|
YKIP bekerja sama dengan Yayasan Annika Linden mendanai sebuah bengkel kerja untuk pembuatan alat bantu ortopedik & prostetik di desa Abiansemal, Badung, & Amlapura, Karangasem. Untuk lebih meningkatkan pelayanan kebutuhan orang-orang cacat, ALF membantu YAKKUM membeli sebuah Kijang van, yang digunakan untuk membawa alat Bantu prostetik & kursi roda ke daerah-daerah terpencil, serta untuk transportasi klien yang perlu operasi ke Jawa.
Pada saat ini, satu-satunya fasilitas untuk pembuatan alat bantu orthopedik dan prostetik di Bali hanya ada di YAKKUM. Satu-satunya pilihan lain adalah dengan mengirimkan orang-orang yang membutuhkan ke Yogyakarta, Jawa Tengah, untuk pemansangan, perbaikan, pengepasan dan penggantian peralatan, sebuah proses yang secara fisik sukar, menguras tenaga, menyita waktu dan mahal bagi banyak orang dan terutama bagi orang-orang yang berasal dari keluarga miskin. Setiap hari ada lebih dari 15 orang yang menggunakan / memanfaatkan fasilitas YAKKUM di Abiansemal. Bengkel kerja yang disponsori oleh YKIP-ALF ini akan membantu lebih banyak orang cacat muda agar bisa mendapat kesempatan mobilitas lebih banyak, sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup orang-orang cacat di Bali.
YAKKUM di Bali adalah sebuah LSM yang membantu kaum muda yang cacat fisik yang ingin maju di daerah miskin di Bali. Melalui bantuan berupa rehabilitasi fisik dalam bentuk operasi, terapi fisik dan terapi fisik yang berkelanjutan, pendiidkan dan pelatihan terpadu, YAKKUM Bali mencoba memperbaiki kualitas hidup kaum muda yang cacat fisik di Bali untuk meningkatkan kemandirian secara ekonomi dan sosial, kepercayaan diri dan harga diri, dan dihormati serta dihargai di masyarakatnya.
YAKKUM dengan bantuan dari YKIP & ALF, telah membangun sebuah bengkel kerja untuk membuat alat bantu gerak seperti alat penyangga, alat bantu buatan (prostetik), tungkai & lengan buatan, tongkat penopang dan sepatu ortopedik, selain itu juga mengadakan pemasangan, perbaikan dan pengepasan alat-alat dan kursi roda. Mereka juga mempunyai kebijaksanaan yaitu hanya memperkerjakan staf yang mempunyai cacat fisik. Sebagai tambahan untuk bengkel itu sendiri, ada rencana untuk memproduksi sebuah video/VCD dan brosur mengenai pembuatan alat bantu buatan tersebut (dana tertunda). YAKKUM mempunyai sebuah program pelatihan yang sedang berlangsung yang dimaksudkan untuk meningkatkan keahlian staf yang sudah ada serta melatih personil baru dalam pembuatan alat bantu gerak.
Ada 11,144 orang cacat fisik yang terdaftar di Bali dan kami bertujuan untuk menjangkau sebanyak mungkin di seluruh 9 wilayah di Bali, dengan penekanan khusus pada bantuan kepada orang-orang yang berasal dari keluarga yang lebih miskin.
Dalam bidang kemasyarakatan, kaum cacat fisik seringkali diabaikan dalam program pembangunan dan akibatnya menghadapi banyak kesulitan sehubungan dengan kemampuan akses, lingkungan yang tidak fleksibel dan perlakuan tidak adil. YAKKUM bekerja untuk memastikan pemberdayaan & kemandirian terhadap orang-orang cacat di Bali melalui pemberian kesempatan mobilitas dan membuat mereka menjadi mandiri secara ekonomi dan menjadi anggota masyarakat yang dihormati di lingkungan mereka. Dengan bantuan seperti alat penyangga, tungkai & lengan buatan, kursi roda, tongkat penopang dan sepatu ortopedi, yang dirawat dengan baik, orang cacat di Bali mampu berjalan, menggunakan transportasi umum, bersosialisasi lebih bebas dan mengurangi beban yang ditanggung keluarga mereka dengan menjadi kemandirian mereka.
KANTOR LOKA BINA KARYA di KARANGASEM
Mulai bulan Juli 2005, YAKKUM memfokuskan kegiatannya di kantor cabang Karangasem. Karangasem adalah satu dari daerah termiskin di bali dan tidak menguntungkan dari segi pariwisata seperti daerah-daerah lain di Pulau Bali. Karangasem berada di peringkat no.3 setelah Buleleng & Gianyar sebagai daerah yang mempunyai kaum cacat paling banyak di pulau ini. Pelayanan untuk orang-orang cacat tersedia di kantor Loka Bina Karya di Karangasem, tempat YAKKUM dan pemerintah daerah bekerja bersama-sama membantu kaum cacat. Pemerintah telah memberikan ruangan kantornya kepada YAKKUM dan sebuah perjanjian resmi telah ditandatangani pada tanggal 20 Desember 2005.
Sebelum pindah ke gedung LBK, YAKKUM melakukan perbaikan-perbaikan kecil seperti memperbaiki atap, mngecat gedung dan juga memperbaiki ruangan-ruangan. Di masa yang akan datang, YAKKUM berharap bisa melakukan perbaikan-perbaikan besar dengan membuat seluruh gedung bisa di masuki (di akses) kursi roda. Fungsi Loka Bina Karya sebagai sebuah pusat pelatihan bagi orang-orang cacat di Bali. Pada tahun 2005 YAKKUM mengadakan pelatihan 2 bulan tentang cara membuat kerajinan dari “ata” (semacam akar) bagi 15 orang peserta. Sebagian besar yang ikut pelatihan tersebut sekarang bekerja sebagai pekerja handiikraf ata. Sayangnya bahwa kepariwisataan di Bali menurun, sehingga mempengaruhi pendapatan para “artisans” ini.
Pada tahun 2005, YAKKUM Bali memperkerjakan seorang pekerja lapangan baru. Dengan mengendarai sepeda motor sumbangan ALF/YKIP, pekerja lapangan ini telah bisa pergi ke seluruh daerah Karangasem melayani klien. Delapan puluh Dua klien telah dikunjungi selama bulan April 2006. Klien-klien ini terdiri dari pria dan wanita, menikah dan belum menikah. Kebanyakan dari mereka adalah penderita polio, ada yang diamputasi dan juga cacat lainnya. YAKKUM telah menyediakan alat penyanga, prostetik (alat bantu buatan) dan kursi roda untuk klien-klien ini dan juga perawatan kesehatan, kursus pelatihan dan beasiswa.
Pada tahun 2006, salah satu proyek besar YAKKUM adalah menyediakan sejumlah kamar mandi khusus untuk orang cacat. Di sini anda bisa melihat photo sebelum dan sesudah dari seorang klien yang sebelumnya mandi menggunakan drum tua bekas dan sekarang mempunyai tempat mandinya sendiri menggunakan air pancur
RENOVASI DI KANTOR UTAMA YAKKUM BALI DI ABIANSEMAL (bertempat di Dinas Kesejahteraan Sosial):
Meskipun renovasi dilaksanakan setelah kenaikan BBM (dan akibatnya kenaikan pada semua harga material dan tenaga kerja), YAKKUM berhasil dengan sukses menyelesaikan proyek ini sesuai anggaran. Setiap bagian dari gedung sekarang bisa dimasuki kursi roda. Sebuah palang besi untuk latihan telah dipasang untuk membantu orang-orang yang baru memakai alat bantu/kaki palsu berlatih berjalan. Semua jalan pintu telah diperlebar untuk memudahkan jalan masuk kursi roda dan dapur serta kamar mandi direnovasi secara keseluruhan agar klien merasa lebih nyaman menggunakannya.
Seluruh gedung dicat dan atap diperbaiki.
Kunjungan dari Pemerintah. Bupati & wakil Bupati Badung telah berkunjung tiga kali ke YAKKUM, termasuk pada acara peresmian pada tanggal 12 Desember 2005 dengan dihadiri juga oleh Gubernur Bali. Pembuat Sepatu Ortopedik YAKKUM, I Made Suarcana, dengan sangat bangga membuat sepatu untuk Bapak Gubernur, Bapak Bupati & Bapak Ketua DPRD. Dana Rehabilitasi Bali / ACCESS di bawah naungan AusAid mendanai tiga klien YAKKUM mengikuti kursus memahat kayu. Mereka mempertunjukan keahlian mereka pada tanggal 12 Desember. Bantuan dari ALF/YKIP ke YAKKUM di informasikan pada acara peresmian ini.
Bagian Administrasi. YAKKUM memperkerjakan seorang akuntan, Sang Ayu Eka (Klien), seorang lulusan UNUD jurusan Akunting (Diploma 3). Selain berperan sebagai Akuntan baru YAKKUM, dia juga sebagai Bendahara Forum Komunikasi untuk Orang Tua & Anak cacat dan membentuk sebuah organisasi baru bernama Koalisi Indonesia untuk Para Wanita Cacat. Dia menghadiri Pelatihan Regional untuk Pemberdayaan Para Wanita Cacat di Surabaya, Jawa Timur dari Tanggal 16 sampai tanggal 19 November 2005. Sang Ayu adalah asset yang sangat berharga bagi tim YAKKUM.
Pelatihan Prostetik dan Ortopedik.
Sejak tahun 2005 YAKKUM telah mampu melakukan pelayanan menyeluruh kepada klien-kliennya. Tahun-tahun sebelumnya, mereka membuat alat bantu buatan/prostetik. alat penyangga dan perbaikan kursi roda. Tahun ini mereka telah memperluas jangkauan dengan membuat sepatu ortopedik karena I Made Suarcana telah menghabiskan 1 tahun di YAKKUM Yogyakarta mempelajari bagaimana membuat sepatu-sepatu ini.
Sampai saat ini, YAKKUM Bali telah memberikan 39 alat penyangga (19 penyangga baru dan 20 penyangga bekas), 30 prostetik (24 prostetik baru dan 6 prostetik bekas), 52 kursi roda (48 kursi roda sumbangan dari Rotary Club Nusa Dua dan 4 lainnya sumbangan dari Rotary Seminyak) dan 3 pasang sepatu Ortopedik serta juga 7 pasang sepatu biasa. Banyak dari klien-klien tidak bisa kemana-mana sama sekali tanpa bantuan alat-alat tersebut. Banyak dari klien-klien itu juga tidak mempunyai uang untuk biaya transportasi ke YAKKUM, jadi YAKKUM menyediakan uang transportasi kepada mereka atau YAKKUM pergi ke rumah mereka. Di masa yang akan datang, kami akan meminta klien untuk menyumbangkan apa yang mereka bisa untuk menambah rasa tanggung jawab dan kepemilikan mereka..
Klien-Klien pergi ke Yogyakarta. Dengan bantuan dana transportasi dari ALF/YKIP untuk klien-klien YAKKUM, tahun 2005 YAKKUM berhasil mengirimkan 16 orang ke pusat YAKKUM di Yogyakarta, Jawa untuk mendapatkan perawatan dn pelatihan lanjutan.Tiga orang menjalani operasi, dua orang mengambil kursus sekretaris dan computer, dua orang mengambil kursus membuat batik, dua orang mengambil bidang elektronik dan dua orang lagi mengambil kursus menjahit. YAKKUM mencarikan pekerjaan di Bali untuk mereka sekarang.
Gamelan. Sebuah gamelan adalah sebuah rangkaian musik terdiri dari sejumlah gong, drum, flute dan metallophones (sejenis alat musik tipe Xylophone terbuat dari perunggu). Pembuat gong Sidhakarya di Blahbatu baru saja selesai membuat gamelan (4 nada) angklung untuk YAKKUM dan pelajaran untuk angklung harus sudah dimulai bulan Juli 2006.
Rekreasi Pada tahun 2005, YAKKUM menyelenggarakan dua “Tirta Yadnya” atau ziarah suci di Bali untuk klien-klien cacat beserta keluarga mereka pada tanggal 23 November dan 30 Desember 2005. Tujuh puluh orang-orang cacat dari Karangasem pergi ke Serangan, GWK dan Uluwatu. Jan’s Tours membantu menyumbang satu kendaraan.
Pada awal tahun 2006, tujuh klien dikirim ke Yogyakarta untuk menjalani operasi dan untuk mendaftar kursus-kursus di pusat YAKKUM di sana.
Di Lapangan
YAKKUM pergi ke lapangan hampir tiap minggu; mengantarkan prostetik, alat penyangga (braces) dan kursi roda serta berkeliling ke daerah terpencil mencari klien-klien baru yang mungkin butuh bantuan mereka. Photo-photo berikut menunjukan apa yang mereka lakukan di lapangan:
YAKKUM staf terdiri dari : I Nengah Latra (Operations Manager), I Made Gunung (Field Officer), I Ketut Nesa (prostheses maker), I Nyoman Sumerta (bracemaker), and Made Suarcana (shoemaker)
Click here to read stories of some of YAKKUM's clients
|