Latar belakang program
Sejak program ini dimulai pada tahun 2003, kami telah memberikan bantuan kepada 132 anak yang terbagi atas 2 kelompok : kelompok pertama terdiri dari 52 anak dari 24 keluarga dimana salah satu orang tuanya meninggal dunia dan kelompok kedua terdiri dari 80 anak dari 52 keluarga, dimana salah satu orang tuanya mengalami luka berat (cacat tetap/seumur hidup).
Sejak bulan July 2004, kami masih melanjutkan bantuan kepada 60 anak yang terdiri dari 50 anak dari kelompok pertama (yatim/piatu) dan 10 anak dari kelompok kedua (terluka). Dua (2) anak dari kelompok pertama, Sarah dan Sabdar Samaki, yang ibunya meninggal pada saat bom Bali, telah berkumpul kembali dengan ayahnya, Mohammad Ibrahim Samaki pada bulan November 2003. Kini mereka tinggal di Australia dan telah dihapus dari program ini. Sedangkan tiga anak lainnya telah menamatkan pendidikan dari tingkat universitas dan sudah tidak menerima bantuan lagi.
Sedangkan tujuh puluh anak dari group kedua sudah tidak mendapat bantuan lagi dari program ini karena orang tua mereka telah kembali bekerja (mayoritas dari orang tua ini bekerja di Paddy’s Pub yang baru, salah satu dari dua tempat yang dibom pada saat bom Bali) dan mereka mampu untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka sendiri. Hal ini telah disetujui dari awal oleh orang tua dan YKIP - YKIDS.
Untuk tahun ajaran 2006 (yang berlangsung dari bulan Juli 2006-Juni 2007), kami masih memberikan bantuan kepada 57 anak. Saat ini (Januari – Juni 2007) pendataan keperluan sekolah sudah dilakukan dan akan dibayarkan secara langsung ke sekolah-sekolah untuk kelompok ini.
Bantuan pendidikan untuk korban bom Bali 2005
Sesudah terjadinya bom Bali 2005, YKIP (Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi) kembali membantu dengan menyediakan bantuan pendidikan untuk 27 anak Indonesia dari 18 keluarga dimana orang tuanya menjadi korban yang terjadi Jimbaran dan Kuta. Kecuali satu dari semuanya, mereka adalah anak-anak yang orang tuanya mengalami luka-luka, bukan meninggal dunia.
26 anak-anak tersebut terdiri dari 14 anak yang belum sekolah, 2 anak TK dan 9 anak SD serta satu anak SMP, telah menerima asuransi pendidikan dari YKIP dengan rata-rata Rp 5.250.000 dari Asuransi Pendidikan Allianz untuk membantu melanjutkan sekolah mereka. Anak perempuan dari (alm) I Wayan Sudika, yang meninggal pada saat ledakan akan dibantu sampai Sekolah Menengah Atas dan sampai Universitas jika dana memungkinkan. Sedangkan anak usia Universitas telah menerima beasiswa pendidikan sebesar Rp 5.000.000,-
Dibawah ini adalah total jumlah keluarga dan anak-anak yang dibantu oleh dana ini dari Bom Bali 2005:
|
Keluarga |
Anak-anak |
Belum sekolah |
TK |
SD |
SMP |
SMA |
Universitas |
Meninggal |
1 |
1 |
1 |
- |
- |
- |
- |
- |
Terluka |
17 |
26 |
13 |
2 |
9 |
1 |
- |
1 |
Total |
18 |
27 |
14 |
2 |
9 |
1 |
- |
1 |
Jenis Bantuan |
- |
- |
Education Insurance
(+Rp 5.250.000/child) |
N/A |
N/A |
One-time Scholarship
(Rp 5.000.000) |
Berikut adalah jumlah anak yang dibantu oleh Dana Pendidikan Anak-anak YKIP-YKIDS dari Bom Bali 2002 dan Bom Bali 2005:
Data anak-anak berdasarkan tingkat pendidikan |
Bom Bali 2002 |
Bom Bali 2005 |
Total |
Usia belum sekolah |
0 |
14 |
14 |
Taman Kanak-kanak (TK) |
5 |
2 |
7 |
Sekolah Dasar (SD) |
25 |
9 |
34 |
Sekolah Menengah Pertama (SMP) |
13 |
1 |
14 |
Sekolah Menengah Atas (SMA) |
8 |
- |
8 |
Universitas |
6 |
1 |
7 |
|
|
|
|
Total jumlah anak |
57 |
27 |
84 |
KIDS' Activities
Kegiatan KIDS :
- Pembayaran sekolah
Kami memberikan bantuan untuk biaya pendidikan pokok seperti biaya sekolah dan uang gedung, seragam sekolah, tas sekolah, buku tulis dan buku pelajaran, sepatu dan kaos kaki, peralatan sekolah, ekstrakurikuler dan les tambahan. Sebagian besar dari biaya diatas dibayarkan langsung ke sekolah setiap semester (enam bulan sekali), sedangkan untuk peralatan sekolah ada yang dibeli oleh orang tua dan kemudian kami mengganti biayanya. Setiap akhir semester kami mengumpulkan hasil studi (raport) dari setiap anak untuk memonitor perkembangan mereka.
- Kunjungan keluarga
Setiap 3 bulan sekali, kami melaksanakan kunjungan keluarga ke masing-masing rumah. Selama kunjungan ini, kami mengajak orang tua dan anak-anak dalam suatu diskusi untuk menentukan bagaimana mereka bekerja, mendengarkan masalah mereka dan untuk mendistribusikan segala keperluan dokumen dan sumbangan dari donatur.
- Pertemuan dengan seluruh keluarga
Diakhir setiap semester, kami menyelenggarakan pertemuan dengan keluarga untuk semua anak dan orang tua mereka. Acara ini biasanya untuk mengucapkan selamat kepada anak-anak yang telah berhasil dengan baik disekolahnya dengan mengumumkan nama mereka dan memberikan hadiah kepada mereka biasanya buku-buku), untuk merayakan ulang tahun mereka yang berulang tahun pada enam bulan terakhir dan juga sebagai sarana untuk berkumpul bersama dan bersenang-senang. Pertemuan ini juga biasanya sebagai forum untuk berkomunikasi antara orang tua dan YKIP-YKIDS tentang berbagai masalah atau berita yang mungkin mereka hadapi. Silahkan melihat detail dibawah ini.
- Kunjungan donor
Pada tahun 2006, ada beberapa donor yang tertarik dengan YKIP-YKIDS Program; tiga donor telah mengunjungi keluarga-keluarga di Bali.
Koordinasi dan Administrasi
Pekerjaan yang sangat baik telah dilaksanakan dan masih berjalan oleh para sukarelawan Yayasan KIDS. Bagaimanapun mereka mempunyai pekerjaan utama di Courts, salah satu toko elektronik dan furniture terkemuka. Ni Putu Sherlyana (Sherly) adalah karyawan yang bertugas penuh untuk administrasi dan pekerjaan lapangan. Sherly melaksanakan pembayaran ke sekolah dan melaksanakan kunjungan ke seluruh keluarga sekali atau dua kali setiap satu semester untuk memperkirakan keperluan-keperluan khusus mereka. Selain dari sukarelawan Yayasan KIDS di Courts (dikepalai oleh Purwanto), Djati Siahaan dan Wiwie Harris di PT Mitrais yang mengawasi keuangan. Efektif sejak Juli 2005, Totok Sudarmanto, mengundurkan diri sebagai Bendahara YKIP dan digantikan oleh Djati Siahaan.
Total Dana yang Dibutuhkan
Program ini akan berlangsung selama 20 tahun dan total jumlah biaya untuk beasiswa yang akan diberikan dari 2003 – 2026 pada saat ini diperkirakan sekitar Rp. 4,125,768,949. Jumlah tersebut diatas sebagai angka dan sewaktu-waktu bisa berubah karena perubahan inflasi dan perubahan kebutuhan pendidikan untuk anak-anak. Saat ini kami masih mempunyai dana yang cukup untuk memastikan bahwa setiap anak-anak dalam program ini dapat melanjutkan pendidikannya sampai pada tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) dan sebagian dari anak tersebut yang saat ini di bangku SMA dapat meneruskannya sampai Universitas.
|