Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP)
     
 
BERITA > Siaran Pers ENGLISH VERSION English Version
 
Sebuah kelompok peselancar Australia ternama yang tinggal di Bali telah menggalang kekuatan bersama dengan masyarakat Bali dan para dokter untuk membentuk sebuah yayasan nirlaba ditujukan untuk meningkatkan pelayanan medis dan fasilitas rumah sakit yang ada di Bali.
 
Berita
Peselancar Bersatu untuk Membantu Yayasan Kemanusiaan Bali

15 November 2002

Pernahkah anda ke Bali dan dibuat takjub oleh keramahan dan sifat spiritual dari penduduk Bali yang luar biasa?
Apakah anda merasa sakit hati waktu membaca tentang bomb oleh teroris yang terjadi di Kuta tanggal 12 Oktober lalu? Apakah anda berharap dapat berbuat sesuatu untuk menolong?

Sebuah kelompok peselancar Australia ternama yang tinggal di Bali telah menggalang kekuatan bersama dengan masyarakat Bali dan para dokter untuk membentuk sebuah yayasan nirlaba ditujukan untuk meningkatkan pelayanan medis dan fasilitas rumah sakit yang ada di Bali, yang pada akhirnya menguntungkan penduduk lokal Bali, juga wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Diberi nama "Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi" yang disingkat YKIP (atau dalam bahasa Inggris "Humanitarian Action for Mother Earth") adalah sebuah yayasan nirlaba terdaftar, yang bertekad bahwa sesuatu yang bermanfaat harus muncul dari akibat tragedi bomb di Bali yang mengerikan. Sampai sejauh ini sudah lebih dari US$40,000 telah terkumpul tetapi masih banyak lagi yang dibutuhkan.

Peselancar Australia, Kevin Lovett, adalah anggota inti dari Yayasan tersebut. Kevin dikenal sebagai salah satu penemu Nias pada tahun 1975 bersama dengan John Geisel dan Peter Troy, juga sebagai seorang aktor yang mengkampanyekan masalah lingkungan hidup pada sebuah acara TV SBS yang mendokumentasikan perjalanannya kembali ke Nias setelah 25 tahun.

Kevin berkata bahwa YKIP bartujuan untuk meningkatkan pelayanan medis dan rumah sakit di Bali yang didasari oleh prinsip demokrasi untuk semua orang tergantung dari kebutuhan masing-masing, dan tidak membedakan suku, agama dan kebangsaan. Banyak kelompok peselancar Australia yang membantu serta mendukung YKIP, diantaranya adalah Rip Curl Indonesia, Surfer Girl, Indo Surf & Lingo dan masih banyak lagi yang lain. Konsulat Australia telah menyatakan dukungannya kepada Yayasan yang juga bekerja sama dengan Rotary, sebuah organisasi lokal yang sudah dikenal dan dihormati.

Yayasan mempunyai 3 sasaran utama untuk jangka pendek –

  1. To assist in the assessment of the present state of medical facilities on the Island and to immediately help upgrade human resources and training as requested. This will be in conjunction with a major Australian hospital and RSUP . Sanglah in Denpasar.
  2. To produce a Trauma Counselling Video to help locals affected by the bombing
  3. Establish the Bali Children's Fund to assist the ongoing educational needs of the children of victims and causalities of the bombs.

Para pimpinan YKIP sadar akan pentingnya efektivitas dan efisiensi yang tinggi dalam usaha kemanusiaan ini serta keterbukaan penuh dan standar etik yang tinggi dalam menangani dana bantuan. Oleh karena itu, Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi memiliki Pengawas/Badan Auditor Independen untuk memastikan bahwa semua dana akan dikelola dan dipergunakan sesuai dengan tujuannya dan dengan cara yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Semua dana bantuan akan digunakan di Bali, kecuali untuk beberapa dana lainnya. Para donatur bisa melihat nama mereka ditampilkan dalam situs web Yayasan – www.ykip.org/donors/monetary.id.asp

Prioritas utama bagi Yayasan adalah menggalang dana untuk membangung sebuah Trauma Center yang terletak di rumah sakit utama di Bali. Dr. Anak Agung Ngurah Asmarajaya, Kepala Bagian Bedah Plastik di Sanglah dan anggota dari keluarga kerajaan di Peliatan, selama beberapa tahun ini telah memimpikan adanya sebuah gedung khusus untuk bagian trauma di Bali. Tetapi dana tidak tersedia untuk mewujudkan visinya tersebut. Jadi pada tanggal 12 Oktober yang lalu ia menangani krisis medis masal tersebut dengan lebih banyak mengandalkan semangat dan keberanian dari para karyawan rumah sakit. Dr Asmarajaya berkata bahwa ada kemungkinan sebanyak 10 nyawa lebih dapat diselematkan jika Pusat Trauma yang diusulkan sudah tersedia untuk mengobati korban pengeboman di Bali.

Trauma Center juga akan berfungsi sebagai peringatan yang layak dan abadi bagi mereka yang telah kehilangan nyawa atau terluka parah pada tragedi 12 Oktober yang lalu. Pengorbanan mereka tidak akan sia-sia.

Inisiatif lain YKIP di antaranya adalah produksi video konseling trauma sepanjang 30 menit bagi komunitas Bali, menggunakan media antara teater wayang kulit. Video tersebut akan ditayangkan pada stasiun televisi lokal, dand apat ditonton pada saat rapat di banjar, di sekolah-sekolah dan diperdengarkan di radio-radio. Proposalnya adalah sebelum USAID untuk pendanaan.

Juga telah direncanakan menggalang dana untuk anak-anak Bali, berhubungan dengan para guru dari Bali International School, Dyatmika School dan Australian International School. Dana akan disalurkan untuk meningkatkan kesempatan bagi anak-anak yang telah kehilangan orang tua mereka (atau orang tua yang kurang mampu) pada ledakan bom tanggal 12 Oktober lalu untuk mendapatkan pendidikan. Dana ini akan diberikan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak tersebut dari jenjang pendidikan mereka sekarang sampai universitas.

Sumbangan materi untuk YKIP sangat dibutuhkan sekarang untuk mendanai peningkatan pelayanan medis dan fasilitas rumah sakit di Bali. Dengan bantuan yang diberikan berarti YKIP sudah tinggal selangkah lagi menuju tercapainya tujuan utamanya. Sumbangan untuk Yayasan dapat dilakukan melalui situs web: www.ykip.org

YKIP sangat berterimakasih atas dukungan dan bantuan yang tak ternilai dari pemerintah Indonesia, Gubernur Bali, para pendiri YKPI termasuk Jo Rosarius, Dr. Anak Agung Asmarajaya, Ibu Ari Murti , dan Freddy Subiyanto, dan semua masyarakat Bali, indonesia dan orang asing yang tinggal di Bali yang telah bekerja tanpa mengenal egois dan lelah untuk membantu mengatasi penderitaan akibat peristiwa 12 Oktober itu.

PENUTUP
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kesempatan wawancara dengan direktur YKIP, silakan menghubungi Kevin Lovett, nomor telepon: 62-361-730 826 atau 62-812 3808 095, email: reachout@dps.centrin.net.id

CATATAN UNTUK PARA JURNALIS
YKIP akan sangat menghargai publikasi dari situs web Yayasan, www.ykip.org, di berbagai media, untuk menggugah datangnya sumbangan bagi konstruksi awal Trauma Centre Kemanusiaan Ibu Pertiwi di Bali.

 
HALAMAN UTAMA     VISI & MISI     PROYEK     BERITA     DUKUNGAN     SUMBANGAN     TENTANG KAMI     HUBUNGI KAMI     LINKS

Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) - Tel: +62 361 759544 Fax: +62 361 755024 Email: info@ykip.org