| Sahabat-sahabat YKIP,
Waktu adalah sebuah angan-angan nisbi. Ia seperti sungai
yang menghanyutkan kita dalam aliran kegiatan sehari-hari.
Kita menapaki evolusi melalui perubahan. Penerbitan
kedua laporan berkala Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi
atau YKIP ini, dilakukan 9 minggu setelah kejadian mengerikan
pada tanggal 12 Oktober. Dalam analogi waktu sebagai
sungai, telah banyak air yang mengalir di bawah jembatan
dan kehidupan kita sejak malam dengan teror keji itu.
Pengalaman menakjubkan tentang kebersamaan yang dirasakan
dalam hari-hari pertama setelah peristiwa pemboman itu
tetap mengilhami kita yang hidup di Bali, masyarakat
lokal, ekspatriat dan komunitas internasional yang lebih
luas. Sunggu ironis bahwa bencana yang sangat dahsyat
itu dapat secara sepadan menghasilkan aliran energi
positif pendukung kehidupan berupa pembaharuan, regenerasi,
dan kebangkitan kembali. Memang inilah Pulau Bali di
mana hubungan antara Sekala dan Niskela (yang tampak
dan yang tersembunyi) bermain dalam kehampaan penampakan
sehari-hari. Bali tetap terserap dalam kisah magisnya,
dan kita juga tetap terpana dan terkuatkan oleh masyarakat
Bali yang masih berjuang untuk mengatasi kenyataan yang
ada.
Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi telah sangat berevolusi
dalam bulan terakhir ini mencerminkan komitmen dinamis
dari para anggotanya. Rapat-rapat kini diadakan tidak
lagi setiap minggu tapi sekali dalam 2 minggu tetapi
aktivitas tetap berlanjut dalam berbagai komite seperti
yang ditetapkan dalam Struktur Organisasi YKIP http://www.ykip.org/orgchartid.asp.
Saya bangga untuk melaporkan kemajuan berarti dalam
inisiatif-inisiatif YKIP berikut ini, mengetahui bahwa
aktivitas-aktivitas ini sedang berlangsung serentak
di sejumlah garis depan.
Proyek-proyek yang sedang dikerjakan::
- 1. Komite Pelatihan Medis YKIP mengajukan
diri untuk berperan sebagai fasilitator dan donor,
untuk mendorong Kultur Medis bagi para Dokter, Mahasiswa
Kedokteran dan Paramedis yang tinggal dan belajar
di Bali.
Dr Carlo Forzinetti, seorang lulusan Universitas
Milan dan ahli bedah kardiovaskular yang selama
ini menjadi Ahli Bedah Jantung Tamu di berbagai
fakultas medis internasional di seluruh dunia mengepalai
Komite Pelatihan Medis YKIP. Carlo memanfaatkan
kedalaman pengalamannya dalam pelatihan medis ketika
menyelesaikan proposal komite untuk membantu dan
meningkatkan perpustakaan medis di Universitas Udayana
Bali. Komite menyadari kurangnya perpustakaan yang
lengkap dan teratur sebagai salah satu masalah terbesar
yang dihadapi oleh para dokter dan mahasiswa kedoteran
di Bali.
Dr Forzinetti berkata “suatu perpustakaan
medis kelas utama dalam hal standar dan format IT
adalah sangat penting bagi para profesional medis
di Bali untuk mencapai standar internasional dalam
praktek terbaik dan untuk selalu mengejar informasi
medis modern yang berubah cepat.
“Dr Tjakra Wibawa Manuaba, Dr Anwar Santosa
dan saya sendiri telah mendatangi Dekan Fakultas
Kedokteran Universitas Udayana di Denpasar, Professor
Suata, bersama dengan Ketua Program Pelatihan Medis
berbahasa Inggris Udayana untuk mengajukan proposal
buat membantu mendirikan dan mengorganisasikan suatu
perpustakaan medis kelas dunia, yang saat ini belum
ada.
“Saya senang untuk melaporkan bahwa proposal
perpustakaan medis telah mendapatkan dukungan antusias
dari Dekan Kedokteran yang telah berusaha menyediakan
lokasi dan jaringan logistik yang diperlukan di
Universitas Udayana.” Dr Forzinetti berkata.
YKIP bermaksud tidak hanya menyediakan buku-buku
medis dan majalah-majalah khusus untuk perpustakaan
tetapi juga melalui jaringan luas kontak medis akan
mendorong sumbangan dan bantuan belajar dari sesama
lembaga dan fakultas medis internasional.
Komite Pelatihan Medis YKIP juga berencana menyelenggarakan
kursus pelatihan medis khusus dan hibah penelitian
dengan dukungan dari Fakultas Kedokteran Universitas
Udayana dan dalam kerangka kurikulum baru yang dibuat
oleh pihak Universitas dan Menteri Pendidikan Indonesia.
Dr Forzinetti melaporkan bahwa suatu kesepakatan
informal menunjuk pada RS Sanglah Bali sebagai lokasi
untuk penyelenggaraan kursus pelatihan medis ini.
Sebuah perkiraan anggaran yang mencakup kebutuhan
dana dalam tahun pertama untuk inisiatif ini akan
diumumkan dalam bulan Januari 2003.
- Pembaharuan Fasilitas Medis jangka panjang
YKIP.
Komite YKIP melihat usaha dari dua ekspatriat Bali
yang sangat berpengalaman, Richard Flax dan Peter
Richter dalam menangani komitmen YKIP yang terkandung
dalam pernyataan misi kami “untuk meningkatkan
pelayanan kesehatan dan rumah sakit di Bali berdasarkan
prinsip aksesibilitas untuk semua orang menurut
kebutuhan masing-masing tanpa memperhatikan suku,
agama atau kebangsaannya.”
Perbaikan jangka-panjang dari fasilitas medis di
Bali disadari merupakan wilayah yang sangat menantang
untuk dikaji dan dibangun. Komite saat ini menunggu
laporan lengkap AusAid dari Pemerintah Australia
mengenai kondisi terakhir fasilitas medis di pulau
ini. Pemerintah Australia bermaksud membantu perbaikan
berarti bagi fasilitas di RUSP Sanglah Denpasar,
dan telah mengundang komite YKIP kami untuk mengidentifikasi
dan membuat proposal dengan sasaran jangka-panjang
lain.
Proyek Pengembangan ‘Klinik Medis Komunitas
Legian’
Richard Flax sangat memenuhi persyaratan untuk mengkaji
kebutuhan Puskesmas; Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)
adalah jaringan pemerintah yang terutama berupa pusat
pelayanan kesehatan primer yang menyalurkan pasien
kepada rumah sakit. Jaringan ini tersebar di seluruh
Indonesia dan di Bali ada 107 klinik medis untuk masyarakat
bawah seperti ini. Sebagai pemukim di Kuta, wilayah
Legian, Richard adalah seorang komunikator fasih dalam
Bahasa Indonesia dan Inggris dan memiliki banyak pengalaman
organisasi medis yang diperolehnya selama keterlibatan
jangka-panjang dalam evakuasi medis dari Bali.
Richard berkata; “para anggota YKIP sedang
berdiskusi dengan masyarakat lokal Bali dalam Parum
Samigita, Forum Komunitas dari Banjar (kelompok
komunitas) Seminyak, Legian, dan Kuta, mengenai
kemungkinan YKIP membuat proposal Bali untuk penyelenggaraan
sebuah klinik Puskesmas di wilayah Legian. Sepotong
tanah telah disisihkan untuk tujuan ini oleh pemerintah
beberapa waktu lalu tetapi dananya belum tersedia
untuk melanjutkan proyek ini.
“Konsepnya adalah mengembangkan dan membangun
suatu klinik medis komunitas baru yang terpadu di
pulau ini, YKIP bersama Puskesmas berencana meningkatkan
pelayanan kesehatan primer untuk keluarga masyarakat
Bali pada umumnya. Inisiatif ini akan berdampak
positif langsung terhadap kehidupan sejumlah besar
orang dalam waktu sesingkatnya dan dengan penggunaan
sumberdaya finansial YKIP yang paling efektif.”
YKIP juga selalu berhubungan dengan Kepala Administrasi
Royal Perth Hospital di Australia Barat. Dr Bill
Beresford sangat antusias dalam dukungannya terhadap
proyek ini. Dr Beresford telah menawarkan untuk
menyediakan sebuah tim berpengalaman untuk mengkaji
fasilitas Puskesmas saat ini dan membantu pengembangan
rencana tindakan berkelanjutan untuk mengimplementasi
usulan Klinik Puskesmas Legian yang baru. YKIP bermaksud
mengembangkan program pelatihan medis baru pada
tingkat komunitas masyarakat bawah di seluruh Bali
berdampingan dengan usaha Dr Carlo Forzinetti bersama
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana seperti
disebutkan sebelumnya. Kebutuhan dana untuk proyek
ini masih sedang dikembangkan.
Bali International Memorial Hospital.
Project ini didorong oleh Peter Richter. Peter adalah
anggota pendiri YKIP dan juga sebagai anggota Rotary
Club Bali Nusa Dua. Ia juga seorang Managing Director
dari suatu perusahaan internasional konsultan konstruksi
yang telah memiliki pengalaman luas di seluruh Asia
Tenggara. Pada rapat YKIP tanggal 14 Desember Peter
menyampaikan Memorandum Informasi berjudul Bali
International Memorial Hospital (BIMH) yang telah
ia siapkan bersama Hanover Associates, sebuah perusahaan
yang berpengalaman dalam pembangunan rumah sakit
di Asia. Hanover Associates Inc (HAI) telah akrab
dengan pasar pelayanan kesehatan pribadi dan umum
di Bali dan telah menyelenggarakan berbagai kajian
mewakili organisasi pelayanan kesehatan lain.
BIMH adalah sebuah proyek rumah sakit pelayanan
gawat darurat bernilai US$15 juta yang diusulkan
untuk menyediakan pelayanan kesehatan murah untuk
penduduk Bali yang disubsidi oleh layanan kesehatan
pribadi bagi para turis dan pengunjung lain di Bali.
Selain itu, rumah sakit ini akan berfungsi sebagai
model bagi pelayanan kesehatan di Indonesia dan
sebagai rumah sakit pelatihan bagi para dokter,
perawat dan karyawan pendukung di Bali. Rumah sakit
ini juga akan berfungsi sebagai basis buat misi
medis amal dan program bantuan yang didesikan kepada
peningkatan kesehatan seluruh penduduk Bali. HAI
berpendapat bahwa rumah sakit dengan 50 tempat tidur
adalah ukuran yang optimum bagi suatu fasilitas
kesehatan amal/pribadi yang berdiri sendiri di Bali.
BIMH akan menjadi rumah sakit diagnostik dan bedah
modern berstandar internasional yang akan mempekerjakan
staf berkualitas baik asing mau pun lokal. Selain
mencari akreditasi ISO 9002 dan Joint Commission
International Accreditation (JICA), BIMH akan berusaha
mencapai Pusat Perawatan Trauma Tingkat Satu dari
Dewan Standar Bedah Amerika bagi Unit Trauma.
Dana total dari proyek seperti disebut di atas
adalah US$ 15 juta yang dari mana sepetak tanah
seluas sekitar 17.000 m2 berlokasi di seputar Kuta
dan telah dinilai secara konservatif seharga US$
4 juta telah disumbangkan secara demawan kepada
proyek ini. Berarti YKIP tinggal mencari US$ 11
juta untuk melengkapi pendanaannya. Peter Richter
dan Richard Flax akan terus mempelajari kedua proposal
penting ini guna mencari solusi bagi masalah di
Bali yang sangat penting ini.
- Video Penerangan Trauma Wayang Kulit.
Pertunjukan pertama konsep yang menarik dan inovatif
dalam menyampaikan pesan-pesan penerangan trauma
ini, melalui medium Wayang Kulit tradisional masyarakat
Bali yang telah berabad usianya, telah diselenggarakan
bagi ribuan masyarakat lokal penonton yang antusias,
pada malam tanggal 12 Desember. Secara harfiah Wayang
Kulit adalah boneka datar terbuat dari kulit yang
dipertunjukkan dalam sandiwara bayangan boneka.
Fokus perhatian utama selama pertunjukan adalah
bayangan boneka yang ditampilkan pada sebuah layar
(kelir). Boneka-boneka ini dimainkan oleh Dalam
(narator mistik dari belakang layar). Acara itu
berjudul “Malam Damai dan Kebersamaan”
yang diselenggarakan oleh Parum Samigita di pantai
depan Hotel Legian Beach. Acara ini di-kosponsori
oleh sejumlah LSM yang terkait dengan Bali Recovery
Group, yang mencakup YKIP.
Pertunjukan itu menunjukan performa energetik dari
Dalam, I Made Sidia dan kelompoknya yang berkeliling
di panggung belakang dengan skateboard sementara
menggerakan wayang. Pemandangan klasik Balik yang
diproyeksikan oleh komputer ditampilkan bersama
boneka tradisional dan bebunyian gong, saron, drum
dan keyboard. Seorang antropolog, Rucina Ballinger
menjelaskan ‘kisah ini berkaitan dengan Siwa
Tattawa dan dimainkan pada layar besar melalui kerja
keras Siwa yang berperang dengan berbagai Dewa sementara
mencari istrinya Uma yang telah ia kirimkan ke bumi
dalam bentuk jahat Durga atau Rangda sang penyihir.
Ia bekerjasama dengan bhuta kala atau iblis untuk
menciptakan bencana dan kehancuran. Dewa lain di
surga turun dan berperan sebagai Barong dan penari
bertopeng untuk mengalihkan perhatian para iblis
dan membujuk Siwa untuk kembali ke surga.”
Dasar dari pemboman Kuta, dampaknya terhadap komunitas
pulau, dan pesan-pesan penyembuhan dan rekonsiliasi
terekam dalam sejarah Bali melalui medium unik ini.
Tema-tema kunci dalam pertunjukan ini adalah:
- mengambil hal negatif dan menutupinya dengan
topen dapat mengubahnya menjadi energi positif
untuk mengendalikan emosi, kemarahan, dan kepedihan.
- sikap negatif akan merusak hidup kita.
- hiduplah sepenuhnya dengan kegembiraan; dengan
mengingat dan menghormat sesama kita.
- seni pertunjukan adalah kesempatan bagi kemanusiaan
untuk bersentuhan dengan Tuhan. Tanpa musik, tarian
dan puisi, hidup akan kosong. Melalui seni kita
dapat menjinakkan iblis di dalam dan di luar diri
kita dan yang terpenting kita dapat menggunakan
seni sebagai obat untuk menyembuhkan diri kita.
Video dan VCD dari pertunjukkan ini akan dilepas
kepada komunitas Bali secara lebih luas. Sebuah
program untuk mengkoordinir pertunjukan video ini
di Banjar-banjar dan modifikasi dialog buat anak-anak
serta versi bahasa Inggris akan dikerjakan. UNICEF
telah secara dermawan menawarkan untuk memberi dana
bagi usaha berkelanjutan ini. Inisiatif ini adalah
ide dari Cody Shwaiko dari YKIP yang membuat proposal
asli dengan bantuan International Medical Corps
(IMC). Konsep yang mengesankan ini dengan cepat
mendapat dukungan finansial dari USAID. Dengan kolaborasi
Rucina Ballinger, bakat terilhami dari dalam I Made
Sidia bersama dengan tim produksi dari Video Bali,
YKIP sangat bangga dengan proyek ini, yang telah
diselenggarakan oleh anggota yayasan Elizabeth Magson
dan Nyoman Sumaartha. Selamat buat semua yang telah
terlibat.
- YKIP – K.I.D.S. (Kuta International
Disaster Scholarship) – Beasiswa untuk korban
bencana di Kuta.
Ide awal YKIP adalah memberi dukungan kepada tiga
sekolah internasional besar di Bali (The Bali International
School, The Australian International School dan
Sekolah Dyatmika) untuk mengembangkan suatu program
untuk menolong anak-anak yatim korban tragedi di
Kuta. Pada dasarnya ide itu adalah "anak-anak
membantu anak-anak". Tetapi bagaimanapun juga
kami merasa gembira melihat inisiatif ini berkembang
dan YKIP telah menggabungkan kekuatan dengan banyak
kelompok dan individual yang berpikiran sama.
Seperti yang telah dijelaskan pada newsletter sebelumnya,
YKIP memiliki Mark Keatinge (yang mengatur bangsal
"Melati" di rumah sakit Sanglah pada hari
Minggu, 13 Oktober) mengkoordinasi aktifitas yayasan
di bidang ini. Mark menjelaskan "YKIP sekarang
telah menggabungkan kekuatan dengan Yayasan Bali
K.I.D.S. (sebuah yayasan nirlaba yang didukung oleh
Courts Furniture Stores) diketuai oleh seorang yang
lahir di Bali, Sara Pramana. K.I.D.S. menyediakan
bantuan di bidang program outreach dana dari rekening
YKIP – K.I.D.S. yang mana dana ini terpisah
dari dana utama YKIP. Para penyalur dana itu termasuk
Rotary, BIWA (Bali International Womens Assoc.)
ketiga sekolah internasional, YKIP dan Bali K.I.D.S.
Kami juga mendapat dukungan dari beberapa individu
yang dengan tanpa lelah membantu keluarga-keluarga
di daerah terpisah dengan upaya mereka sendiri".
Ini adalah suatu persatuan yang hebat dari kemanusiaan
untuk mendukung kebutuhan pendidikan yang sedang
berjalan bagi anak-anak yang kehilangan orang tua
mereka pada saat kejadian di Kuta. Sejauh ini kami
telah mendata 49 orang anak yatim dan mungkin masih
banyak lagi yang lain. Anak yang termuda baru berumur
4 bulan dan masih ada beberapa kehamilan menunggu
waktunya, maka dari itu program ini mungkin akan
berlangsung sampai 21 tahun lamanya. Kami memperkirakan
jumlah dana yang dibutuhkan berkisar A$200,000 (dolar
Australia).
Pada masa yang akan datang, halaman situs web diperuntukkan
bagi donatur individual, kegiatan outreach dari
Yayasan Bali K.I.D.S., perjanjian kerjasama (MOU)
antara penyandang dana dan lainnya, akan tampil
semua dalam situs web YKIP agar dapat dilihat oleh
anak-anak sekolah dan para pendukung di seluruh
dunia dan dipantau perkembangannya.
- Penanganan dan Penyaluran Sumbangan Obat-obatan
Ketua YKIP, David Magson telah terlibat dan berusaha
dengan keras untuk mengidentifikasi, membandingkan
dan kemudian mengkoordinasi penyaluran dari kuran
lebih 20 ton sumbangan obat-obatan yang hampir semuanya
dari luar negeri tapi ada juga dari Indonesia sendiri.
Dengan mengandalkan keahlian matematikanya yang
luas, David menjelaskan bagaimana hambatan telah
diatasi dan efisiensi telah dicapai untuk dapat
terciptanya solusi bagi seluruh kegiatan tim.
David berkata, "Elizabeth istri saya sebagai
salah seorang anggota YKIP menjadi orang utama yang
dapat dihubungi sehubungan dengan banyaknya sumbangan
obat-obatan yang mengalir ke Bali menyusul kejadian
ledakan bom. Ini kemudian membawa ke posisi di mana
YKIP atas nama para Donatur (kira-kira ada 178 perorangan
dan kelompok), dalam sebuah komite yang dibentuk
oleh Gubernur Bali untuk memastikan bahwa sumbangan
obat-obatan tersebut dapat tersalurkan dengan benar.
Keterlibatan YKIP secara langsung adalah pada pendanaan
pembangunan dari 3 buah tempat penyimpanan di rumah
sakit Sanglah (kira-kira 67 juta rupiah), pengembangan
dari sistem kontrol inventori, pengadaan komputer
dan operator (apoteker yang terlatih) sampai dengan
Juni 2003, dan juga pendanaan untuk label obat dan
pemasukan data obat (43.000 jenis dan masih terus
dihitung). Organisasi lain juga telah terlibat termasuk
AusAid yang telah menyediakan jasa konsultan untuk
mengurus segala prosedur; IMC (International Medical
Corps) yang telah membayar untuk uji coba obat-obatan;
dan juga tentunya para donatur, termasuk di dalamnya
Radi SA.FM di Adelaide, Australia Selatan melalui
OPAL demikian juga Wiwie Harris selaku ketua komite
Administrasi dan karyawan Mitrais yang telah bekerja
keras dalam proyek ini".
Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, waktu
itu bagaikan sungai yang mengalir menyapu kita,
dan tidak pernah berhenti membuat saya takjub bagaimana
manusia biasa terperangkap dalam situasi yang luar
biasa, masih bisa menyadap saluran produktifitas
mereka untuk sedikit lebih maju, dan berada pada
jalanya sedikit lebih lama. Mengingatkan saya pada
kutipan dari Dalai Lama ke 14;
"Jangan Pernah Menyerah
Apa pun yang sedang terjadi
Jangan Pernah Menyerah
Kembangkan Hati
Terlalu banyak kekuatan di negaramu
Melemahkan perkembangan pikiran
Sebaliknya dari Hati
Jadilah Murah Hati, bukan hanya kepada teman-temanmu
Tapi semuanya
Jadilah Murah Hati, bekerja untuk Perdamaian
Bekerja untuk Perdamaian dan saya ucapkan lagi,
Jangan Pernah Menyerah
Apapun yang sedang terjadi
Apapun yang sedang berjalan di sekitarmu
Jangan Pernah Menyerah"
- MCVT (Mass Casualty Volunteer Team) - Tim
Relawan untuk kejadian yang mengakibatkan banyak korban.
Kim Patra, seorang warga negara Indonesia adalah
anggota YKIP yang telah bekerja tanpa lelah meringankan
penderitaan korban di rumah sakit-rumah sakit dan
mengatur perawatan selama krisis ini dan setelah
tragedo ledakan di Kuta. Kim terlatih di bidang
perawatan, spesialis evakuasi obat-obatan dan sekarang
bekerja sama dengan Richard Flax untuk membentu
tim Relawan untuk para korban (MCVT) di pulau ini.
Kim menjelaskan "Tim Relawan untuk korban kerusuhan
(MCVT) akan menjadi sebuah tim yang beranggotakan
orang-orang yang berkualitas dan sedang tidak bekerja
pada pelayanan gawat darurat. Konsep dari pembentukan
tim ini adalah agar tersedia relawan yang selalu
siap siaga, jadi apabila terjadi kerusuhan di masa
yang akan datang, mereka dapat segera dikirim ke
tempat kejadian atau ke rumah sakit, dengan tujuan
untuk membantu fasilitas medis yang ada. Setiap
relawan akan dilengkapi dengan peralatan pertolongan
pertama yang berisi perbekalan secukupnya untuk
membantu 10 – 20 orang korban. Program pelatihan
relawan yang sedang berjalan akan terdiri dari keterangan
spesifik seperti respon terhadap korban kerusuhan,
korban ledakan, perang senjata biokimia dan perawatan
diri sendiri."
Perlengkapan MCVT sudah selesai dibuat di Bali International
School dan relawan juga sudah terdaftar, disaring
dan disiapkan untuk pengarahan. Palang Merah Indonesia
cabang Bali juga bekerja meningkatkan kesiagaannya
untuk keadaan gawat darurat di masa yang akan datang.
Palang Merah Australia, telah menempatkan dua orang
staffnya di Bali untuk membantu mereka dan akan
menyumbangkan tiga ambulans.
- Bantuan medis secara langsung untuk penduduk
Bali yang mengalami luka bakar.
Masih ada satu orang korban dirawat di rumah sakit
dan 20 orang lainnya masih memerlukan rawat jalan.
YKIP bekerja sama dengan Bali Hati, sebuah Yayasan
amal yang memberikan sumbangan besar untuk membantu
pekerjaan ini. YKIP menyediakan obat-obatan dan
pendanaan juga hubungan antar kelompok yang terlibat.
- Penggalian Dana.
David dan Elizabeth Magson baru-baru ini menghadiri
penggalian dana di Hong Kong yang diadakan oleh
Hong Kong Rugby Club, yang telah kehilangan beberapa
anggota mereka pada tragedi 12 Oktober lalu. Pada
acara itu ditampilkan sebuah presentasi power point
dari YKIP. David melaporkan bahwa antara US$ 650,000
– US$ 750,000 telah dijanjikan kepada dana
yang dapat dipercaya yang akan diatur oleh Hong
Kong Rugby Club dan setelah presentasi, YKIP diundang
untuk membuat sebuah aplikasi untuk mengatur penggunaan
dari dana ini.
Presentasi power point telah terbukti sebagai
alat yang sangat kuat untuk komunikasi dan Peter
Richter juga melaporkan bahwa kesan yang sama juga
didapat dari para pendengar waktu ia membawakannya
di Southbank Rotary Club Melbourne.
Komite penggalia dana YKIP terus secara aktif
mencari bantuan kepada komunitas yang lebih luas
dalam bentuk materi dan jasa, baik dari dalam negeri
maupun internasional, saya pikir setelah membaca
newsletter ini, anda dapat mulai menghargai pandangan
dari anggota-anggota YKIP bahwa tantangan terbesar
di Bali menunggu kita semua dengan segala kemungkinannya.
Akhirnya, saya ingin memberikan penghargaan kepada
salah seorang anggota yayasan kami yang bekerja
keras, juga sebagai bendahara YKIP, Ken Grant. Seseorang
yang mempunyai segudang bakat, Ken tidak hanya pandai
bicara dan kreatif tetapi tetap sebagai operator
ahli pada masa krisis ini. Ia dengan bertindak tenang
dalam kekacauan. Presentasi power point YKIP adalah
salah satu hasil kreasi Ken untuk membantu proses
penggalian dana kami.
Isi dari newsletter YKIP edisi kedua ini setidak-tidaknya,
kiranya, saya percaya dapat memberikan pengertian
apa yang sedang kita tuntut sebagai yayasan bahwa
intisari dari kita semua sudah pasti lebih besar
daripada jumlah kita per bagian”.
Anggota YKIP menyampaikan Salam Sejahtera kepada
seluruh pendukung kami menjelang Hari Natal yang
akan datang ini dan Tahun Baru 2003.
Bolehkah saya meminta anda untuk meneruskan newsletter
ini kepada saudara dan teman-teman anda di seluruh dunia
yang mungkin berminat membantu kerja penting YKIP di
Bali.
Sumbangan materi anda untuk Yayasan Kemanusiaan Ibu
Pertiwi sangat dibutuhkan sekarang untuk kemajuan dari
perwujudan lingkungan sehat seperti yang telah disebutkan
sebelumnya dalam newsletter ini. Sumbangan untuk YKIP
dapat dilakukan di http://www.ykip.org/dnt_generalfundsid.asp
atau http://www.ykip.org/dnt_childrenfundsid.asp.
Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi memiliki Pengawas/Badan
Auditor Independen untuk memastikan bahwa semua dana
akan dikelola dan dipergunakan sesuai dengan tujuannya
dan dengan cara yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Semoga anda semua dalam kondisi Sehat, Damai dan Sejahtera.
Salam hangat,
Kevin Lovett.
Sekretaris Kehormatan, Pengurus YKIP |