Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP)   Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP)
     
 
INFO PROYEK > Pertunjukan di Banjar dan Sekolah ENGLISH VERSION English Version
 
Kami ingin mementaskannya ke 14 banjar utama di Kuta dengan video dan melakukan paling sedikit 6 pertunjukan langsung, terutama di daerah Denpasar dan Kuta, dan juga di beberapa tempat terpencil lainnya di Bali.
 
Pertunjukan di Banjar dan Sekolah

Langkah pertama adalah mengurus Surat Ijin dari Departemen Pendidikan dan Kantor Bupati Badung. Proses ini memakan waktu beberapa hari. Setelah ijin diperoleh, Nyoman Suma Artha dan staffnya melakukan pendekatan ke 4 SMU (3 SMU Negeri & 1 SMU swasta) di Daerah Kuta:

SMA 2 in Ungasan, Nusa Dua (20 Desember)
SMA 1 in Kuta (15 Januari)
SMA Soverdi in Kuta (17 Januari)
SMA 3 in Dalung (25 Januari)

Wayang KulitPertunjukan pertama di Ungasan merupakan suatu pelajaran untuk kami semua. Pemutaran film berlangsung di laboratorium yang sempit dan tidak bisa digelapkan. Kami belum mempunyai proyektor sehingga harus menyewa. Kami tidak memikirkan mengenai pentingnya pengeras suara, perkiraan kami proyektor tersebut sudah cukup memadai, ternyata tidak memadai untuk pementasan dengan penonton berjumlah banyak. Sekolah mengijinkan kami memakai milik mereka tapi pada awal pertunjukan proyektor itu rusak. Brosur belum tersedia (bertepatan dengan lebaran dan banyak percetakan yang tutup selama 2 minggu)

Untuk pemutaran film selanjutnya, kuesioner dibuat untuk mengetahui apabila seseorang menderita PTSD. Kuesioner ini dibagikan pada saat pemutaran film dan langsung dikumpulkan. Dr. Made Nyandra memberikan tanya-jawab mengenai pertunjukan wayang dan pertanyaan-pertanyaan kegiatan lapangan. Terlihat bahwa lebih dari 50 persen anak perempuan menderita PTSD (bisa dilihat pada laporan terlampir dari Artha).

Setiap pemutaran film dihadiri oleh kira-kira 300 pelajar.

Kami menerima beberapa permintaan dari SMA 1 dan SMA 2 di Denpasar untuk membawa video tersebut ke sekolah mereka dan saya yakin kami akan mendapat lebih banyak permintaan lagi setelah ini.

Proyektor, layar dan alat DVD sudah didatangkan dan dalam keadaan baik untuk dipergunakan. Kami perlu membeli kabel tambahan karena yang tersedia digunakan untuk sambungan proyektor ke komputer, bukan dari proyektor ke alat DVD.

Pementasan di Banjar: Sehubungan dengan dana yang kurang mencukupi, kami belum mengadakan pertunjukan ke banjar-banjar di Kuta. Kami telah melakukan estimasi yang kurang cermat terhadap biaya-biaya tertentu. Bagaimanapun, kami telah melakukan satu pertunjukan di Kuta pada tanggal 12 Desember 2002 untuk “Peace and Unity Concert” yang dihadiri oleh 6000 orang. Suatu kejutan untuk Sidia, disaat para Kuta mania yang tidak begitu tertarik dengan pertunjukan tradisional, terutama Wayang ternyata mereka tetap tak beranjak dari hujan dan memberikan sambutan luar biasa untuknya.

Nadya Lurie, seorang warga asing perancang pakaian yang tinggal di Bali mensponsori dua pertunjukan langsung berikutnya. Yang pertama di Banjar Kutuh, Ubud tanggal 22 Desember (dihadiri oleh kira-kira 200 orang) dan yang ke dua di Banjar Dalem Kusumasari di desa Kepaon tanggal 22 Januari 2003. Lima dari korban bomb yang meninggal adalah dari Kepaon. Hanya ada kira-kira 100 orang di Kepaon yang hadir karena hujan badai pada malam itu tapi kepala desa memohon kepada kami untuk kembali lagi bulan Pebruari untuk banjar lainnya di sekelingnya. Dari kuesioner yang kami terima kembali di Kepaon, terlihat bahwa hampir 100% masyarakat tersebut menderita PTSD atau bentuk-bentuk depresi lainnya.

Versi anak-anak telah dipertunjukkan di tiga tempat:

Banjar Lemukih, Buleleng
Br. Dukuh, Kepaon village, Badung
STSI kampus, Denpasar

The DVD version was shown in 30 SDs (fifth and sixth grades), SMPs and SMAs throughout the island. The venues were chosen based on the home locality of the bomb victims.

 
HALAMAN UTAMA     BERITA     INFO PROYEK     SPONSOR     YKIP    

Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) - Tel: +62 361 759544 Fax: +62 361 755024 Email: info@ykip.org