 |
 |
Ms. Jocelyn Duncan ketika mengunjungi SLBB
|
Volunteer Jocelyn Duncan's visit at the SLBB
|
 |
|
| Jocelyn sedang mengajarkan bunyi suara "p" dengan menunjukkan bagaimana cara mengucapkannya. |
|
| |
 |
|
| Mengajarkan bunyi suara "u", "Sekarang kalian katakan". |
|
Jocelyn Duncan adalah seorang terapi bicara yang diakui dari Canada. Dia dengan senang
hati membagi waktunya sebagai tenaga sukarela bekerja sama dengan murid-murid, para orang
tua dan guru di SLBB (Sekolah Luar Biasa, kelas B/Sekolah khusus untuk anak-anak yang
kurang pendengaran), di Jimbaran, Bali pada bulan April 2005.
Kami memutuskan hanya mengajar anak-anak di taman kanak-kanak (usia mereka antara 6-11
tahun, biasanya orang tua tidak menyekolahkan mereka sampai mereka besar) dan kami
melakukan tes pendengaran dengan permainan yang sederhana.
Jocelyn memakai cara yang sederhana sekali dengan memberikan contoh bunyi 6 (enam) suara,
seperti:
"i"
"u"
"m"
"f"
"s"
"p"
Cara dia mengajar sangat menarik, walaupun dia tidak dapat berbahasa Indonesia di hari
pertama (namun di hari ke dua dia dapat 20 kata). Pertama-tama dia mengeluarkan bunyi
suara, kemudian menyuruh anak-anak meletakkan tangan mereka ke mulutnya sehingga mereka
dapat merasakan udara yang keluar kemudian dia menyuruh anak-anak tersebut untuk menirukan
suara yang dia keluarkan. Bagi anak-anak yang mempunyai pendengaran yang masih baik dapat
menirukan suara tersebut, tetapi bagi anak yang sama sekali tidak mendengar tidak dapat
mengikutinya.
Agar anak-anak lebih mudah menerima, dia juga menggunakan alat bantu gambar
benda-benda/binatang (yang dilihat sehari-hari) dengan menunjukkan cara mengeluarkan
bunyi-bunyi pada gambar tersebut, juga menggunakan kotak-kotak berwarna. Bagi anak-anak
yang menggunakan alat bantu dengar (2 orang anak memakai alat bantu yang diberikan oleh
ALF) dapat mengikuti permainan ini dengan baik.
| |
 |
| |
Memilih warna yang paling disuka. Untuk menguji kemampuan dengar mereka, Jocelyn meminta mereka untuk memilih warna kesukaan mereka dan mengatakannya dengan keras. Kemudian dia menyebut warna tersebut dan menyuruh mereka untuk mengambilnya. |
Hasil yang dia peroleh dari mengajar anak-anak tersebut juga di bantu dari hasil
audiogram yang telah dilakukan oleh anak-anak di klinik Lumina di Denpasar. Ketika dia
bertemu dengan para orang tua, dia menjelaskan bagaimana hasil audiogram dari pendengaran
anak mereka dan apa yang dapat mereka harapkan dari hasil tes tersebut. Sayangnya, hasil
dari audiogram beberapa anak dibawah standar, yang berarti kemampuan mendengar anak-anak
tersebut tidak akan sempurna, bahkan dengan bantuan alat bantu dengar sekalipun.
Disini terlihat perbedaan antara berkomunikasi dan berbahasa. Banyak orang tua merasa
putus asa karena tidak dapat berkomunikasi dengan anak mereka; ternyata bahasa isyarat
memang diperlukan.
Penggunaan bahasa isyarat di Indonesia punya kemiripan dengan ASL, atau dengan menggunakan
bahasa tubuh yang tepat, anak-anak akan mengerti apa yang ingin dia katakan. Menurut
pendapat Jocelyn (YKIP juga setuju dengan pendapatnya) bahwa dengan memberikan/mengajarkan
berbahasa/kata-kata mereka akan dapat berkomunikasi. Kami ingin melihat semua anak-anak
di SLBB memakai standar bahasa isyarat sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan
teman-teman sesama di seluruh Indonesia.
Untuk mencapai tujuan ini, ada tenaga sukarela yang lain, Ms. Adrienne Oberoi, akan
bekerja sama dengan anak-anak, orang tua dan guru yang akan mengajar mereka bahasa
isyarat, juga akan membentuk perkumpulan para orang tua. (Adrienne dapat mendengar secara
normal walaupun dia dibesarkan oleh kedua orang tuanya yang tidak dapat mendengar di
Amerika).
 |
|
| Menggunakan isyarat ketika bermain dengan anak-anak. |
|
| |
 |
|
| Belajar mengucapkan bunyi "mmmmm" dan merasakan getarannya di muka. |
|
Namun, sampai saat ini, guru-guru di SLBB tidak mempunyai ketrampilan khusus dalam
mengajar anak-anak tersebut. Mereka hanya mengacu pada standar kurikulum Indonesia dan
berusaha semaksimal mungkin agar anak-anak dapat menerima dan mengerti yang mereka
ajarkan. Harapan kami agar dapat membantu anak-anak sebanyak mungkin menggunakan alat
bantu dengar sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan baik dan bagi anak-anak yang
tidak dapat mendengar sama sekali tetap dibantu dengan menggunakan bahasa isyarat sebagai
sarana berkomunikasi.
Kami sangat mengharapkan uluran tangan anda. Dengan partisipasi yang anda berikan sebesar
US$ 150 per anak per tahun sudah mencakup tes pendengaran, sebuah alat dengar layak pakai
dan biaya perawatan (batere).
Terima kasih banyak kepada Jocelyn atas kerja samanya yang baik.
|
|
|
|
|