Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP)
     
 
PROYEK >YAKEBA ENGLISH VERSION English Version
 
YAKEBA : Kewaspadaan terhadap alkohol, Narkoba dan HIV/AIDS di sekolah sekolah
 
Proyek
YAKEBA : Kewaspadaan terhadap alkohol, Narkoba dan HIV/AIDS di sekolah sekolah

YKIP dan Yayasan Annika Linden sangat prihatin dengan meningkatnya tingkat penderita HIV / AIDS pada anak-anak muda di Bali. Ada lebih dari 600,000 anak muda di Bali yang umurnya berkisar antara 15-24 tahun ~ yang mana lebih dari  200,000 orang masih berstatus siswa. Hal ini diperburuk juga dengan banyak dari remaja Bali ini merasa cemas dan stress sebagai akibat dari peristiwa Bom Bali. Dan malangnya mereka berpaling ke narkoba dan akohol sebagai pelarian Sebagian besar para remaja bisa terjangkit virus HIV.  karena kurang kesadaran dan pengetahuan, dan juga mereka berpaling ke narkoba dan akohol tampa menyadari bahaya apa saja yang nantinya bisa terjadi. Melalui pendanaan dengan bekerja sama dengan YAKEBA (Yaysan Kesehatan Bali) dengan program Penyuluhan di Sekolah, kami harapkan dapat menurunkan angka statistik penyalahgunaan obat terlarang dan alcohol, dan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja tentang Narkoba, Alkohol dan HIV AIDS.  

Program ini merupakan program interaktif dimana dihadirkan seorang Dokter sebagai narasumber juga kesaksian dari mantan pemakai narkoba. Dibawakan secara santai dan ringan namun penuh dengan informasi yang perlu diketahui oleh para remaja mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan alkohol, dan bagaimana penyalahgunaan ini bisa berujung pada HIV/AIDS. Dokter disini memberikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba; yang juga akan meningkatkan “Kesadaran” para remaja akan apa yang sedang terjadi di Bali. Penjelasan dilakukan melalui gambar-gambar kartun yang lucu dengan proyektor, dan sang dokter dengan tekun menanyakan kepada para remaja tentang diri mereka yang terkait dengan permasalahan yang dibawakan. Siswa yang dapat menjawab dengan benar akan diberikan hadiah yang berupa door prize biasanya berupa peralatan tulis, agenda dan sejenisnya. Dan bagi yang menjawab salah akan diberikan informasi yang benar.

Mantan pemakai narkoba kemudian “membagi kisahnya” menceritakan bagaimana awal mula mereka bisa terlibat dengan narkoba dan bagaimana narkoba telah menghancurkan kehidupan mereka. Para mantan pemakai ini biasanya masih remaja berkisar awal 20 tahunan ini merupakan salah satu faktor pendukung yang penting, dikarenakan kedekatan usia sehingga para siswa dapat lebih memahami serta mendengarkan dengan seksama. Selain itu para siswa juga diberikan kontak person dan Lembaga sosial lainya dimana mereka dapat mencari informasi lebih lanjut ~ dan bagi yang sudah terlibat dengan penyalahgunaan narkoba / alkohol akan diberikan informasi mengenai tempat rehabilitasi narkoba, pengetesan HIV, Pendidikan mengenai sex dan lain-lain.  


Di tahun 2006, sebuah program baru telah diluncurkan yang mana sasarannya adalah organisasi kepemudaan di desa-desa (yang disebut dengan STT atau Sekeha Taruna Taruni). Pada program ini Tim penyuluhan terjun langsung ke Desa dan Banjar yang jauh di pedesaan dan memberikan penyuluhan kepada para pemuda disana. 
Dengan adanya pendanaan, YAKEBA mampu menjangkau  2,102 murid SMP dan SMA di tahun 2004, 8,329 di tahun 2005 dan 2,498 pada semester pertama tahun 2006.

Sebuah program baru bernama PET (Peer Education Training) telah dijadwalkan untuk tahun ajaran baru sekolah (Juli 2006 – Juni 2007). Dua orang sukarelawan asal Amerika Serikat, Mariah Ernst dan Nicholas Satero dari program AWARE di Bard College bekerja sama dengan staf YAKEBA membuat sebuah kurikulum baru bagi PET. YAKEBA telah mempunyai kurikulum sendiri dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, yang mana kemudian dikombinasikan dengan materi dari AWARE. Tujuan program ini adalah menempatkan para pendidik remaja (peer educators) ke 5 Sekolah Menengah Atas yang akan menyebarkan informasi mengenai narkoba dan HIV/AIDS kepada teman-temannya sesama pelajar. Pelatihan para pendidik remaja (peer educators) ini dimulai bulan Juli dan akan berlangsung selama 2 bulan, diikuti oleh sesi mingguan di tiap sekolah. YKIP mengucapkan terima kasih kepada Mariah & Nick atas dukungannya dan penggalian dana untuk proyek ini.

 

Tim YAKEBA

Koordinator proyek/Moderator, I Wayan Agus Mudita. Wayan adalah mantan pecandu dan telah berkecimpung dalam proyek sekolah ini selama beberapa tahun terakhir.

 

Dokter konsultan Dr Christopher Reliano telah mendampingi YAKEBA dalam banyak penyuluhan YAKEBA

Mantan pecandu berperan sangat penting dalam program penyuluhan ini. Mereka masih muda dan para pelajar dapat dengan mudah memahami apa yang mereka bicarakan. Mereka telah “pernah terjerumus” dan sangat sangat ingin untuk menceritakan kepada yang lain seperti apa, apa yang terjadi dan seperti apa sekarang.

 

Konsultan proyek Bob Monkhouse adalah direktur YAKEBA dan telah mengawasi program-program Penyuluhan “Awareness” dan proyek-proyek YAKEBA lainnya sejak awal.

 

PET(Peer Education Training – Pelatihan Pendidikan Remaja) bersama AWARE

AWARE adalah program yang diajukan kepada YKIP oleh Mariah Ernst, yang telah melewatkan waktu setahun di SMA Santa Josef di Denpasar di bawah program pertukaran pelajar Rotary Club. Mariah sangat prihatin mengenai kurangnya pengetahuan seputar HIV/AIDS dan datang ke Bali pada bulan Juni 2006 untuk bekerja sama dengan YAKEBA dalam sebuah Program PET.

 

AWARE adalah sebuah program yang dikembangkan oleh dua orang pelajar di Bard College di New York di bawah naungan Bagian pelayanan Lingkungan Kampus. Misi AWARE adalah untuk memerangi HIV/AIDS di negara-negara dengan percepatan angka terinfeksi tinggi dengan mengikutsertakan para remaja setempat dalam Pendidikan Reproduksi Kesehatan dengan melaksanakan program pendidikan kesehatan kader remaja (peer health education) yang sesuai dengan nilai dan tujuan masyarakat setempat.
 

Program AWARE:

  1. Pihak sekolah dari 4 Sekolah Menengah Atas di Denpasar memilih 4 orang siswa yang dapat diandalkan, dewasa dan menunjukan sifat kepemimpinan diantara sesama mereka, untuk diberi pendidikan sebagai konselor kesehatan kader remaja (peer health counselors)

  2. YKIP dan AWARE akan menyediakan pelatihan mengenai Konseling Kesehatan Kader Remaja (Peer Health Counseling). Pelatihan itu akan dijalankankan oleh Mariah dan Nick dari AWARE & staf YAKEBA. Pelatihan akan diadakan 2 kali seminggu selama 5 minggu

  3. Selama tahun ajaran sekolah, setiap hari selama waktu istirahat selama 40 menit, 2 orang siswa membuka pelayanan konseling, para siswa bisa masuk ke ruangan kelas, menggunakan sumber-sumber seperti buku-buku, menonton sebuah film, mengajukan pertanyaan, berkeliling dan mengobrol, menyebarkan informasi kepada para siswa lainnya di lingkungan sekolah.

  4. Para Pendidik Kader Remaja (Peer Educators) ini dibayar dengan sedikit gaji tahunan. Sebagai timbal balik, mereka membuat laporan bulanan:
    • Laporan terdiri dari berapa banyak siswa mereka temui, jenis-jenis pertanyaan, bagaimana mereka menjawab pertanyaan itu, sebagai evaluasi umum.
    • Siswa menerima gaji tahunan mereka setelah laporan diserahkan.
  5. Pelayanan yang tersedia: Selama waktu istiahat setiap hari atau setelah sekolah, satu ruangan dengan film-film pendidikan, buku-buku mengenai seks yang sehat, brosur, kotak pertanyaan, pin, stiker. Ruangan lain tersedia untuk para siswa tempat mengajukan pertanyaan apapun yang mereka punya, atau topik-topik yang ingin mereka diskusikan.

Program ini akan berjalan sampai bulan Juni 2007.

YKIP mengucapkan terima kasih kepada Mariah & Nick yang telah menyumbangkan waktu mereka, energi dan usaha mereka dalam penggalian dana sehingga program ini bisa terlaksana.



 
 How To Donate How To Donate
HOME     OUR VISION     PROJECTS     NEWS     ENDORSEMENTS     DONATING     WHO WE ARE     CONTACT US     LINKS

Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) - Tel: +62 361 759544 Fax: +62 361 755024 Email: info@ykip.org