Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP)
     
 
BERITA > Newsletters ENGLISH VERSION English Version
 
'the essence' Newsletter bulanan dari Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi.
 
Berita
#1 Vol.1 - 10 November 2002

Kepada kawan-kawan Baliku,

Sudah waktunya bahwa sebulan setelah bencana ya menimpa Kuta dan dengan demikian seluruh kehidupan kita pada malam tanggal 12 Oktober, saya perlu melaporkan ringkasan aktivitas yang dilakukan oleh Yayasan Ibu Pertiwi selama satu bulan lalu.

Para pendiri, anggota dan pendukung Yayasan Ibu Pertiwi benar-benar menginginkan agar sesuatu kebaikan dapat diperoleh dari tragedi mengerikan yang telah terjadi ini. Mereka telah mengabdikan dirinya untuk mencapai tujuan penting tersebut. Sebagai konsekuensinya, usaha dari Yayasan ini didekasikan secara permanen sebagai sebuah monumen kenangan hidup, akan orang-orang dari berbagai negara yang telah kehilangan nyawanya, ataupun terluka di dalam peristiwa 12 Oktober 2002 ini.

Yayasan Ibu Pertiwi ini dipersembahkan untuk peningkatan pelayanan kesehatan dan rumah sakit di Bali berdasarkan pada asas demokrasi yang terbuka bagi semua orang yang mengacu kepada kebutuhan setiap orang dan tanpa memandang agama, suku atau kebangsaannya.

Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) http://www.ykip.org resmi didirikan pada tanggal 18 Oktober, 6 hari setelah peristiwa pemboman. Perlunya suatu struktur yang berdasarkan hukum benar-benar diperlukan. Ide untuk mendirikan struktur yang demikian lahir secara bersamaan pada beberapa individual segera setelah peristiwa ledakan tersebut terjadi. Segera setelah diketahui bahwa Konsulat Jendral Australia bersedia untuk mendukung didirikannya yayasan (yang mengabdikan diri untuk meningkatkan fasilitas pengobatan di Bali), maka hanya dalam waktu satu setengah hari, tinta sudah mengering pada dokumen yang sah di kantor notaris.

Saya kenang kembali 2 pekan pertama setelah Sabtu 12 Oktober, dan merasakannya – sebagaimana yang dirasakan kita yang tinggal di Bali – sebagai pekan-pekan yang paling meresahkan dalam hidup kita. Pada beberapa kesempatan selagi berkonsentrasi pada suatu tugas dalam periode ini, terkadang saya rileks, melupakan segalanya, dan kemudian sesaat kemudian kejutan hebat yang diakibatkan oleh kesadaran tentang apa yang telah terjadi muncul kembali, bersama dengan adrenalin. Serpihan dari peristiwa pemboman itu akan selamanya bersama kita dalam berbagai bentuknya; tetapi, reaksi kita atas kenangan itu akan pasti berubah.

Formasi YKIP memungkinkan penggunaan aktivitas-aktivitas positif yayasan sebagai alat pembantu bagi kita semua, dalam menghilangkan trauma dan kesedihan pribadi kita. Sebuah tantangan utama bagi kami yang terlibat adalah, usaha untuk menjaring respon positif yang telah diterima oleh Bali dan warganya dari seluruh belahan dunia sejak peristiwa pemboman. Kami (dalam artian kolektif) sadar untuk tidak membuang kesempatan yang ada dalam tragedi yang sangat mengerikan ini, dan mengubahnya menjadi suatu sarana yang dapat memberi perubahan positif yang menguntungkan untuk jangka panjang. Semboyan YKIP adalah 'rising out of the ashes to create a better future' (bangkit dari kehancuran untuk menciptakan masa depan yang lebih baik). Inilah yang menjadi tantangan utama dalam hidup. Bali, secara selintas merupakan sebuah dunia kecil kumpulan 'rasa kemanusiaan', di mana aspek spiritual, fisik, emosional, ekonomi dan sosial dari rasa kemanusiaan tersebut sekarang sedang dihidupkan kembali.

Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, pernyataan misi dari YKIP (http://www.ykip.org/visionid.asp) berhubungan dengan peningkatan pelayanan kesehatan dan rumah sakit di Bali berdasarkan pada asas demokrasi terbuka bagi semua orang yang mengacu kepada kebutuhan setiap orang tanpa memandang suku, agama atau kebangsaan. Motivasi dari yayasan kita ini timbul dari adanya pengorbanan tak terhingga dari orang-orang tak berdosa yang dan mereka yang telah begitu berani terjun ke tengah-tengah musibah ini untuk membantu dan merawat para korban di rumah sakit. Ketangguhan luar biasa ditunjukkan oleh keluarga dan teman -teman korban menjadi inspirasi kami. Banyak dari para relawan itu menjadi saksi atas keberanian yang terispirasi ini sementara para korban yang mengalami luka bakar parah menderita dalam diam akibat dari shock yang dalam. Para korban berjuang untuk memulihkan kesehatan dan membangun kembali kehidupan mereka dan para kelompok relawan di Bali melipatgandakan upaya mereka untuk memastikan bahwa kesadaran untuk fungsi perawatan kesehatan akan timbul dari upaya bersama untuk menciptakan hari esok yang lebih baik bagi setiap orang yang tinggal atau pun berlibur di Pulau Dewata ini.
Terkumpulnya anggota-anggota YKIP selama 2 minggu terakhir telah membantu terbentuknya sebuah badan yang bekerja sama secara erat dengan 9 komite yang bertanggung jawab pada berbagai sektor yang meliputi Tanggapan Keadaan Darurat, Fasilitas Pengobatan, Pengembangan dan Pertolongan Masyarakat, Pengumpulan Dana, IT, Pelatihan Medis, Hubungan Pemerintah, Rotary (Putaran) dan NGO yg lain, administrasi dan akunting. Semua komite yang terdiri dari para sukarelawan ini telah terlibat secara aktif dalam mengejar tujuan masing-masing. Keterangan lebih lengkap tentang kerja komite-komite dapat dibaca di website kami, www.ykip.org.

Hubungan kerjasama YKIP dengan Rotary Nusa Dua terus diperkuat. Beberapa anggota Rotary Nusa Dua adalah juga anggota YKIP dan kedua kelompok telah setuju untuk bekerjasa sama erat dalam masalah pencarian dana dan pendistribusiannya. Sebagian dari dana yang diperoleh akan digunakan dalam suatu skema ‘matching grants’ yang ditawarkan lewat dukungan pada Rotary Clubs dan Rotary International. Saya ingin secara terbuka mengucapkan terima kasih kepada Rotary Nusa Dua untuk kontribusi signifikan dalam membantu YKIP menjadi mapan dan menciptakan peluang, yang akan memungkinkan Yayasan mencapai sasaran-sasaran jangka pendek, menengah, dan jangka panjangnya.

Kami merasa perlu untuk menceritakan sebagian dari inisiatif menakjubkan dan juga penuh inspirasi, yang telah dihasilkan YKIP sampai saat ini. Cody Shwahko, seorang anggota YKIP, telah mengusulkan dan juga mengembangkan sebuah rencana produksi sebuah film 30 menit, bersama Dr. Len Lambeth, seorang psikiatris klinis yang bekerja di bawah naungan IMC (International Medical Corp). Cody telah menggabungkan skill dari seorang ahli antropolog yang telah lama menetap di Bali, Rucina Ballinger, dengan bakat menakjubkan dari seorang dalang Bali, I Made Sidia, dari desa Bona di Gianyar. Diusulkan bahwa aspek yang menyangkut konseling trauma akan disebarluaskan kepada komunitas Bali secara umum melalui teater wayang kulit, sebuah sarana yang telah diakui sejak dahulu kala. I Made Sidia, seorang dalang Bali, akan difilmkan dengan membawa pesan ini dalam nuansa tradisional. Distribusi dari film tersebut akan dilakukan melalui saluran televisi umum, layar-layar di Banjar (pusat komunitas lokal di Bali), sekolah, dan siaran radio. Proposal pendanaan usaha tersebut saat ini sedang diajukan ke USAID. Beberapa inisiatif lain tentang konseling trauma juga sedang dikembangkan.

Salah seorang anggota YKIP yaitu Mark Keating telah menyampaikan proposal yang menakjubkan dalam kerja sama nya dengan para guru dari Bali International School, Dyatmika School dan Australian International School. Cakupan dari projek itu meliputi: " menawarkan bantuan keuangan terutama untuk memperluas kesempatan mendapatkan pendidikan bagi anak-anak yang telah kehilangan orang tua nya (atau orang tuanya tidak dapat bekerja lagi) sebagai akibat dari peristiwa bom Bali 12 Oktober. Jika dana disetujui makan komitmen ini akan meliputi semua kebutuhan sekolah anak-anak tersebut dari saat ini sampai universitas. Dana yang tersisa akan disumbangkan kepada anak-anak yatim piatu dan terlantar." Projek ini akan dinamai "YKIP Bali Children's Fund" Saya yakin projek ini akan menarik banyak penyokong dana dari masarakat internasional. Tema dari inisiatif ini adalah "Children helping Children" Saya ingin menyertakan sebuah email yang telah kami terima pada saat ini yang menunjukkan kita semua betapa banyak pikiran serupa tentang hal itu.

Selamat sore. Nama saya adalah Isabelle Jacks, gadis berumur 16 tahun dari Fremantle Selatan di Australia Bagian Barat. Ketika saya mendengar tentang pengeboman di Kuta pada tanggal 12 Oktober hati saya benar-benar sedih. Keluarga saya dan saya sendiri adalah pengunjung tetap Bali selama 25 tahun (kunjungan terakhir kamu pada bulan Juli) dan kami mempunyai pertalian yang erat dengan pulau yang indah ini, dengan kebudayaannya yang sangat bagus dan penduduknya yang ramah.
Sejak saat saya mendengar kabar tentang Sari Club, saya tahu bahwa apa pun caranya saya harus membantu. Esok harinya saya datang ke Kepala Sekolah SMU South Fremantle untuk mengorganisasikan satu hari di mana para murid dapat memberikan sumbangan. Kami mengumpulkan $525.10. Selain itu, saya juga menghubungi sekolah lain di area Fremantle dan mengorganisasikan hal yang sama untuk murid-murid mereka. Sekolah-sekolah seperti Beaconsfield Primary, Hilton Primary, Winterfold Primary dan Richmond Primary semuanya setuju melakukan hal ini. Total sumbangan yang berhasil dikumpulkan adalah $2110.80.
Saat saya sedang mencari yayasan, tempat saya dapat menyumbangkan uang untuk korban-korban asal Bali dan keluarganya, saya menemukan Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi. Setelah melihat situs webnya, dan membaca tujuan dari yayasan ini, saya memutuskan untuk mengirimkan sumbangan kami kepada anda, dengan harapan sesuatu yang baik dapat dihasikan dari sesuatu yang buruk. Saya akan kirimkan uang ini melalui Bank West (Bali Appeal) besok atau hari Rabu. Dengan ini saya juga akan menyumbangkan $200 dari keluarga Jacks.
Hormat saya,
Isabelle Jacks; Fremantle Western Australia "

Terima kasih Isabelle, untuk inspirasi yang kau berikan untuk kami melalui usahamu.

Catatan keberhasilan yang lain adalah keterlibatan YKIP dalam kepanitiaan yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Bali, yang memastikan bahwa semua sumbangan berlebih dalam bentuk obat-obatan akan dibagikan secara efektif dan sesuai keguinaan. Elizabeth Magson telah memimpin jalan dalam hal ini. Atas nama yayasan saya harus menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedermawanan dari David Magson dan Ken McClellan atas bantuannya menyediakan tempat pertama bagi Yayasan di PT.Mitrais, sebuah perusahaan IT di Kuta. Peranan David dalam IT telah memberikan bantuan yang sangat besar bagi yayasan di dalam usaha yang besar dari "banyak orang melakukan sebagian kecil".

Aktivitas pengumpulan dana terus berkelipatan; para pendukung di Indonesia, Hong Kong, Australia, Amerika Serikat, Inggris dan lain-lain sibuk membuat rencana pengumpulan dana untuk mendukung misi YKIP. Masyarakat Australia yang gemar berselancar menghadapi tantangan untuk mengembalikan pada Bali dan penduduk setempat yang mereka kenal dengan baik. Setiap orang dan organisasi di mana saja yang ingin terlibat dalam mengumpulkan dana untuk pekerjaan Yayasan ini, bisa mengirimkan email kepada kami, dengan alamat: info@ykip.org

Diusulkan bahwa dalam waktu dekat suatu gabungan dari “Pernyataan Dukungan” terhadap YKIP yang berasal dari Konsul Jenderal Inggris, Swiss, dan Amerika Serikat serta Italia akan ditampilkan dalam website ini, menyertai surat dukungan yang sudah ditandatangani oleh Kedutaan Besar Australia di Indonesia.

Saya ingin berhenti sejenak di sini untuk memberi penghargaan bagi anggota YKIP secara keseluruhan, karena mereka merupakan sebuah contoh yang memberikan inspirasi bagi aksi rasa kemanusiaan, dan saya merasa mendapat kehormatan untuk bekerja bersama mereka. Saya percaya dari hati nurani saya yang paling dalam, bahwa yayasan berbasis komunitas, yang didukung oleh semua orang yang tinggal di sini, baik orang Bali, Indonesia, maupun expatriat, dan juga dikuatkan oleh harapan yang tak terhitung dari seluruh penjuru dunia, akan mampu mencapai tujuan mulia dari visi dan misi kami (http://www.ykip.org/visionid.asp).

Perjalanan seumur hidup selalu dimulai langkah demi langkah, dan kita secara terus-menerus menantang rasa takut kita. Ada gunanya bila kita ingat kata-kata dari Marianne Williams, yang mengatakan bahwa "rasa takut kita yang terbesar bukanlah bahwa kita tidak mampu. Rasa takut terbesar kita adalah bahwa kita memiliki kemampuan yang melebihi ukuran yang ada. Yang paling menakutkan kita adalah sisi terang (kemampuan) kita, bukan kegelapan (ketidakmampuan)".

Dengan hormat kami meminta anda untuk menyebarluaskan laporan berkala ini kepada keluarga dan teman-teman anda yang mungkin tertarik untuk membantu Yayasan Ibu Pertiwi.

Sumbangan kepada Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi sangat dibutuhkan untuk mendorong tercapainya tujuan untuk meningkatkan fasilitas medis dan rumah sakit di Bali. Sumbangan kepada Yayasan dapat dilakukan melalui http://www.ykip.org/dnt_generalfundsid.asp atau http://www.ykip.org/dnt_childrenfunds.id.asp.

Kredibilitas, transparansi, efektivitas, dan keinginan etis menjadi hal terdepan dalam nurani semua anggota, calon penyumbang, dan para pendukung kami sekarang. Karena itulah, dengan determinasi tinggi, YKIP terus berjuang untuk mewujudkan dan mempertahankan standar tinggi yang telah ditetapkan oleh yayasan itu sendiri. Yayasan ini telah menetapkan sebuah Dewan Pengawas/Audit yang benar-benar independen, untuk memastikan bahwa semua sumbangan digunakan untuk tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, secara benar-benar transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

YKIP, dengan penuh rasa terima kasih, menghargai dukungan dan bantuan yang tak ternilai harganya dari Pemerintah Republik Indonesia, Gubernur Bali, Pimpinan YKIP Dr. Anak Agung Asmarajaya, Ibu Ari Murti, Ida Bagus Suarsana (Gusky), dan warga Bali, Indonesia, serta expatriat yang telah bekerja dengan tanpa rasa lelah, dan juga tanpa mementingkan diri sendiri untuk meringankan penderitaan sesama manusia sejak tanggal 12 Oktober.

Untuk penutup, sebagai rasa perwujudan untuk mengenang dan menghormati para korban dari bencana yang menimpa Bali pada tanggal 12 Oktober kemarin, saya mempersembahkan puisi dibawah ini kepada para korban yang meninggal dan keluarga mereka, juga kepada keluarga korban yang tidak ditemukan, serta para korban yang masih dalam tahap penyembuhan dan keluarganya.

BERISTIRAHATLAH DALAM DAMAI
JIWA YANG LELAH
DIKALAHKAN OLEH KARMA DAN PIKIRAN YANG KACAU,
SEPERTI KEMURKAAN GEMPURAN OMBAK
DALAM LAUTAN SAMSARA TAK TERBATAS
BERISTIRAHATLAH DALAM DAMAI

Nyoshul Khen Rinpoche

Terima kasih untuk dukungan anda.

Sampai kesempatan berikutnya,

Kevin Lovett.
Sekretaris Kehormatan, Pengurus YKIP

 
HALAMAN UTAMA     VISI & MISI     PROYEK     BERITA     DUKUNGAN     SUMBANGAN     TENTANG KAMI     HUBUNGI KAMI     LINKS

Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) - Tel: +62 361 759544 Fax: +62 361 755024 Email: info@ykip.org