Sukarelawan dan official yang telah membantu dalam krisis bomb di Bali mendirikan YKIP satu minggu setelah ledakan. Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat Bali sebagai persembahan bagi mereka yang telah meninggal dunia atau terluka. Pendiri YKIP adalah pengusaha dokter pegawai dan sukarelawan yang membantu dalam krisi bomb di Bali.
Organisasi yang transparan dan yang bertanggung jawab perlu dibentuk untuk mengakomodasikan bantuan persediaan medis yang berlimpah dan sumbangan dana dari seluruh dunia. Oleh karena sebgaian besar dari pendiri YKIP adalah anggota Rotary International. YKIP dipndang sejajar dengan organisasi internasional lainnya. Kami juga mendapat dukungan dari kedutaan besar Australia, komunitas diplomatik di Bali dan Gubernur tingkat I Bali. Anggota kami terdiri dari berbagai bangsa yang memiliki beragam kepercayaan.
Pendiri mengatur dan membantu mengorganisasi Bali Recovery Group yang melaksanakan pekerjaan organisasi sosial di seluruh dunia dalam 6 bulan pertama setelah bomb. Semua proyek dari YKIP 2002 dan 2003 berhubungan langsung dengan keluarga korban. Bagaimanapun kebanyakan kebutuhan-kebutuhan mereka sudah terpenuhi sekarang. Berpijak dari keberhasilan proyek YKIP 2003 (Children's Education Fund, MREC dan Wayang Kulit Trauma Counseling). Saat ini, fokus program YKIP adalah kesehatan dan pendidikan yang diharapkan dapat mengingakatakan taraf kehidupan dan memerangi kemiskinan.
Peranan YKIP adalah menggali dana yang akan digunakan untuk melaksanakan proyek yang sudah ditargetkan dan menyediakan akses untuk instansi dan perorangan untuk menyalurkan dana bantuannya. YKIP adalah organisasi yang transparan dan terpercaya. Usaha yang kami lakukan untuk mengenang 202 korban yang meninggal dan 300 korban yang terluka.
Dampak dari tragedi bom Bali meluas bukan hanya sekedar 190 orang
yang terbunuh dan 200 yang cedera. Tragedi tersebut juga berdampak
pada keluarga para korban yang sekarang kehilangan suami,
anak ataupun ibu. Praktis, seluruh warga Pulau Bali yang mencapai
hampir 2 juta orang, ikut merasakan akibatnya. Para nelayan
sekarang tidak dapat menjual ikan hasil tangkapannya, karena
tidak ada lagi pengunjung di restoran-restoran. Para pelayan
hotel kehilangan pekerjaannya, karena tidak ada lagi tamu
yang menginap. Warga Hindu Bali yang sangat religius pun juga
terimbas oleh tragedi ini, di mana mereka merasa bahwa mereka
telah melakukan sesuatu hal yang begitu buruk, yang menyebabkan
tragedi sedashyat ini menimpa mereka. Kenyataan pahit yang
sekarang dihadapi adalah, dibutuhkan bertahun-tahun untuk
memulihkan keadaan di Bali. Bahkan, banyak yang berpendapat
bahwa di saat sudah pulih pun, Bali tidak akan pernah sama
seperti dulu lagi.
Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi berdiri sebagai tanggapan
atas tragedi bom Bali, dengan hasrat untuk membuat sesuatu
yang bermanfaat dari tragedi ini. Kami ingin membangun monumen
peringatan bagi para korban, yang akan bermanfaat bagi kehidupan
semua masyarakat Bali dan mereka yang mengunjungi Bali.
Salah
satu hal yang terkuak dari tragedi ini adalah kondisi perawatan
kesehatan yang menyedihkan di Bali. Hanya sedikit tempat di
dunia ini yang dapat dengan mudah menangani bencana dalam
skala seperti ini, dan fasilitas di Bali telah benar-benar
kewalahan dalam menangani situasi ini. Bahkan dalam situasi
normal, pelayanan kesehatan biasanya kekurangan dana dan peralatan.
Hasilnya, bertahun-tahun masyarakat Bali dan banyak wisatawan
mengalami penderitaan yang tidak perlu.
Tujuan pendirian Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi adalah untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan di Bali untuk semua orang.
Dalam jangka pendek, yang akan dilakukan adalah meningkatkan
kualitas perawatan medis gawat darurat. Tetapi dalam jangka
panjang ini berarti meningkatkan pelatihan dan keahlian medis.
Hal ini juga berarti peningkatan mutu fasilitas-fasilitas
yang ada, dan juga pembangunan sebuah Pusat Perawatan Luka
Berat, yang didekasikan untuk mereka yang telah kehilangan
nyawanya dalam tragedi bom Bali.
Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi didirikan oleh tokoh-tokoh
masyarakat Bali dan asing yang merasa terpanggil. Mereka adalah
orang-orang yang punya keterkaitan erat dengan komunitas lokal
dan memiliki hasrat dan kemampuan untuk mewujudkan proyek
ini. Para pendiri sangat menyadari tanggungjawab mereka terhadap
komunitas dan para donatur untuk memastikan bahwa dana yang
ada dikelola secara benar dan digunakan seefektif dan seefisien
mungkin untuk mencapai sasaran yayasan. Dalam hal ini, tidak
ada satu pun dari para pendiri yang menerima kompensasi. Semua
pekerjaan mereka lakukan secara sukarela.
Meskipun
kami saat ini memberikan pertolongan dan bantuan secara cepat
bila dibutuhkan, kami barulah sampai pada tahap awal dari
pengembangan rencana jangka panjang kami.
Peningkatan pelayanan kesehatan dapat menjadi monumen peringatan
bagi para korban. Tetapi lebih dari itu, hal ini akan sangat
bermanfaat bagi kita yang masih hidup dan sedikit memberikan
harapan lebih baik bagi masa depan. Bantulah kami untuk menciptakan
perbedaan tersebut.
Terima kasih atas dukungan Anda.
"Dari reruntuhan, kita ciptakan masa depan yang lebih
baik". |