya pegawai laki-laki!). Semua orang terlibat dalam program Penjangkauan dan pembagian materi kesehatan. |