Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP)
     
 
PROYEK > HEALTH > Perawatan Kesehatan Perempuan Bali Utara ENGLISH VERSION english version
 
Perawatan Kesehatan untuk Perempuan di Bali Utara
 
Proyek
Perawatan Kesehatan untuk Perempuan di Bali Utara

Tujuan dari proyek ini adalah untuk mendirikan proyek percontohan perawatan kesehatan untuk perempuan sebagai contoh untuk masyarakat pedesaan, dengan menggunakan desa Pemuteran di Bali Utara sebagai contoh. Secara spesifik, tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek (PSP) perempuan pedesaan yang tinggal di Pemuteran dan dengan sendirinya berdampak ke kesehatan pasangan mereka, termasuk pengurangan resiko terjadinya PMS dan kanker, di samping memperbaiki tingkat kesehatan reproduksi dan pengetahuan mereka tentang tubuh mereka. Hal ini dapat dilakukan melalui konseling dengan bidan desa, yang akan dilatih oleh staf relawan kesehatan dari dua rumah sakit (Sanglah and Prima Medika) di Denpasar.

Selain itu, dua orang bidan desa akan dilatih untuk membantu mendeteksi kanker payudara dan kanker rahim dan semua bentuk PMS. Bidan-bidan ini akan dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang diperlukan untuk melakukan pap smear dan mengambil sampel darah dari para pasien. Sampel ini kemudian akan dikirim ke Denpasar untuk pengujian laboratorium. Disamping pengujian tersebut, para perempuan dan pasangannya akan dididik mengenai masalah-masalah seputar kanker yang biasanya diderita oleh perempuan dengan cara mengajarkan mereka bagaimana menemukan sendiri tanda-tanda kanker payudara dan melakukan pemeriksaan dan pap smear secara teratur pada bidan.

Jenis pelatihan ini sangat penting untuk dilakukan karena pada saat banyak pasien kanker payudara dan kanker rahim dari daerah pedesaan dirujuk ke dokter dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang benar, seringkali sudah terlalu terlambat, yang menyebabkan beban biaya yang sangat berat bagi keluarganya.

Untuk menilai bagaimana buruknya situasi yang terjadi, ahli onkologi, Dr. Tjakra Wibawa Manuaba dan tim dokternya dari Rumah Sakit Sanglah, didukung oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan Johnson and Johnson, datang ke Pemuteran untuk melakukan pap smear dari 30 orang pasien uji (staf vila Puri Ganesha, sebagai contoh untuk sisa penduduk desa lainnya) segera setelah bom bulan November 2002. Dari 30 perempuan yang dites, 19 didiagnosa menderita infeksi vagina dan diobati obat semprot bethadine, 4 pasien dirawat sebagai pasien PMS dan 1 pasien didiagnosa menderita kanker rahim.

Bulan Agustus 2004, Dr. Tjakra dan tim dokter dan bidan dari Rumah Sakit Prima Medika di Denpasar pergi ke Pemuteran untuk memulai pelatihan untuk bidan. Dr. Agus dari Puskesmas Gerokgak juga siap sedia dengan peralatan bedah yang baru saja direnovasi dan diperlengkap yang menjadi milik desa Pemuteran.

Kedua orang bidan tersebut memperoleh tempat tidur ginekologi dan semua peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan klinik desa untuk para perempuan. Para dokter dan bidan dari Denpasar menunjukkan kepada kedua bidan desa tersebut bagaimana melakukan pap smear pada 17 pasien uji; sampel dibawa kembali ke Denpasar untuk dianalisis. Di masa yang akan datang, bidan-bidan tersebut akan menerima Rp 10.000 untuk setiap pasien yang dites. Mudah-mudahan kedua bidan tersebut dapat memeriksa 100 orang pasien setiap bulannya sehingga penilaian kesehatan perempuan di Pemuteran dapat dilaksanakan dengan baik.

Para perempuan ini tidak memiliki pendidikan kesehatan dan tidak memiliki uang untuk pergi ke dokter. Mereka melahirkan di rumah dan tak satu pun pernah menjalani pemeriksaan kandungan.

Kanker payudara biasanya tetap tak terdeteksi hingga sangat terlambat dan kemudian keluarga tidak memiliki cara membayar biaya perawatan yang mahal. Tujuan proyek ini adalah untuk mendidik perempuan desa agar menyadari bagaimana pentingnya kesehatan seksual dan bahwa mereka harus datang ke klinik secepatnya jika merasakan ada hal-hal yang tidak beres. Ini berarti mereka bisa memperoleh perawatan sebelum biaya yang ditanggung keluarga menjadi setinggi langit dan tidak mungkin terbayar.

Sebuah komputer sudah dipasang di hotel Puri Ganesha dimana seorang staf administrasi sedang menjalani pelatihan untuk menyiapkan data base yang berisikan riwayat kesehatan semua perempuan di desa tersebut sehingga mereka bisa diperiksa dan dites secara teratur. Hal ini juga akan membantu dalam membuat data base statistik yang dapat digunakan untuk menganalisis keadaan kesehatan perempuan di wilayah desa yang terpelosok. Hal ini sedang dilakukan dengan dukungan dari pejabat desa setempat. Akhirnya, jika dana dan sumber daya manusia mengijinkan, tes ELISA untuk HIV/AIDS akan dilaksanakan di kedua klinik bidan tersebut.

TIM

Manajer Proyek adalah Diana Von Cranach, seorang relawan dari YKIP. Stafnya dari hotel Puri Ganesha adalah para relawan awal yang akan mendapat tes kanker dan PMS.

Team Leader untuk staf kesehatan adalah Dr. Tjakra Wibawa Manuaba, seorang anggota tubuh penasehat YKIP. Dokter lain dalam tim ini adalah Dr. Wayan Sudarsa, seorang ahli onkologi dari rumah Sakit Sanglah dan Dr. Anak Agung Wiraguna, spesialis penyakit kulit dan kelamin.

Foto-foto berikut ini menunjukkan renovasi yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2004 di klinik dimana bidan praktek.


 
 How To Donate How To Donate
HOME     OUR VISION     PROJECTS     NEWS     ENDORSEMENTS     DONATING     WHO WE ARE     CONTACT US     LINKS

Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) - Tel: +62 361 759544 Fax: +62 361 755024 Email: info@ykip.org