Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP)
     
 
BERITA > Newsletters ENGLISH VERSION English Version
 
Program Kemanusiaan yang dipersembahkan untuk meningkatkan kehidupan orang-orang yang tinggal di Bali melalui Program Kesehatan dan Pendidikan.
 
Berita
#7 Volume 4, #September 2004

Teman-teman,

Selamat datang di Newsletter YKIP edisi September tahun 2004. Pada edisi ini kami membahas tentang kemajuan proyek-proyek yang telah dibantu YKIP pada tahun 2004 dan rencana-rencana YKIP untuk masa yang akan datang. Untuk informasi lebih lengkap silakan kunjungi situs kami : www.ykip.org.

Untuk Anda yang baru pertama kali membaca newsletter ini, nama organisasi kami adalah Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris adalah Humanitarian Foundation for Mother Earth. Ini adalah sebuah LSM yang dibentuk oleh sekelompok orang Indonesia dan Expatriate (orang asing yang tinggal/menetap di Indonesia) yang ada di Bali sebagai wujud dari usaha-usaha mereka untuk menyediakan bantuan dan hiburan bagi korban bom Bali dan keluarga yang ditinggalkannya melewati hari-hari trauma setelah tragedi bom Kuta pada tanggal 12 Oktober 2002.

Tujuan awal YKIP adalah menyediakan materi secara langsung dan pertolongan kesehatan untuk luka-luka korban bom Bali juga untuk memberi bantuan dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan, dan untuk jangka panjang memberikan dukungan bagi orang Bali secara keseluruhan dengan mengembangkan beberapa proyek untuk meningkatkan pelayanan dan infrastruktur kesehatan di pulau Bali. Program ini dipersembahkan untuk mereka yang telah meninggal dan menjadi korban Bom Bali, yang terluka ataupun yang kehilangan orang yang dicintai dalam musibah itu dan yang telah mengubah sendi-sendi kehidupan orang-orang tidak berdosa di Bali maupun di luar negeri.

YKIP sekarang berfokus pada seputar program kesehatan dan pendidikan di Bali.

YKIP bangga menjadi komunitas dalam bentuk sebuah yayasan dan dibantu serta didukung dengan iklasnya oleh banyak orang-orang berhati mulia dari dalam maupun luar Bali, dari masyarakat Indonesia, Expatriate dan masyarakat dunia dan didanai oleh para donatur dari organisai-organisasi dan perorangan dari berbagai tempat.

FREDDY SUBIYANTO (1943 -2004)

Freddy Subiyanto, salah seorang pendiri YKIP, meninggal pada umur 61 pada tanggal 31 Juli. Pak Freddy sangat banyak membantu mendapatkan dana untuk menjalankan The Modern Bali Blood Bank yang dibuka setelah Bom Bali.

Beliau juga menjadi pemilik dua buah Restoran di Bali selatan; Restoran Kura-kura di Seminyak dan Restoran Prambanan di Denpasar. Beliau dibantu oleh Istrinya, Cristina, Putranya Alex, menantu dan cucunya.

Pak Freddy bekerja tanpa kenal lelah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di Bali dan kami menjadi sangat kehilangan. Kenangannya akan selalu ada melalui The Bali Blood Bank dan YKIP.


Bekerja dengan Yayasan Annika Linden

Yayasan Annika Linden (ALF) didirikan pada tahun 2003 untuk mengenang Annika Linden, seorang perempuan muda yang menjadi korban Bom Kuta. Tunangannya, Mark Weingard dan Ibunya, Elizabeth Linden sekarang bekerja untuk membantu membangun Bali Kembali dengan menyumbang dana untuk proyek-proyek pendidikan dan program anak-anak.

Tahun 2003 YKIP mendapatkan dana yang sangat besar sejumlah $100,000 dari ALF (untuk dana pendidikan anak-anak dan MREC) dan untuk tahun 2004 juga mendapatkan dana tambahan sebesar $100,000 (lihat di bawah)

Kami sangat berterimakasih mendapat bantuan terus menerus dari Yayasan Annika Linden.



Proyek Baru


Proyek terakhir kami adalah KEMBALI atau manajemen pendidikan untuk anak-anak di Bali. Kembali adalah sebuah kata dalam Bahasa Indonesia yang artinya "return" dan dalam hal ini pengertiannya adalah 'Kembali ke sekolah' untuk siswa SD dan SMP yang mungkin tidak mampu melanjutkan sekolah mereka tanpa bantuan dana. Tempat awal yang dipilih pada proyek ini adalah Kabupaten Gianyar, sebuah kabupaten yang biasanya tidak dipilih untuk proyek-proyek pengentasan kemiskinan karena kepopulerannya sebagai daerah tujuan wisata. Tetapi Gianyar sejahtera, sebuah yayasan dibawah Departemen Pendidikan Republik Indonesia menemukakn 1.169 anak-anak yang masih memerlukan beasiswa pendidikan. Seluruh keluarga anak-anak ini telah dipantau dan YKIP telah menemukan para donatur yang menyanggupi memberikan bantuan untuk kurang lebih 150 orang. Hal ini kelihatannya seperti memberikan uang, tetapi itu awalnya saja seperti halnya kami mendanai proyek ini selama dua bulan saja.

Untuk menyekolahkan seorang anak biaya yang dibutuhkan sekitar $120 per tahun termasuk semua buku-buku, pakaian seragam, alat tulis dan uang saku.

Untuk lebih lengkapnya silakan lihat www.ykip.org/kembali.asp


Laporan Kemajuan Proyek tahun 2004


Yayasan Rama Serana: Klinik Perempuan Pasar Badung

Di lantai empat Pasar Denpasar terdapat sebuah klinik kecil tetapi efesien untuk pelayanan kesehatan reproduksi dibawah pimpinan dr.Upadisari. Tujuannya tidak hanya untuk mendiagnosa dan mengobati PMS (Penyakit Menular Seksual), tetapi yang lebih penting lagi untuk mendidik para perempuan dan pasangan mereka untuk melindungi diri mereka dari PMS dan untuk menyebarkan informasi kepada klien dan pekerja kesehatan seputar kesehatan perempuan.

Klinik baru saja dibuka pada tanggal 25 Agustus, 2004 oleh I Gusti Ayu Bintang Dharmawati, Kepala Pusat Layanan Gabungan untuk pemberdayaan perempuan untuk daerah Bali. Kuliah singkat tentang PMS diberikan oleh dr. A.A.G.P. Wiraguna, SPKK dilanjutkan dengan Sambutan dari dr. Luh Putu Upadisari (kepala YRS), I.G.A Bintang Dharmawati dan perwakilan beberapa donatur, BIWA dan YKIP. Acara diakhiri dengan makan siang dan hiburan oleh Gaya Dewata (penyanyi dan penari waria).

Sejak bulan Januari 2004, 810 perempuan telah berobat di klinik: 670 orang datang untuk berkonsultasi, dan memeriksakan kesehatan reproduksi, 444 datang untuk pemeriksaan umum yang lengkap dan 366 datang untuk pemeriksaan laboratorium untuk PMS dan 204 untuk Pap Smears. Semuanya dirawat sesuai dengan penyakit mereka masing-masing. Klinik ini baru dibuka tiga hari seminggu.

YKIP membeli persediaan obat selama lima bulan yang diberikan atau dijual dengan harga terjangkau untuk pasien yang sebagian besar berasal dari ekonomi bawah. YKIP, yang bekerjasama dengan Yayasan Annika Linden, telah mendanai Proyek "Improving Reproductive Health and Empowerment of Market Woman in Bali Trough Information and Health Services"( Peningkatan Kesehatan Reproduksi dan Pemberdayaan Pasar bagi perempuan di Bali melalui pemberian informasi dan pelayanan kesehatan) dari Yayasan Rama Serana untuk satu tahun dengan komitmen dana tersebut digunakan untuk tahun 2005 dan 2006.

Silakan lihat informasi yang lebih lengkap dan fotonya di www.ykip.org/yrs.asp.



Bengkel Kerja Prostetik YAKKUM

YAKKUM didirikan di surakarta, Jawa Tengah dengan tujuan untuk membantu pengentasan kemiskinan , dan anak-anak cacat tubuh untuk mendapatkan keahlian baru dan kepercayaan diri. Disamping mengisi kemampuan siswa dengan prostetik (dan anak-anak dibiarkan membuatnya sendiri-sendiri), pengenalan keahlian baru seperti pembuatan kerajinan kulit, kerajinan tangan dan produksi prostetik juga direncanakan untuk mereka. YKIP membantu YAKKUM mengadakan program bengkel kerja prostetik dan ortopedik baru di Bali sehingga anak-anak tidak perlu pergi ke Jawa untuk memperoleh prostetik.

YKIP/ALF telah mendanai seluruhnya.

YAKKUM akan merenovasi garasi di sebelah kantor sementara mereka di Abiansemal. Pada saat ini, mereka telah membeli perlengkapan dan telah mulai membuat prostetik. Sambil menanti persetujuan pemilik gedung YAKKUM untuk merenovasi, program untuk pembuatan bengkel kerja telah di siapkan di YAKKUM pusat di Abiansemal. Sekarang ini dioperasikan oleh dua mantan klien YAKKUM yang dulu direhabilitasi oleh YAKKUM di Yogyakarta, Jawa dan mendapatkan pelatihan di kota Solo dan Yogyakarta dalam hal memperbaiki dan memproduksi tongkat penyangga ketiak, alat penopang, anggota badan buatan. Dan sekarang mereka sedang mengerjakan perbaikan-perbaikan dengan menggunakan mesin yang dibantu oleh YKIP/ALF.

Silakan lihat informasi yang lebih lengkap di www.ykip.org/yakkum.asp.

YAKEBA (YAYASAN KESEHATAN BALI), KEWASPADAAN TERHADAP OBAT-OBATAN, ALKOHOL DAN HIV/AIDS DI SEKOLAH-SEKOLAH
Ini adalah proyek interaktif dimana dokter muda yang ramah berkunjung ke sekolah dengan mantan pecandu narkoba untuk berbagi pengalaman dan memiliki komitmen untuk membantu remaja mengetahui tentang bahayanya alkohol dan penggunaan narkoba, serta bagaimana hal ini bisa menyebabkan berjangkitnya HIV/AIDS. Dokter menyediakan informasi akurat tentangb HIV/AIDS dan Narkoba; dengan demikian dapat menambah kewaspadaan mereka akan situasi sekarang ini. Acara ini dilakukan dengan menggunakan media kartun, gambar-gambar lucu pada OHP dan dokter akan bertanya jawab dengan mereka tentang materi ataupun permasalahan seputar mereka. Dan bagi siswa yang dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan akan mendapatkan hadiah cuma-cuma, berupa alat-alat tulis. Dan bagi mereka yang menjawab salah akan diberikan informasi yang benar.

Mantan pecandu narkoba akan bercerita tentang bagaimana mereka bisa kecanduan narkoba dan bagaimana hal tersebut dapat merusak kehidupan mereka. Mereka berumur belasan dan hampir dua puluh tahunan sehingga mudah bagi para siswa untuk bersosialisasi dan mendengar mereka dengan baik (Hal-hal yang penting ketika berhubugan dengan remaja).

Mantan pecandu narkoba akan bercerita tentang bagaimana mereka bisa kecanduan narkoba dan bagaimana hal tersebut dapat merusak kehidupan mereka. Mereka berumur belasan dan hampir dua puluh tahunan sehingga mudah bagi para siswa untuk bersosialisasi dan mendengar mereka dengan baik (Hal-hal yang penting ketika berhubugan dengan remaja).

Siswa-siswa juga disediakan daftar nama orang-orang dan organisasi untuk dapat memperoleh informasi lebih lanjut khususnya bagi mereka yang telah mempunyai masalah dengan penggunaan narkoba dan alkohol dan juga informasi-informasi yang berkaitan dengan rehabilitasi obat, tes antibodi untuk HIV, pendidikan sex usia muda dan lain-lain.

YKIP/ALF mendanai ini untuk tahun 2004, 2005 dan 2006. Dengan pendanaan ini, YAKEBA akan dapat merangkul lebih dari 6.000 siswa SMP dan SMU setiap tahun.

Proyek ini dimulai Mei lalu, tetapi berhubung banyak sekolah yang sedang ujian akhir maka akan dilanjutkan di liburan akhir tahun ajaran. Pengoperasiannya belum dimulai sampai bulan Juli. Sejak saat itu mereka telah mengunjungi 17 kelas di 9 sekolah, mencapai 1.265 siswa. Respon mereka sangat positif.

Silakan lihat informasi lebih lengkap dan foto-foto di www.ykip.org/yakeba.asp.


Perawatan Kesehatan untuk Perempuan di Bali Utara
Bali utara adalah satu dari beberapa daerah termiskin di Bali. Proyek ini akan melatih dan melengkapi 2 orang bidan untuk mendeteksi kanker payudara, kanker rahim, dan berbagai jenis penyakit menular seksual. Pemeriksaan gratis, pap smear, dan program pendidikan gratis akan diberikan kepada perempuan- perempuan lokal agar mereka dan pasangannya tahu tentang kesehatan reproduksi.

Langkah pertama dari proyek ini adalah dengan merenovasi dan melakukan pembersihan umum di kantor kedua bidan tersebut. Dr. Ida Bagus Tjakra Wibawa, anggota YKIP dan juga seorang onkologis yang terkenal di Bali, bersama timnya yaitu 3 orang dokter dan 6 orang bidan, telah mulai melatih kedua bidan tersebut melakukan pap smear dan membantu mereka dalam membuat diagnosis. Mereka juga diberikan beberapa tempat tidur ginekologi dan segala peralatan yang dibutuhkan oleh klinik bagi para perempuan desa di sana. Tim kesehatan dari Denpasar telah memperlihatkan kepada kedua bidan tersebut cara melakukan pap smear dari 17 pasien yang diuji, dan hasilnya telah dibawa ke Denpasar untuk di analisis. Nantinya, para bidan tersebut akan mendapatkan Rp. 10.000 untuk setiap orang yang diuji. Diharapkan nantinya mereka akan dapat mengetes 100 orang pasien setiap bulannya, sehingga suatu pengukuran yang layak tentang keadaan kesehatan dari perempuan- perempuan di Pemuteran dapat dibuat.

YKIP/ ALF bertekad untuk membiayai peralatan dan pelatihan bagi kedua bidan tersebut, serta membantu didalam pembiayaan laboratorium kerja bagi mereka selama 3 tahun

Lihat www.ykip.org/northbali.asp untuk foto dan informasi yang lebih lengkap.

Tempat Pembuangan Air limbah di Puskesmas Plus Community Medical Clinic di Legian

YKIP telah memberikan sumbangan ke IDEP melalui Parum Samigita (sebuah oraganisasi bagi masyarakat di daerah Kuta-Seminyak-Legian) untuk mengawasi bangunan untuk tempat pembuangan air limbah di Puskesmas Plus (Legian Community Health Clinic). Sistem pendaurulangan air yang berkelanjutan ini akan menjadi model bagi tempat- tempat pembuangan air limbah di daerah ini. Tanahnya akan digali pada bulan September 2004 (untuk informasi lebih lanjut tentang Tempat Pembuangan Air limbah, lihat www.idepfoundation.org/wwg).


Anak-anak Natalie Juniardi
Natalie Juniardi terlahir sebagai warga negara Australia tetapi sekarang sudah dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia. Suaminya, John Juniardi terbunuh dalam ledakan bom di Kuta tanggal 12 Oktober lalu. Anak tertua mereka, Kiola, sekarang berumur 3 ½ tahun dan Jay, yang lahir 5 bulan setelah kematian John, sekarang telah berumur setahun. Adalah mimpi Natalie dan John untuk menyekolahkan anak- anak mereka ke sekolah berbahasa Inggris di Bali. Setelah tragedi 12 Oktober, Natalie yang menjadi tulang punggung keluarga satu-satunya itu tetap bertekad tinggal di Indonesia dimana anak-anaknya bisa dekat dengan kakek-nenek mereka dari Indonesia dan kakek-nenek mereka dari Australia yang sekarang tinggal di Jakarta.

Komitmen dari YKIP-YKIDS adalah untuk menyekolahkan anak-anak dari korban bom. Tetapi, persetujuannya adalah mereka hanya akan menerima biaya pendidikan yang setara dengan standar hidup mereka pada waktu terjadinya bom sehingga orangtua mereka tidak bisa memaksa agar anak mereka disekolahkan di sekolah internasional. Dalam hal ini, Natalie adalah pengecualian karena dia adalah satu-satunya janda yang bukan orang Indonesia. Sekolah yang Natalie inginkan buat anak-anaknya biayanya jauh diatas beasiswa yang diberikan ke janda yang lain, yaitu sekitar Rp.250.000 per bulan (US $30/bulan).

Saat ini Natalie menerima bantuan dari YKIP-YKIDS untuk menutup biaya playgroup bagi Kiola. Bantuan ini akan berlanjut sampai Juli 2005.

Anika Linden Foundation (ALF) sudah setuju untuk menyediakan uang sebesar US $2000 per tahun selama 3 tahun mulai 2005 sampai 2008. Uang ini sudah mencakup biaya Kiola di TK dan SD di sekolah Gandhi di Denpasar. Tawaran ini sangat dihargai oleh Natalie.

YKIP akan terus membantu Natalie dalam menjaga uangnya agar bisa mengimbangi keperluan anak-anaknya setelah 2008. Semua dana yang disumbangkan untuk anak-anak Natalie akan diatur oleh YKIP di dalam nomor rekening yang berbeda.

Seperti kita ketahui, pendidikan adalah alat untuk mengatasi ketidakadilan, kemiskinan dan ketidakpedulian. Kita semua memiliki kesamaan tujuan untuk memberikan pendidikan sebaik mungkin kepada anak-anak kita; Bantu kami untuk menbuat impian Natalie dan John menjadi kenyataan.


Proyek Pengentasan Kemiskinan Bali Timur

Annika Linden Foundation telah berjanji untuk menyumbangkan uang sebesar US $40.000 setiap tahun selama 3 tahun untuk berbagai macam proyek yang dilakukan oleh Proyek Pengentasan Kemiskinan Bali Timur (www.eastbalipovertyproject.org). EBPP di buat oleh David Booth guna membantu desa-desa termiskin (dan sulit dijangkau) di Bali. YKIP sedang mengelola proyek-proyek khusus dari ALF. ALF sendiri telah mendanai 6 proyek bagi EBPP yang dikelola oleh YKIP.
  1. Pengembangan perpustakaan umum bagi anak-anak sekolah di desa Ban, Karangasem: Dengan bantuan Titin Safitri, pustakawan di IALF, 153 buku sudah diseleksi bagi perpustakaan yang mana 126-nya adalah buku-buku yang menunjang kurikulum sekolah. Saat ini EBPP sedang menegosiasikan potongan harga, penambahan buku-buku yang berhubungan dengan topik- topik seperti pelayanan kesehatan primer, kebersihan gigi, dll. Diharapkan sebagian besar buku tersebut telah dikirim pada pertengahan September 2004.
  2. Pengembangan kambing Peranakan Ettawa yang telah ada bagi nutrisi (susu), pendidikan dan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan sebagai proyek percontohan untuk kepentingan anak-anak sekolah dan masyarakat di dusun Cegi: kemajuan yang pesat telah dibuat pada proyek kambing, yang bukan hanya di peternakan, dan kasih sayang yang diberikan oleh anak-anak, ibu dan petani, tetapi juga dalam perencanaan yang benar-benar berkelanjutan. Pada tanggal 21 Juli, Komang Kurniawan (ketua tim EBPP), Made Kari (koordinator proyek kambing EBPP), Dr. I Md Mangku (sukarelawan yang dokter hewan dari Tianyar) dan David Booth mengunjungi satu dari program terbaik di Indonesia (desa Bongancina) yaitu pembiakan kambing yang berhubungan dengan pertanian untuk dilihat, dipelajari, dan dibagi ide tentang cara-cara terbaik untuk meningkatkan kambing PE dan Ettawa bagi keuntungan masyarakat yang optimal terutama pemerahannya. Hal yang paling memuaskan adalah melihat kandang kambing yang baru dibangun berukuran 1,8m x 1,2m lebih besar dari ukuran standar yang mereka gunakan.
  3. Menyediakan seragam sekolah bagi anak-anak yang belajar di program-program pendidikan berintegrasi di sekolah-sekolah Yayasan Ekoturin di daerah dusun Bunga, Cegi, Pengalusan, Manikaji dan Darmaji, serta di Desa Ban, Karangasem. Semua anak di daerah Bunga, Cegi, Pengalusan dan Manikaji sekarang terlihat bangga memakai seragam barunya. Kulit yang bersih, rambut yang rapi dan binar-binar yang terlihat dari mata dan senyumnya adalah bukti bahwa kepercayaan diri terhadap identitasnya yang baru sudah terbentuk.
  4. Tehnologi yang tepat untuk pembuatan tutup dari bambu dan semen, penyaringan, dan pompa tangan untuk cubang (bak-bak penampungan air hujan) yang akan menyediakan air bersih dan aman bagi keluarga-keluarga yang paling terisolasi di dusun Daya: Proyek pembuatan tutup untuk cubing akan dimulai pada September 2004 dan harus selesai sebelum pertengahan November 2004 mengingat saat itu adalah awal dari musim hujan. Beberapa peninjauan sedang dilaksanakan untuk (a) menyeleksi, atas kesepakatan penduduk, penerima dari tutup cubang dan (b) menilai syarat-syarat material dan segala perbaikan dan/ atau perbaikan yang harus dilakukan di dalam cubang terlebih dahulu sebelum membangun tutupnya dan untuk mengkoordinasi jadwal pembangunan dengan keluarga masing-masing untuk memastikan cubang mereka telah dikosongkan dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum memulai gotong royong mereka.
  5. Perbaikan jalan untuk memudahkan kelanjutan proyek pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat miskin di pegunungan, terutama anak-anak: pembangunan jalan sepanjang 2 km yang menghubungkan dusun Panek dengan Manikaji saat ini sedang dikoordinasikan: Rencana dengan kedua dusun tersebut adalah jalan ini akan dibangun melalui gotong royong untuk memastikan bahwa pekerjaan ini selesai sebelum musim hujan pada bulan November 2004. Pekerjaan ini akan dimulai September 2004 dari kedua ujung: ujung selatan oleh masyarakat Panek dan ujung utara oleh masyarakat Manikaji Kaliaga, menyatukan jalan sepanjang 2km yang baru saja selesai dibuat yang didanai oleh Clive Walton Memorial Fund, yang berakhir di sekolah Manikaji EBPP.
  6. Hasil buku cerita seni pendidikan, yang diilustrasikan oleh anak-anak desa Ban, yang telah memutuskan untuk memberantas buta huruf dengan pembelajaran yang penuh dedikasi dengan tujuan untuk memberikan manfaat bagi orang lain: Buku cerita seni ini sedang dikerjakan dalam tahap terakhir dari penyalinan tulisan dan pengeditan dan masih ditargetkan untuk diluncurkan pada 'Ubud Readers and writers Festival' pada bulan Oktober 2004. Salah satu aspek yang menantang dari buku ini adalah pemilihan gambar dan lukisan yang paling cocok dari ribuan yang dihasilkan oleh anak-anak, untuk menggambarkan cerita seakurat mungkin dari perkembangan kemiskinan yang papa sampai ke jalan mandiri dan perkembangan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Silahkan lihat selengkapnya di www.ykip.org/ebpp.asp.


PROYEK- PROYEK YANG SEDANG BERJALAN


Yayasan Dana Pendidikan Anak

Dalam jangka panjang, dengan usaha bersama, proyek ini akan menyediakan dana pendidikan dan dukungan bagi anak anak dari para korban, baik yang tewas, yang luka atau yang hilang sesudah peristiwa bom Bali. YKIP bekerja sama dengan KIDS ( Kuta International Disaster Scholarship atau Beasiswa korban Kuta Internasional yang dibentuk oleh sukarelawan COURTS-sebuah toko mebel dan elektronik berjaringan international) untuk mendirikan yayasan dana pendidikan YKIP/KIDS. Melihat dan mempertimbangkan umur anak anak yang masih muda, proyek ini akan memerlukan jangka waktu yang cukup lama sedikitnya 21 tahun, yang merupakan pertAnda bahwa jalan kedepan YKIP masih panjang. Kami memberikan dukungan baik melalui pembayaran langsung ke sekolah-sekolah atau melalui tabungan pendidikan dengan Bank Niaga. Dana ini akan digunakan untuk membiayai sekolah, pelajaran tambahan, aktifitas ekstrakurikuler, seragam sekolah, sepatu, buku-buku dan alat-alat tulis.

Ketika proyek ini mulai, kami mendanai 130 anak (50 anak yang kehilangan orang tua dan 80 yang orang tuanya terluka). Orang tua yang terluka dari 71 anak ini sudah kembali bekerja (sebagian besar staf Paddy's club dan telah kembali bekerja di tempat baru). YKIP/KIDS sudah tidak bertanggung jawab lagi terhadap pendidikan dari ke 71 anak ini sesuai dengan persetujuan awal antara YKIP/KIDS dan orang tua. Jadi untuk ajaran belajar sekolah tahun ini (Juli 2004 - Juni 2005), YKIP/KIDS membiayai 50 anak ditambah dengan 9 anak yang orang tuanya cacat dan tidak bisa bekerja.

Untuk lebih jelasnya silahkan melihat www.ykip.org/ykids/index.asp.


Pelatihan Kesehatan - Perpustakaan Kesehatan Jangka Panjang Proyek ini bertujuan menyediakan dan memperlengkap sebuah perpustakaan kesehatan dan pendidikan (MREC) yang berada di fakultas kedokteran Univarsitas Udayana. YKIP menjalin kerja sama erat dengan sejumlah dokter dari fakultas kedokteran dan rumah sakit di Bali untuk melaksanakan sebuah program untuk meningkatkan pelatihan bagi dokter-dokter di Bali, mahasiswa kedokteran dan parakesehatan baik di dalam maupun di luar negeri.

Perpustakaan ini menyediakan informasi ilmu kedokteran yang lebih baik karena MREC dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas seperti Referensi kesehatan online, buku-buku edisi terbaru dan 10 komputer dengan akses internet. Untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa dan staf kesehatan, perpustakaan ini juga menyediakan sebuah program bahasa Inggris spesial dan laboratorium bahasa yang canggih.

Kami sudah mewawancarai 36 pelamar yang akan bekerja sebagai pustakawan/peneliti. Kami berharap akan memperkerjakan 6 petugas perpustakaan yang bekerja dengan internet untuk mencari bahan-bahan kesehatan yang sesuai yang bisa dipergunakan oleh para professor dan mahasiswa.

Mark Weingard dari Yayasan Annika Linden secara resmi telah membuka perpustakaan ini pada tanggal 13 October 2003. Beliau menyatakan bahwa tidak ada jalan yang lebih baik untuk mengenang tunangan beliau, Annika dan korban-korban lain dari peristiwa bom Bali. Melalui dukungan dermawan dari Mark dan yayasan, MREC akan bisa menjadi 'fertile ground' (tempat yang subur) bagi para pekerja kesehatan lokal yang jenius.

Silahkan lihat selengkapnya di www.ykip.org/MedicalTraining/index.asp.


RENCANA MASA DEPAN YKIP


Proyek Anak- Anak Cacat Pendengaran

YKIP akan bekerja sama dengan Bali Rotary Clubs dan organisasi-organisasi jasa lain yang akan memberikan alat bantu pendengaran (termasuk perawatan tahunan) kepada sejumlah anak-anak cacat pendengaran yang bersekolah di SLB di Bali. Proyek ini akan memfokuskan pada usaha untuk memperoleh bantuan alat-alat bantu pendengaran baru termasuk baterai dan memastikan bahwa anak-anak mendapatkan alat-alat bantu pendengaran yang sesuai. Kami dengan senang hati akan menerima masukan dari siapapun yang bisa membantu kami mendapatkan alat-alat bantu pendengaran.


PENYUMBANG


Sebagian besar dari proyek-proyek di atas dibiayai oleh Yayasan Annika Linden/Mark Weingard. Bekerja sama dengan ALF, YKIP bisa membiayai beberapa proyek-proyek kecil dan melanjutkan proyek MREC Medical Library dan YKIP/KIDS. Kami sangat menghargai kemurahan hati Mark Weingard.

PT Mitrais (a software development house) sudah dengan murah hati menyumbangkan ruang kantor, telepon, komputer dan ribuan jam kerja dari sukarelawan mereka untuk memastikan bahwa tujuan YKIP bisa dilaksanakan secara professional dan tepat, diantaranya David Magson, Wiwie Harris, Totok Sudarmanto, Ken McClennan and Jamie.

Semenjak bom Bali, kami sudah diberkahi dengan sumbangan baik besar maupun kecil dari berbagai penjuru dunia. Daftar setiap penyumbang bisa dilihat di situs kami (www.ykip.org/dnt_donors_monetary.asp). Kami sangat berterima kasih kepada semua penyumbang, baik besar maupun kecil, karena Anda semua telah membantu untuk membuat orang menjadi lebih bahagia dan sehat.

Masih banyak yang harus dilakukan dan masih banyak orang yang perlu dibantu. Kami memerlukan sumber daya manusia dan bantuan keuangan untuk membantu kami melaksanakan proyek ini.

Kami sedang berusaha mendaftar sebagai LSM di Australia dan Amerika untuk bisa memudahkan sumbangan dari dua negara tersebut di atas.

Apabila Anda bisa membantu bagaimanapun caranya, kemurahan hati Anda akan sangat kami hargai. Kami berharap Anda membantu usaha kami dengan menyumbang ke YKIP General Fund.

Sumbangan dalam bentuk uang bisa dilakukan di bank-bank Bali sebagai berikut.

Daftar Bank YKIP selengkapnya Yayasan Dana Pendidikan YKIP/KIDS
Bank Permata Tbk
Kantor cabang Denpasar cabang 601
Jl. Dewi Sartika Kav. 88
Denpasar - Bali
Indonesia
Swift Code : B B B A I D J A
Acc. Name : Y K I P
Acc. No. : 5802 163 330 (US$)
Acc. No. : 5801 261 460 (IDR)

Rekening Dollar

Bank Lippo
Lippo-Cab. Thamrin Denpasar,
Bali, Indonesia
Swift Code : L I P B I D JA
Acc. Name : Y K I P K I D S
Acc. No. : 789 30 71857 7(US$)

Bank Lippo
Kuta Graha Branch Office
Kuta - Bali, Indonesia
Swift Code : L I P B I D JA
Acc. Name : Y K I P K I D S
Acc.No. : 534 30 05908 5 (IDR)


YKIP sangat memperhatikan kerahasiaan dan standar etis yang tinggi dalam menangani dana dana bantuan dari penyumbang yang dermawan. YKIP mengadakan pemeriksaan audit pertahun atas dasar 'pro bono' oleh firma akunting Drs. Paul Hadiwinata, Hidajat dan rekani yang merupakan bagian dari PKF persero. Sesudah diperiksa, account tahunan YKIP akan tersedia bagi penyumbang dan calon penyumbang. YKIP berterima kasih kepada Drs. Hidajat dan rekan-rekannya karena menyediakan jasa ini. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan melihat situs www.pkfhadiwinata.com

Kami juga ingin mengajak Anda untuk menyampaikan newsletter ini kepada keluarga, teman dan rekan bisnis yang mungkin tertarik untuk membantu Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi, YKIP, di Bali.

Terima kasih atas perhatian dan bantuan Anda dan untuk informasi atau saran mengenai newsletter ini silahkan hubungi kami. Jika Anda lebih berkenan untuk tidak menerima salinan newsletter di masa yang akan datang, silahkan hubungi kami di alamat email di bawah ini.

Sampai jumpa di newsletter Desember 2004, hormat kami,

Tim manajemen YKIP
 
HALAMAN UTAMA     VISI & MISI     PROYEK     BERITA     DUKUNGAN     SUMBANGAN     TENTANG KAMI     HUBUNGI KAMI     LINKS

Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) - Tel: +62 361 759544 Fax: +62 361 755024 Email: info@ykip.org