Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP)
     
 
BERITA > Newsletters ENGLISH VERSION English Version
 
'the essence' Newsletter bulanan dari Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi.
 
Berita
#2 Vol.1 - 15 Desember 2002

Sahabat-sahabat YKIP,

Waktu adalah sebuah angan-angan nisbi. Ia seperti sungai yang menghanyutkan kita dalam aliran kegiatan sehari-hari. Kita menapaki evolusi melalui perubahan. Penerbitan kedua laporan berkala Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi atau YKIP ini, dilakukan 9 minggu setelah kejadian mengerikan pada tanggal 12 Oktober. Dalam analogi waktu sebagai sungai, telah banyak air yang mengalir di bawah jembatan dan kehidupan kita sejak malam dengan teror keji itu.

Pengalaman menakjubkan tentang kebersamaan yang dirasakan dalam hari-hari pertama setelah peristiwa pemboman itu tetap mengilhami kita yang hidup di Bali, masyarakat lokal, ekspatriat dan komunitas internasional yang lebih luas. Sunggu ironis bahwa bencana yang sangat dahsyat itu dapat secara sepadan menghasilkan aliran energi positif pendukung kehidupan berupa pembaharuan, regenerasi, dan kebangkitan kembali. Memang inilah Pulau Bali di mana hubungan antara Sekala dan Niskela (yang tampak dan yang tersembunyi) bermain dalam kehampaan penampakan sehari-hari. Bali tetap terserap dalam kisah magisnya, dan kita juga tetap terpana dan terkuatkan oleh masyarakat Bali yang masih berjuang untuk mengatasi kenyataan yang ada.

Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi telah sangat berevolusi dalam bulan terakhir ini mencerminkan komitmen dinamis dari para anggotanya. Rapat-rapat kini diadakan tidak lagi setiap minggu tapi sekali dalam 2 minggu tetapi aktivitas tetap berlanjut dalam berbagai komite seperti yang ditetapkan dalam Struktur Organisasi YKIP http://www.ykip.org/orgchartid.asp.
Saya bangga untuk melaporkan kemajuan berarti dalam inisiatif-inisiatif YKIP berikut ini, mengetahui bahwa aktivitas-aktivitas ini sedang berlangsung serentak di sejumlah garis depan.

Proyek-proyek yang sedang dikerjakan::

  1. 1. Komite Pelatihan Medis YKIP mengajukan diri untuk berperan sebagai fasilitator dan donor, untuk mendorong Kultur Medis bagi para Dokter, Mahasiswa Kedokteran dan Paramedis yang tinggal dan belajar di Bali.

    Dr Carlo Forzinetti, seorang lulusan Universitas Milan dan ahli bedah kardiovaskular yang selama ini menjadi Ahli Bedah Jantung Tamu di berbagai fakultas medis internasional di seluruh dunia mengepalai Komite Pelatihan Medis YKIP. Carlo memanfaatkan kedalaman pengalamannya dalam pelatihan medis ketika menyelesaikan proposal komite untuk membantu dan meningkatkan perpustakaan medis di Universitas Udayana Bali. Komite menyadari kurangnya perpustakaan yang lengkap dan teratur sebagai salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh para dokter dan mahasiswa kedoteran di Bali.

    Dr Forzinetti berkata “suatu perpustakaan medis kelas utama dalam hal standar dan format IT adalah sangat penting bagi para profesional medis di Bali untuk mencapai standar internasional dalam praktek terbaik dan untuk selalu mengejar informasi medis modern yang berubah cepat.

    “Dr Tjakra Wibawa Manuaba, Dr Anwar Santosa dan saya sendiri telah mendatangi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana di Denpasar, Professor Suata, bersama dengan Ketua Program Pelatihan Medis berbahasa Inggris Udayana untuk mengajukan proposal buat membantu mendirikan dan mengorganisasikan suatu perpustakaan medis kelas dunia, yang saat ini belum ada.

    “Saya senang untuk melaporkan bahwa proposal perpustakaan medis telah mendapatkan dukungan antusias dari Dekan Kedokteran yang telah berusaha menyediakan lokasi dan jaringan logistik yang diperlukan di Universitas Udayana.” Dr Forzinetti berkata.

    YKIP bermaksud tidak hanya menyediakan buku-buku medis dan majalah-majalah khusus untuk perpustakaan tetapi juga melalui jaringan luas kontak medis akan mendorong sumbangan dan bantuan belajar dari sesama lembaga dan fakultas medis internasional.

    Komite Pelatihan Medis YKIP juga berencana menyelenggarakan kursus pelatihan medis khusus dan hibah penelitian dengan dukungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan dalam kerangka kurikulum baru yang dibuat oleh pihak Universitas dan Menteri Pendidikan Indonesia. Dr Forzinetti melaporkan bahwa suatu kesepakatan informal menunjuk pada RS Sanglah Bali sebagai lokasi untuk penyelenggaraan kursus pelatihan medis ini. Sebuah perkiraan anggaran yang mencakup kebutuhan dana dalam tahun pertama untuk inisiatif ini akan diumumkan dalam bulan Januari 2003.

  2. Pembaharuan Fasilitas Medis jangka panjang YKIP.

    Komite YKIP melihat usaha dari dua ekspatriat Bali yang sangat berpengalaman, Richard Flax dan Peter Richter dalam menangani komitmen YKIP yang terkandung dalam pernyataan misi kami “untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan rumah sakit di Bali berdasarkan prinsip aksesibilitas untuk semua orang menurut kebutuhan masing-masing tanpa memperhatikan suku, agama atau kebangsaannya.”

    Perbaikan jangka-panjang dari fasilitas medis di Bali disadari merupakan wilayah yang sangat menantang untuk dikaji dan dibangun. Komite saat ini menunggu laporan lengkap AusAid dari Pemerintah Australia mengenai kondisi terakhir fasilitas medis di pulau ini. Pemerintah Australia bermaksud membantu perbaikan berarti bagi fasilitas di RUSP Sanglah Denpasar, dan telah mengundang komite YKIP kami untuk mengidentifikasi dan membuat proposal dengan sasaran jangka-panjang lain.

    Proyek Pengembangan ‘Klinik Medis Komunitas Legian’
    Richard Flax sangat memenuhi persyaratan untuk mengkaji kebutuhan Puskesmas; Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah jaringan pemerintah yang terutama berupa pusat pelayanan kesehatan primer yang menyalurkan pasien kepada rumah sakit. Jaringan ini tersebar di seluruh Indonesia dan di Bali ada 107 klinik medis untuk masyarakat bawah seperti ini. Sebagai pemukim di Kuta, wilayah Legian, Richard adalah seorang komunikator fasih dalam Bahasa Indonesia dan Inggris dan memiliki banyak pengalaman organisasi medis yang diperolehnya selama keterlibatan jangka-panjang dalam evakuasi medis dari Bali.

    Richard berkata; “para anggota YKIP sedang berdiskusi dengan masyarakat lokal Bali dalam Parum Samigita, Forum Komunitas dari Banjar (kelompok komunitas) Seminyak, Legian, dan Kuta, mengenai kemungkinan YKIP membuat proposal Bali untuk penyelenggaraan sebuah klinik Puskesmas di wilayah Legian. Sepotong tanah telah disisihkan untuk tujuan ini oleh pemerintah beberapa waktu lalu tetapi dananya belum tersedia untuk melanjutkan proyek ini.

    “Konsepnya adalah mengembangkan dan membangun suatu klinik medis komunitas baru yang terpadu di pulau ini, YKIP bersama Puskesmas berencana meningkatkan pelayanan kesehatan primer untuk keluarga masyarakat Bali pada umumnya. Inisiatif ini akan berdampak positif langsung terhadap kehidupan sejumlah besar orang dalam waktu sesingkatnya dan dengan penggunaan sumberdaya finansial YKIP yang paling efektif.”

    YKIP juga selalu berhubungan dengan Kepala Administrasi Royal Perth Hospital di Australia Barat. Dr Bill Beresford sangat antusias dalam dukungannya terhadap proyek ini. Dr Beresford telah menawarkan untuk menyediakan sebuah tim berpengalaman untuk mengkaji fasilitas Puskesmas saat ini dan membantu pengembangan rencana tindakan berkelanjutan untuk mengimplementasi usulan Klinik Puskesmas Legian yang baru. YKIP bermaksud mengembangkan program pelatihan medis baru pada tingkat komunitas masyarakat bawah di seluruh Bali berdampingan dengan usaha Dr Carlo Forzinetti bersama Fakultas Kedokteran Universitas Udayana seperti disebutkan sebelumnya. Kebutuhan dana untuk proyek ini masih sedang dikembangkan.

    Bali International Memorial Hospital.
    Project ini didorong oleh Peter Richter. Peter adalah anggota pendiri YKIP dan juga sebagai anggota Rotary Club Bali Nusa Dua. Ia juga seorang Managing Director dari suatu perusahaan internasional konsultan konstruksi yang telah memiliki pengalaman luas di seluruh Asia Tenggara. Pada rapat YKIP tanggal 14 Desember Peter menyampaikan Memorandum Informasi berjudul Bali International Memorial Hospital (BIMH) yang telah ia siapkan bersama Hanover Associates, sebuah perusahaan yang berpengalaman dalam pembangunan rumah sakit di Asia. Hanover Associates Inc (HAI) telah akrab dengan pasar pelayanan kesehatan pribadi dan umum di Bali dan telah menyelenggarakan berbagai kajian mewakili organisasi pelayanan kesehatan lain.

    BIMH adalah sebuah proyek rumah sakit pelayanan gawat darurat bernilai US$15 juta yang diusulkan untuk menyediakan pelayanan kesehatan murah untuk penduduk Bali yang disubsidi oleh layanan kesehatan pribadi bagi para turis dan pengunjung lain di Bali. Selain itu, rumah sakit ini akan berfungsi sebagai model bagi pelayanan kesehatan di Indonesia dan sebagai rumah sakit pelatihan bagi para dokter, perawat dan karyawan pendukung di Bali. Rumah sakit ini juga akan berfungsi sebagai basis buat misi medis amal dan program bantuan yang didesikan kepada peningkatan kesehatan seluruh penduduk Bali. HAI berpendapat bahwa rumah sakit dengan 50 tempat tidur adalah ukuran yang optimum bagi suatu fasilitas kesehatan amal/pribadi yang berdiri sendiri di Bali.

    BIMH akan menjadi rumah sakit diagnostik dan bedah modern berstandar internasional yang akan mempekerjakan staf berkualitas baik asing mau pun lokal. Selain mencari akreditasi ISO 9002 dan Joint Commission International Accreditation (JICA), BIMH akan berusaha mencapai Pusat Perawatan Trauma Tingkat Satu dari Dewan Standar Bedah Amerika bagi Unit Trauma.

    Dana total dari proyek seperti disebut di atas adalah US$ 15 juta yang dari mana sepetak tanah seluas sekitar 17.000 m2 berlokasi di seputar Kuta dan telah dinilai secara konservatif seharga US$ 4 juta telah disumbangkan secara demawan kepada proyek ini. Berarti YKIP tinggal mencari US$ 11 juta untuk melengkapi pendanaannya. Peter Richter dan Richard Flax akan terus mempelajari kedua proposal penting ini guna mencari solusi bagi masalah di Bali yang sangat penting ini.

  3. Video Penerangan Trauma Wayang Kulit.

    Pertunjukan pertama konsep yang menarik dan inovatif dalam menyampaikan pesan-pesan penerangan trauma ini, melalui medium Wayang Kulit tradisional masyarakat Bali yang telah berabad usianya, telah diselenggarakan bagi ribuan masyarakat lokal penonton yang antusias, pada malam tanggal 12 Desember. Secara harfiah Wayang Kulit adalah boneka datar terbuat dari kulit yang dipertunjukkan dalam sandiwara bayangan boneka. Fokus perhatian utama selama pertunjukan adalah bayangan boneka yang ditampilkan pada sebuah layar (kelir). Boneka-boneka ini dimainkan oleh Dalam (narator mistik dari belakang layar). Acara itu berjudul “Malam Damai dan Kebersamaan” yang diselenggarakan oleh Parum Samigita di pantai depan Hotel Legian Beach. Acara ini di-kosponsori oleh sejumlah LSM yang terkait dengan Bali Recovery Group, yang mencakup YKIP.

    Pertunjukan itu menunjukan performa energetik dari Dalam, I Made Sidia dan kelompoknya yang berkeliling di panggung belakang dengan skateboard sementara menggerakan wayang. Pemandangan klasik Balik yang diproyeksikan oleh komputer ditampilkan bersama boneka tradisional dan bebunyian gong, saron, drum dan keyboard. Seorang antropolog, Rucina Ballinger menjelaskan ‘kisah ini berkaitan dengan Siwa Tattawa dan dimainkan pada layar besar melalui kerja keras Siwa yang berperang dengan berbagai Dewa sementara mencari istrinya Uma yang telah ia kirimkan ke bumi dalam bentuk jahat Durga atau Rangda sang penyihir. Ia bekerjasama dengan bhuta kala atau iblis untuk menciptakan bencana dan kehancuran. Dewa lain di surga turun dan berperan sebagai Barong dan penari bertopeng untuk mengalihkan perhatian para iblis dan membujuk Siwa untuk kembali ke surga.”

    Dasar dari pemboman Kuta, dampaknya terhadap komunitas pulau, dan pesan-pesan penyembuhan dan rekonsiliasi terekam dalam sejarah Bali melalui medium unik ini. Tema-tema kunci dalam pertunjukan ini adalah:

    1. mengambil hal negatif dan menutupinya dengan topen dapat mengubahnya menjadi energi positif untuk mengendalikan emosi, kemarahan, dan kepedihan.
    2. sikap negatif akan merusak hidup kita.
    3. hiduplah sepenuhnya dengan kegembiraan; dengan mengingat dan menghormat sesama kita.
    4. seni pertunjukan adalah kesempatan bagi kemanusiaan untuk bersentuhan dengan Tuhan. Tanpa musik, tarian dan puisi, hidup akan kosong. Melalui seni kita dapat menjinakkan iblis di dalam dan di luar diri kita dan yang terpenting kita dapat menggunakan seni sebagai obat untuk menyembuhkan diri kita.

    Video dan VCD dari pertunjukkan ini akan dilepas kepada komunitas Bali secara lebih luas. Sebuah program untuk mengkoordinir pertunjukan video ini di Banjar-banjar dan modifikasi dialog buat anak-anak serta versi bahasa Inggris akan dikerjakan. UNICEF telah secara dermawan menawarkan untuk memberi dana bagi usaha berkelanjutan ini. Inisiatif ini adalah ide dari Cody Shwaiko dari YKIP yang membuat proposal asli dengan bantuan International Medical Corps (IMC). Konsep yang mengesankan ini dengan cepat mendapat dukungan finansial dari USAID. Dengan kolaborasi Rucina Ballinger, bakat terilhami dari dalam I Made Sidia bersama dengan tim produksi dari Video Bali, YKIP sangat bangga dengan proyek ini, yang telah diselenggarakan oleh anggota yayasan Elizabeth Magson dan Nyoman Sumaartha. Selamat buat semua yang telah terlibat.

  4. YKIP – K.I.D.S. (Kuta International Disaster Scholarship) – Beasiswa untuk korban bencana di Kuta.

    Ide awal YKIP adalah memberi dukungan kepada tiga sekolah internasional besar di Bali (The Bali International School, The Australian International School dan Sekolah Dyatmika) untuk mengembangkan suatu program untuk menolong anak-anak yatim korban tragedi di Kuta. Pada dasarnya ide itu adalah "anak-anak membantu anak-anak". Tetapi bagaimanapun juga kami merasa gembira melihat inisiatif ini berkembang dan YKIP telah menggabungkan kekuatan dengan banyak kelompok dan individual yang berpikiran sama.

    Seperti yang telah dijelaskan pada newsletter sebelumnya, YKIP memiliki Mark Keatinge (yang mengatur bangsal "Melati" di rumah sakit Sanglah pada hari Minggu, 13 Oktober) mengkoordinasi aktifitas yayasan di bidang ini. Mark menjelaskan "YKIP sekarang telah menggabungkan kekuatan dengan Yayasan Bali K.I.D.S. (sebuah yayasan nirlaba yang didukung oleh Courts Furniture Stores) diketuai oleh seorang yang lahir di Bali, Sara Pramana. K.I.D.S. menyediakan bantuan di bidang program outreach dana dari rekening YKIP – K.I.D.S. yang mana dana ini terpisah dari dana utama YKIP. Para penyalur dana itu termasuk Rotary, BIWA (Bali International Womens Assoc.) ketiga sekolah internasional, YKIP dan Bali K.I.D.S. Kami juga mendapat dukungan dari beberapa individu yang dengan tanpa lelah membantu keluarga-keluarga di daerah terpisah dengan upaya mereka sendiri".

    Ini adalah suatu persatuan yang hebat dari kemanusiaan untuk mendukung kebutuhan pendidikan yang sedang berjalan bagi anak-anak yang kehilangan orang tua mereka pada saat kejadian di Kuta. Sejauh ini kami telah mendata 49 orang anak yatim dan mungkin masih banyak lagi yang lain. Anak yang termuda baru berumur 4 bulan dan masih ada beberapa kehamilan menunggu waktunya, maka dari itu program ini mungkin akan berlangsung sampai 21 tahun lamanya. Kami memperkirakan jumlah dana yang dibutuhkan berkisar A$200,000 (dolar Australia).
    Pada masa yang akan datang, halaman situs web diperuntukkan bagi donatur individual, kegiatan outreach dari Yayasan Bali K.I.D.S., perjanjian kerjasama (MOU) antara penyandang dana dan lainnya, akan tampil semua dalam situs web YKIP agar dapat dilihat oleh anak-anak sekolah dan para pendukung di seluruh dunia dan dipantau perkembangannya.

  5. Penanganan dan Penyaluran Sumbangan Obat-obatan

    Ketua YKIP, David Magson telah terlibat dan berusaha dengan keras untuk mengidentifikasi, membandingkan dan kemudian mengkoordinasi penyaluran dari kuran lebih 20 ton sumbangan obat-obatan yang hampir semuanya dari luar negeri tapi ada juga dari Indonesia sendiri. Dengan mengandalkan keahlian matematikanya yang luas, David menjelaskan bagaimana hambatan telah diatasi dan efisiensi telah dicapai untuk dapat terciptanya solusi bagi seluruh kegiatan tim.
    David berkata, "Elizabeth istri saya sebagai salah seorang anggota YKIP menjadi orang utama yang dapat dihubungi sehubungan dengan banyaknya sumbangan obat-obatan yang mengalir ke Bali menyusul kejadian ledakan bom. Ini kemudian membawa ke posisi di mana YKIP atas nama para Donatur (kira-kira ada 178 perorangan dan kelompok), dalam sebuah komite yang dibentuk oleh Gubernur Bali untuk memastikan bahwa sumbangan obat-obatan tersebut dapat tersalurkan dengan benar. Keterlibatan YKIP secara langsung adalah pada pendanaan pembangunan dari 3 buah tempat penyimpanan di rumah sakit Sanglah (kira-kira 67 juta rupiah), pengembangan dari sistem kontrol inventori, pengadaan komputer dan operator (apoteker yang terlatih) sampai dengan Juni 2003, dan juga pendanaan untuk label obat dan pemasukan data obat (43.000 jenis dan masih terus dihitung). Organisasi lain juga telah terlibat termasuk AusAid yang telah menyediakan jasa konsultan untuk mengurus segala prosedur; IMC (International Medical Corps) yang telah membayar untuk uji coba obat-obatan; dan juga tentunya para donatur, termasuk di dalamnya Radi SA.FM di Adelaide, Australia Selatan melalui OPAL demikian juga Wiwie Harris selaku ketua komite Administrasi dan karyawan Mitrais yang telah bekerja keras dalam proyek ini".

    Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, waktu itu bagaikan sungai yang mengalir menyapu kita, dan tidak pernah berhenti membuat saya takjub bagaimana manusia biasa terperangkap dalam situasi yang luar biasa, masih bisa menyadap saluran produktifitas mereka untuk sedikit lebih maju, dan berada pada jalanya sedikit lebih lama. Mengingatkan saya pada kutipan dari Dalai Lama ke 14;

    "Jangan Pernah Menyerah
    Apa pun yang sedang terjadi
    Jangan Pernah Menyerah
    Kembangkan Hati
    Terlalu banyak kekuatan di negaramu
    Melemahkan perkembangan pikiran
    Sebaliknya dari Hati
    Jadilah Murah Hati, bukan hanya kepada teman-temanmu
    Tapi semuanya
    Jadilah Murah Hati, bekerja untuk Perdamaian
    Bekerja untuk Perdamaian dan saya ucapkan lagi,
    Jangan Pernah Menyerah
    Apapun yang sedang terjadi
    Apapun yang sedang berjalan di sekitarmu
    Jangan Pernah Menyerah"

  6. MCVT (Mass Casualty Volunteer Team) - Tim Relawan untuk kejadian yang mengakibatkan banyak korban.

    Kim Patra, seorang warga negara Indonesia adalah anggota YKIP yang telah bekerja tanpa lelah meringankan penderitaan korban di rumah sakit-rumah sakit dan mengatur perawatan selama krisis ini dan setelah tragedo ledakan di Kuta. Kim terlatih di bidang perawatan, spesialis evakuasi obat-obatan dan sekarang bekerja sama dengan Richard Flax untuk membentu tim Relawan untuk para korban (MCVT) di pulau ini.
    Kim menjelaskan "Tim Relawan untuk korban kerusuhan (MCVT) akan menjadi sebuah tim yang beranggotakan orang-orang yang berkualitas dan sedang tidak bekerja pada pelayanan gawat darurat. Konsep dari pembentukan tim ini adalah agar tersedia relawan yang selalu siap siaga, jadi apabila terjadi kerusuhan di masa yang akan datang, mereka dapat segera dikirim ke tempat kejadian atau ke rumah sakit, dengan tujuan untuk membantu fasilitas medis yang ada. Setiap relawan akan dilengkapi dengan peralatan pertolongan pertama yang berisi perbekalan secukupnya untuk membantu 10 – 20 orang korban. Program pelatihan relawan yang sedang berjalan akan terdiri dari keterangan spesifik seperti respon terhadap korban kerusuhan, korban ledakan, perang senjata biokimia dan perawatan diri sendiri."
    Perlengkapan MCVT sudah selesai dibuat di Bali International School dan relawan juga sudah terdaftar, disaring dan disiapkan untuk pengarahan. Palang Merah Indonesia cabang Bali juga bekerja meningkatkan kesiagaannya untuk keadaan gawat darurat di masa yang akan datang. Palang Merah Australia, telah menempatkan dua orang staffnya di Bali untuk membantu mereka dan akan menyumbangkan tiga ambulans.

  7. Bantuan medis secara langsung untuk penduduk Bali yang mengalami luka bakar.

    Masih ada satu orang korban dirawat di rumah sakit dan 20 orang lainnya masih memerlukan rawat jalan. YKIP bekerja sama dengan Bali Hati, sebuah Yayasan amal yang memberikan sumbangan besar untuk membantu pekerjaan ini. YKIP menyediakan obat-obatan dan pendanaan juga hubungan antar kelompok yang terlibat.

  8. Penggalian Dana.

    David dan Elizabeth Magson baru-baru ini menghadiri penggalian dana di Hong Kong yang diadakan oleh Hong Kong Rugby Club, yang telah kehilangan beberapa anggota mereka pada tragedi 12 Oktober lalu. Pada acara itu ditampilkan sebuah presentasi power point dari YKIP. David melaporkan bahwa antara US$ 650,000 – US$ 750,000 telah dijanjikan kepada dana yang dapat dipercaya yang akan diatur oleh Hong Kong Rugby Club dan setelah presentasi, YKIP diundang untuk membuat sebuah aplikasi untuk mengatur penggunaan dari dana ini.

    Presentasi power point telah terbukti sebagai alat yang sangat kuat untuk komunikasi dan Peter Richter juga melaporkan bahwa kesan yang sama juga didapat dari para pendengar waktu ia membawakannya di Southbank Rotary Club Melbourne.

    Komite penggalia dana YKIP terus secara aktif mencari bantuan kepada komunitas yang lebih luas dalam bentuk materi dan jasa, baik dari dalam negeri maupun internasional, saya pikir setelah membaca newsletter ini, anda dapat mulai menghargai pandangan dari anggota-anggota YKIP bahwa tantangan terbesar di Bali menunggu kita semua dengan segala kemungkinannya.

    Akhirnya, saya ingin memberikan penghargaan kepada salah seorang anggota yayasan kami yang bekerja keras, juga sebagai bendahara YKIP, Ken Grant. Seseorang yang mempunyai segudang bakat, Ken tidak hanya pandai bicara dan kreatif tetapi tetap sebagai operator ahli pada masa krisis ini. Ia dengan bertindak tenang dalam kekacauan. Presentasi power point YKIP adalah salah satu hasil kreasi Ken untuk membantu proses penggalian dana kami.

    Isi dari newsletter YKIP edisi kedua ini setidak-tidaknya, kiranya, saya percaya dapat memberikan pengertian apa yang sedang kita tuntut sebagai yayasan bahwa intisari dari kita semua sudah pasti lebih besar daripada jumlah kita per bagian”.

    Anggota YKIP menyampaikan Salam Sejahtera kepada seluruh pendukung kami menjelang Hari Natal yang akan datang ini dan Tahun Baru 2003.

Bolehkah saya meminta anda untuk meneruskan newsletter ini kepada saudara dan teman-teman anda di seluruh dunia yang mungkin berminat membantu kerja penting YKIP di Bali.
Sumbangan materi anda untuk Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi sangat dibutuhkan sekarang untuk kemajuan dari perwujudan lingkungan sehat seperti yang telah disebutkan sebelumnya dalam newsletter ini. Sumbangan untuk YKIP dapat dilakukan di http://www.ykip.org/dnt_generalfundsid.asp atau http://www.ykip.org/dnt_childrenfundsid.asp.
Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi memiliki Pengawas/Badan Auditor Independen untuk memastikan bahwa semua dana akan dikelola dan dipergunakan sesuai dengan tujuannya dan dengan cara yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Semoga anda semua dalam kondisi Sehat, Damai dan Sejahtera.

Salam hangat,

Kevin Lovett.
Sekretaris Kehormatan, Pengurus YKIP

 
HALAMAN UTAMA     VISI & MISI     PROYEK     BERITA     DUKUNGAN     SUMBANGAN     TENTANG KAMI     HUBUNGI KAMI     LINKS

Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) - Tel: +62 361 759544 Fax: +62 361 755024 Email: info@ykip.org