| 16 Desember 2002
Pada saat dan setelah bencana bom di Bali, lebih dari
20 ton obat-obat bantuan disumbangkan – sebagian
besar dari luar negeri dan juga Indonesia. Dibalik kedermawanan
dan niat para donor untuk membantu – obat obat
tersebut akhirnya lebih dari yang diperlukan oleh para
korban yang sangat membutuhkannya dan dalam beberapa
hal tidak sesuai untuk digunakan bagi para korban. Dalam
waktu singkat RS Sanglah kehabisan tempat penyimpanan
yang memadai bagi obat-obat/alat kesehatan tersebut,
dan beberapa gudang tambahan disiapkan pada beberapa
lokasi, dan salah satunya adalah di YKIP/Rotary Warehouse
yang bertempat di kantor PT Mitrais, Kuta.
Dalam waktu segera, kebutuhan untuk: legalisasi obat-obat,
inventarisasi dan mengkategorikannya, serta pengecekan
obat untuk alasan legalitas dan keselamatan; membuat
prosedur yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di
Indonesia tanpa mengenyampingkan harapan harapan para
donor; menetapkan prosedur untuk memastikan penyaluran
dari obat-obat/alat kesehatan yang diterima yang transparan
untuk tujuan-tujuan yang luhur.
Dikarenakan anggota-anggota YKIP telah terlibat jauh
sebagai sukarelawan dalam peneriman obat-obat sumbangan
ini, YKIP akhirnya ditunjuk menjadi representatif dari
para donor dari Tim yang dibentuk sesuai dengan surat
keputusan Gubernur. Pihak-pihak lain yang terlibat adalah
: AUSAid yang telah memberikan bantuan konsultan yang
bekerja dengan Dinas Kesehatan, Balai Besar POM, RS
Sanglah dan YKIP untuk membangun prosedur untuk kontrol
dan manajemen obat-obat donor tersebut. AUSAid juga
memberikan bantuan lewat OPAL (donor mayoritas) seorang
Apoteker dari Australia yang membantu mengkategorikan
obat-obat. The International Medical Corps (IMC) juga
memberikan bantuan dana untuk test obat-obat yang dilaksanakan
oleh Balai Besar POM Denpasar. Tersedia daftar lengkap
para donor.
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Bali, a.n. Gubernur
Bali menerbitkan keputusan pada tanggal 4 Nopember 2002,
yang melegalisasi secara resmi kedudukan dan mengemukakan
kriteria penyaluran obat-obat. Sekumpulan prosedur operasional
tetap lalu disusun dan resmi disetujui oleh Kepala Dinas
Kesehatan Propinsi Bali pada tanggal 15 Nopember 2002.
YKIP telah memberikan dana untuk pengadaan Air Conditioner
(AC) bagi tiga gudang medis di RS Sanglah, untuk menginventorisasi,
labelisasi obat-obat/alat kesehatan serta membangun
suatu sistem komputer dan menyediakan komputer untuk
proses inventarisai dan pelaporan terhadap obat-obatan
yang diterima serta disalurkan. Sebagai indikasi ukuran
tugas, banyaknya jumlah seluruh obat-obat yang diberi
label kurang lebih dari 50.000. Pada saat proses ini
berjalan, obat-obat yang sesuai terus disalurkan kepada
para korban bom Bali yang membutuhkannya. YKIP juga
telah memperbantukan tenaga operator komputer / asisten
apoteker untuk bekerja sama dengan Gudang Medis RS Sanglah
sampai bulan Juni 2003.
SEKILAS TENTANG YKIP
YKIP – Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi adalah
Yayasan yang didirikan segera setelah kejadian bom Bali
oleh kelompok para sukarelawan, Rotarian, Pengusaha,
Konsular serta para anggota senior dari Praktisi Medis
Bali yang terkenal. Dengan misi untuk meningkatkan kualitas
kehidupan seluruh warga Bali sebagai penghormatan kepada
para korban tragedi dan usaha para sukarelawan.
Inisiatif-inisiatif YKIP lainnya dalam 8 minggu terakir
termasuk: produksi video 30 menit mengenai Bimbingan
Trauma untuk masyarakat Bali dengan menggunakan media
pertunjukan Wayang Kulit tradisional; dan Bali Children’s
Education Fund yang memberikan bantuan keuangan untuk
meningkatkan kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang
kehilangan salah satu orang tuanya dalam tragedi ini.
YKIP juga memiliki rencana-rencana untuk memberikan
dana dalam pelatihan tenaga-tenaga medis dan peningkatan
fasilitas rumah sakit di Bali. YKIP adalah salah satu
anggota pendiri dari Bali Recovery Group, suatu kelompok
informal dari NGO yang berdedikasi untuk bekerja sama
dan mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas mereka masing-masing.
PENUTUP
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Kevin
Lovett, pada nomor telepon: +62 361 730 826 atau +62
812 3808 095.
CATATAN UNTUK PARA JURNALIS
YKIP sangat menghargai publikasi untuk situs web Yayasan
www.ykip.org dalam berita-berita di seluruh media.
|