Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP)
     
 
BERITA > Siaran Pers ENGLISH VERSION English Version
 
Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi memusatkan usahanya dalam pengembangan jasa medis dan rumah sakit di Bali.
 
Berita
Yayasan Kemanusiaan Bali Bangkit Dari Reruntuhan

12 November 2002

Hanya satu bulan setelah penghancuran Kuta oleh bom, sebuah kelompok yang terdiri dari penduduk Bali dan orang - orang asing yang terkemuka telah menggabungkan kekuatan untuk membentuk sebuah yayasan kemanusiaan yang diabdikan untuk meningkatkan fasilitas medis dan rumah sakit di Bali secara drastis.

Diberi nama Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) bertekad bahwa sesuatu yang baik harus lahir dari tragedi ini. Yayasan ini mengabdikan diri seluruhnya untuk mengenang semua orang dari berbagai negara yang meninggal dan ratusan lainnya yang terluka pada tanggal 12 Oktober 2002.

Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi memusatkan usahanya dalam pengembangan jasa medis dan rumah sakit di Bali, yang didasarkan pada prinsip demokrasi ketersediaan pelayanan untuk semua orang sesuai dengan kebutuhannya, tanpa melihat ras, agama ataupun kewarganegaraannya.

Prioritas yang tinggi bagi Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi adalah untuk menggalang dana untuk membangung sebuah Trauma Center yang terletak di rumah sakit utama di Bali. Dr. Anak Agung Ngurah Asmarajaya, seorang ahli bedah plastik terkemuka di Bali, selama beberapa tahun ini telah memimpikan adanya sebuah gedung khusus untuk bagian trauma di Bali. Tetapi dana tidak tersedia untuk mewujudkan visinya tersebut. Jadi pada tanggal 12 Oktober yang lalu ia menangani krisis medis masal tersebut dengan lebih banyak mengandalkan semangat dan keberanian dari para karyawan rumah sakit.

Dr Asmarajaya berkata bahwa ada kemungkinan lebih dari 10 nyawa dapat diselamatkan jika Pusat Trauma yang diusulkan sudah dapat merawat korban pengeboman di Bali.

Dr. Asmarajaya, seorang anggota keluarga kerajaan di Peliatan, merupakan salah salah seorang pemimpin dari kelompok warga lokal dan expatriat terkenal di Bali, yang sekarang telah mendirikan YKIP. Yayasan ini didekasikan untuk menyediakan fasilitas perawatan medis berkualitas untuk warga lokal, mancanegara, dan jutaan turis yang datang setiap tahunnya.

Trauma Center Ibu Pertiwi juga akan berfungsi sebagai peringatan yang layak dan abadi bagi mereka yang telah kehilangan nyawa atau terluka parah pada tragedi 12 Oktober yang lalu. Pengorbanan mereka tidak akan sia-sia.

Prakarsa awal lainnya dari YKIP adalah memproduksi video Penyuluhan Trauma yang berdurasi 30 menit kepada masyarakat Bali menggunakan pertunjukan Wayang Kulit tradisional sebagai perantara. Video ini akan disiarkan di stasiun televise local, sekolah-sekolah dan siaran radio. Usul ini masih berada di bawah USAID untuk masalah dana.

Dana Anak-Anak Bali YKIP yang direncanakan bersama guru-guru dari Bali International School, Dyatmika School dan Australian International School akan menyediakan dana yang dikhususkan untuk meningkatkan kualitas edukasi anak-anak yang kehilangan orang tuanya (atau yang orang tuanya mengalami cacat permanen) dalam peristiwa pemboman 12 Oktober. Apabila dana mencukupi, komitmen ini akan mencakup semua kebutuhan sekolah dari setiap anak, dari saat ini sampai mencapai universitas.

Target lain yang berhasil di catat adalah keterlibatan YKIP yang cukup erat di dalam kepanitiaan yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Bali yang memastikan bahwa semua sumbangan obat-obatan dibagian kepada mereka yang memerlukan sesuai kebutuhan.

Sumbangan dana untuk Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) benar-benar sangat dibutuhkan sekarang untuk meningkatkan fasilitas medis dan rumah sakit di Bali. Kalau kebutuhan ini terpenuhi, berarti YKIP selangkah lebih dekat dalam usaha mencapai tujuan utamanya. Sumbangan kepada Yayasan ini dapat dilihat di situs: www.ykip.org

Dewan Pimpinan YKIP sangatlah menyadari pentingnya efektivitas dan efisiensi dalam semua usahanya, dan juga transparansi penuh dan penerapan standar etis tinggi dalam mengelola dana sumbangan yang ada. Karena itu, Yayasan telah membentuk sebuah badan pengawas/audit yang sepenuhnya independen, untuk memastikan bahwa semua dana sumbangan digunakan sesuai dengan tujuan awalnya, secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

YKIP sangat berterimakasih atas dukungan dan bantuan yang tak ternilai dari pemerintah Indonesia, Gubernur Bali, para pendiri YKPI termasuk Jo Rosarius, DR Anak Agung Asmarajaya, Ibu Ari Murti , dan Freddy Subiyanto, dan semua masyarakat Bali, indonesia dan orang asing yang tinggal di Bali yang telah bekerja tanpa mengenal egois dan lelah untuk membantu mengatasi penderitaan akibat peristiwa 12 Oktober itu.

PENUTUP
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kesempatan wawancara dengan direktur YKIP, silakan menghubungi Kevin Lovett, nomor telepon: 0361-730 826 atau 0812 3808 095.

CATATAN UNTUK PARA JURNALIS
YKIP akan sangat menghargai publikasi dari situs web Yayasan, www.ykip.org, di berbagai media, untuk menggugah datangnya sumbangan bagi konstruksi awal Trauma Centre Kemanusiaan Ibu Pertiwi di Bali.

 
HALAMAN UTAMA     VISI & MISI     PROYEK     BERITA     DUKUNGAN     SUMBANGAN     TENTANG KAMI     HUBUNGI KAMI     LINKS

Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) - Tel: +62 361 759544 Fax: +62 361 755024 Email: info@ykip.org