Sukarelawan Adrienne Oberoi, seorang wanita dapat mendengar dengan sempurna yang terlahir dari kedua orang tua yang tuna runggu, telah memberikan pelajaran bahasa isyarat bagi para orang tua dengan anak tuna runggu di SLB B Jimbaran.
Klik disini
|
|
Sukarelawan Jocelyn Duncan berkunjung ke SLBB. KLIK DISINI |
|
|
BERITA TENTANG KAMI DI 2006 BERIKUT
Permasalahan
Ada banyak anak-anak di Bali dengan masalah pendengaran yang memerlukan bantuan alat bantu dengar. Anak-anak mengembangkan kemampuan bahasanya pada umur 6 atau 7 tahun, dan jika pada umur-umur ini anak tidak memiliki pendengaran yang sempurna maka akan mengakibatkan lambatnya perkembangan bahasa anak, atau dia tidak akan dapat mengembangkan kemampuan bahasanya sama sekali. Ini disebabkan karena bagian otak yang berfungsi sebagai pengembangan bahasa tidak akan merespon setelah umur anak lewat dari 6 atau 7 tahun. Walaupun sudah di diagnosa dan diberikan alat bantu dengar pada umur 4 atau 5 tahun, anak akan tetap susah mengejar ketertinggalan perkembangan bahasa yang seharusnya dia sudah miliki. Permasalahan inilah yang tidak dipahami oleh para orang tua.
YKIP mencarikan donatur untuk mendanai pembelian alat bantu dengar baru atau mendanai perawatan untuk alat bantu dengar bekas; juga membiayai berbagai test yang diperlukan untuk memakai alat bantu dengar serta peralatan dan perlengkapan bagi sekolah Tuna Runggu terbesar di Jimbaran, Bali. Daftarnya terlampir dibawah.
Latar Belakang
Kehilangan pendengaran bagi anak mengakibatkan permasalahan yang komplek, selain permasalahan fisik juga menimbulkan masalah emosional serta sosial yang sulit untuk digambarkan. Bagi anak-anak penderita masalah pendengaran di Bali selain permasalahan diatas mereka juga harus dihadapkan pada permasalahan, kekurangan sumber serta daya untuk mendapatkan alat bantu dengar, perawatan medis yang benar dan atau untuk mendapatkan pendidikan yang seharusnya. Dulu pendataan anak-anak yang memiliki masalah pendengaran di Bali sangatlah susah dikarenakan kekurangan fasilitas dan peralatan juga SDM yang terlatih, namun sekarang ini hal itu sudah dapat dilakukan.
Permasalahan lainnya adalah, banyak anak dengan masalah pendengaran di kurung di rumah karena tidak ada sekolah khusus untuk anak dengan masalah pendengaran (yakni SLBB atau Sekolah Luar Biasa - B) disekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Seringkali anak-anak ini dimasukan ke sekolah untuk anak-anak normal dan mereka kemudian di cap "bodoh" karena permasalah pendengaran mereka sehingga mereka tidak dapat menangkap pelajaran seperti anak normal, dan permasalahan kehilangan pendengaran mereka dibiarkan begitu saja atau tidak di obati sama sekali.
Sekolah khusus untuk anak-anak dengan masalah pendengaran terbesar di Bali adalah SLB B Jimbaran, Bali selatan yang merupakan milik pemerintah. Ada delapan lagi sekolah SLB B di Bali dan lima sekolah luar biasa lainya yang mana muridnya dicampur (cacat fisik dan mental). Tidak satupun dari sekolah ini memiliki alat test pendengaran yang sesuai, alat bantu dengar dan atau hal yang paling mendasar yang yakni guru yang terlatih untuk memberikan terapi berbicara atau mengajarkan bahasa isyarat.
YKIP akan bekerja sama dengan Lumina Hearing Center, sebuah klinik pendengaran yang baru di buka di renon, Denpsar. Lumina adalah klinik yang bersifat komersial dimana mereka mengetest dan menjual alat bantu dengar merk Siemens. Kami memilih Lumina karena sebagian dari staff mereka menawarkan kerjasama dengan kami dan mereka bekerja dengan sukarela selain itu juga mereka melatih mereka yang bekerja di sekolah luar biasa untuk anak tuna rungu. Klinik pendengaran ini merupakan satu-satunya klinik pendengaran di Bali. Rotary Klub Nusa Dua, Bali telah menyumbangkan banyak waktu dan uang untuk Sekolah Luar Biasa untuk anak dengan masalah pendengaran yang berlokasikan di Jimbaran ini, untuk itu kami akan memastikan bahwa kami tidak akan memberikan bantuan sama atau meniru apa yang telah di berikan oleh Rotary Klub Nusa Dua. Adapun tujuan kami adalah untuk :
- Mengetest anak-anak di SLB B Jimbaran (dengan tujuan selanjutnya adalah mengestest semua anak-anak di SLB B seluruh Bali dan lingkungan sekitar mereka. LUMINA telah melakukan test pada 40 anak di SLB B Jimbaran yang dapat di bantu dengan alat bantu dengar.)
- Memberikan alat bantu dengar bagi anak – anak yang dapat di bantu dengan alat bantu dengar.
- Melaksanakan program perawatan alat untuk anak-anak dengan alat bantu dengar (lihat di bawah)
- Memperbaharui audiometer di SLB B Jimbaran, dan jika dana memungkinkan memberikan setiap SLB B di Bali audiometer.
Proses ini kelihatanya mudah, namun proses pengetesan dan pencocokan alat bantu dengar untuk satu anak memerlukan beragam test audiometer tertentu. Yang harus dilakukan pengetesan di klinik LUMINA di Renon yang merupakan satu-satu nya klinik pendengaran di Bali yang mana memerlukan waktu satu jam perjalanan . Anak-anak yang memerlukan perawatan medis khusus atau operasi akan memerlukan waktu yang lebih banyak lagi serta perhatian yang khusus untuk proses selanjutnya.
Setelah alat bantu dengar di cocokan, cetakan telinga akan di buat khusus untuk satu anak, cetakan ini kemungkinan mungkin akan perlu diganti tiga kali setahun dikarenakan pertumbuhan anak yang cepat. Untuk alat bantu bekas diperlukan penggantian baterai setiap dua minggu sekali. anak-anak dan para guru mereka akan diajarkan bagaimana cara merawat alat bantu dengar ini dan cara membersihkannya.
Halangan utama dari program ini adalah tentunya, pendanaan. Satu alat bantu dengar yang baru bisa berharga berkisar dari Rp 2,000,000 - 7,000,000 (US $222 - $775); baterainya seharga Rp 60,000 ($7) untuk persediaan satu bulan dan perawatan yang disesuaikan dengan umur dan tumbuh kembang anak. Lumina Hearing Center memberikan konsultasi gratis yang akan di berikan oleh Ibu Vikki Mackay dari Canada, yang juga telah melakukan program yang sama di Uganda dan Zimbabwe. Klinik ini telah menyediakan peralatan audiometric untuk test dan menyumbangkan alat bantu dengar bekas yang dipergunakan pada program ini. Di LUMINA terdapat instruktur khusus pendengaran yang terlatih, Kadek Yuliarti, yang bekerja membatu Vikki dalam pendataan anak-anak. Lumina juga bekerja sama dengan dokter dari rumah sakit Sanglah, Denpasar untuk memfasilitasi jika ada anak-anak yang memerlukan perawatan medis tertentu. YKIP akan melakukan penggalangan dana secara internasional untuk program ini.
Setiap anak perlu disesuaikan dengan alat bantu dengar yang cocok untuk mereka.
Langkah-langkah dalam mencocokan alat bantu dengar meliputi :
- Pembuatan cetakan telinga yang sesuai
- Pendataan kecocokan alat bantu dengar didasarkan pada, program komputer, ukuran asli telinga, evaluasi dari pendengaran, dll.
- Konseling dan pemberian informasi kepada anak, orang tua, para guru dan yang lainnya mengenai; fungsi dari alat bantu dengar, cara kerjanya, perawatan, pengharapan yang sebenarnya, dll.
- Tindak lanjut perawatan (setidak nya 2 kali) untuk mengetahui perkembangan dari anak yang memakai alat bantu dengar dan juga membuat suatu program penyesuaian yang diperlukan untuk memprogram kembali suara yang dihasilkan oleh alat dengan yang dapat ditangkap oleh anak yang menggunakannya.
- Program dukungan berkelanjutan bagi para guru, keluarga dan hal-hal yang berkaitan dengan anak dan membantu mereka dalam memahami cara yang terbaik untuk mendukung anak dengan alat bantu dengar.
Seperti diketahui, mencocokan alat bantu dengar pada anak-anak cenderung lebih rumit jika dibandingkan dengan mencocokan alat bantu dengar pada orang dewasa. Proses ini juga sangat penting karena itu diperlukan berbagai perawatan. Kurang keras, maka anak tidak akan mendapat manfaat sesungguhnya dari alat bantu dengar, terlalu keras maka anak akan menderita kebisingan yang mempengaruhi tingkat pendengaran mereka yang pada nantinya akan memperparah kondisi mereka. Anak-anak harus memakai alat bantu yang tepat dan sesuai untuk membangun tingkat bahasa mereka.
Adalah merupakan hadiah yang tak terhingga bagi anak-anak ini, jika mereka diberikan alat bantu dengar, walaupun yang bekas, dengan tingkat pendengaran mereka yang sangat rendah atau bahkan sangat parah. Dengan alat ini memungkinkan mereka untuk mengetahui suara yang ada di dunia ini, dan mengetahui arti dari suara itu. Ini akan menyadarkan mereka fungsi dari suara mereka dan juga memacu mereka untuk menggunakan suara mereka sendiri- walaupun hanya menyebutkan nama keluarga mereka, atau meminta keperluan mereka sehari-hari. Hal ini akan sangat berpengaruh besar pada sosialisasi mereka di “dunia normal” dimana masyarakat bisa mendengar.
Seperti disebutkan sebelumnya, pengetesan dan pencocokan alat bantu dengar akan memerlukan beberapa jadwal kunjungan untuk setiap anak. Tambahan dari kunjungan tersebut adalah anak-anak ini perlu dipantau setiap enam bulan untuk menyesuaikan alat bantu dengar jika tingkat pendengaran mereka berubah. Mengantarkan anak bolak-balik ke klinik LUMINA sangatlah memakan biaya serta di tambah kendala sarana transportasi dan kendala dari anaknya sendiri. Akan lebih menghemat banyak waktu dan uang, serta memberikan pelayanan yang lebih efektif jika fasilitas yang diperlukan ada disetiap sekolah. Dengan demikian dari pada membawa anak-anak ke klinik, petugas LUMINA dapat datang ke sekolah masing-masing anak. Ini akan menghemat banyak waktu, dan jika ada anak yang sudah kecapaian atau tidak bisa diajak kerjasama, pengetesan bisa dihentikan dan dimulai dengan anak yang lain.
Dengan adanya fasilitas pengetesan yang memadai, selain menguntungkan sekolah juga akan menguntungkan lingkungan sekitar sekolah itu sendiri. Klinik LUMINA dapat melatih salah satu guru dari tiap sekolah mengenai cara mengetest dan cara-cara perawatan alat, yang pada nantinya akan mengurangi kebutuhan akan tenaga perawatan dari luar. Pembangunan fasilitas pengetesan dapat dibuatkan oleh LUMINA dengan harga yang terjangkau dan pelatihan guru-guru dapat dilakukan di Klinik Lumina Hearing Center.
Apa Yang Diperlukan
Di SLBB Jimbaran, yang di kepalai oleh Ibu Made Murdani, para murid dan guru disana memerlukan meja dan kursi untuk belajar dan bekerja dan juga anak-anak yang tinggal di asrama sekolah memerlukan lemari pakaian yang baru.
Alat audiometer untuk SLBB di Jimbaran, Tabanan, Sidhakarya dan Singaraja.
Alat Bantu Dengar dan Dana untuk perawatannya
Baterai untuk alat bantu dengar
Staf yang ikut ambil bagian dalam program ini antara lain;
Konsultan sukarelawan:
- Vikki MacKay B.G.S.: Spesialis Alat Pendengaran Bersirtifikat dari Badan Penjual dan Konsultan Alat Bantu Dengar dari British Columbia, Canada
- Nick H.L. Liem: P. Eng.: Insinyur Mekanik , Canada
- Jim Renshaw: Spesialis Pelaku Biomedical dan Peralatan Audiometrik , Canada
Para Pegawai Lumina
- Kadek Yuliarti: Spesialis Alat Bantu Pendegaran, yang berpraktek di Indonesia
- Alex Susanto: Petugas Teknis
Budget
Penjabaran Beban Biaya Per Anak
A. ALAT BANTU DENGAR BEKAS
| Item |
One time cost IDR |
Annual Cost IDR |
Amount US$ |
| Pengetesan |
40,000 |
|
5.00 |
| Pencocokan alat bantu dengar bekas |
250,000 |
|
29.40 |
| Pendataan pendengaran |
|
300,000 |
35.20 |
| Cetakan telinga 1 |
|
60,000 |
7.00 |
| Baterai2 |
|
600,000 |
70.00 |
| TOTAL |
290 |
960,000 |
|
| TOTAL PER YEAR IN US$ |
|
|
$ 146,60 |
B. ALAT BANTU DENGAR BARU
| Item |

One time cost IDR |

Annual Cost IDR |
Amount US$ |
| Pengetesan |
40,000 |
|
5.00 |
| Pencocokan alat bantu dengar (tidak dikenakan biaya untuk alat bantu dengar yang baru) |
|
|
|
| Pendataan pendengaran |
|
300,000 |
35.20 |
| Cetakan telinga 1 |
|
60,000 |
7.00 |
| Baterai2 |
|
600,000 |
70.00 |
| Alat Bantu Dengar 3 |
7,200,000 |
|
847.00 |
| TOTAL |
7,249,000 |
960,000 |
|
| TOTAL PER YEAR IN US$ |
|
|
$ 966,60 |
| 1Cetakan telinga |
: |
Rp 60,000 (biasanya per tahun 3X, tergantung dari tumbuh kembang dari telinga masing-masing anak) |
| 2Baterai |
: |
Rp 50,000/bulan or Rp 600,000/tahun |
| 3Alat Bantu Dengar |
: |
Rp 2,000,000 - Rp 8.000,000 PER AID (Rp 3,600,000 is the price for the medium quality one, which is what is being used for costing here) |
Biaya perawatan untuk alat baru maupun alat bekas adalah berkisar US $115/tahun(IDR 960,000).
APA YANG ANDA DAPAT BANTU:
- Anda dapat membiayai seorang anak dengan alat bantu dengar untuk satu tahun (berkisar US$150/tahun per anak dengan memakai alat bantu dengar bekas atau $1,000/tahun per anak dengan alat bantu dengar baru)
- Membantu mengumpulkan alat bantu bekas yang layak pakai di daerah Anda, yang akan dikumpulkan di satu tempat di Canada, kemudian akan dikirimkan ke Bali.
- Menyumbangkan uang untuk pembelian furnitur atau perlengkapan
|
2006 NEWS
Tahun 2006 merupakan tahun yang sibuk bagi program pendengaran kami di Lumina Hearing Center. Berkat sumbangan dari Yayasan Annika Linden, kami dapat memperluas program kami ke dua SLB B yang baru. Kedua sekolah itu adalah SLBB Tabanan dan SLBB Sidhakarya di Denpasar. Sekolah di Tabanan memiliki 39 murid-murid; sebagian dari anak-anak ini, ditinggalkan oleh oleh keluarga mereka dikarenakan masalah pendengaran yang mereka miliki sekarang mereka tinggal di sekolah. Pada pengetesan awal menunjukan ada 20 anak yang dapat dibantu dengan alat bantu dengar. Anak-anak ini dibawa ke klinik Lumina Hearing Center di Denpasar untuk pemengetesan dan mendapatkan bantuan alat bantu dengar bekas yang disumbangkan melalui program pendengaran ini. Berikut adalah sebagian dari wajah ceria mereka!
Sekolah satu lagi adalah SLBB Sidakarya, disini kita menjaring dan mendata 70 anak. dari hasil pengetesan ini kira-kira terdapat 40 anak yang dapat dibantu dengan alat bantu dengar, namun sayangnya kami tidak dapat membantu mereka dengan alat bantu dengar diakibatkan kurangnya pendanaan. Kami memiliki cukup persediaan alat bantu dengar bekas tapi kami tidak memiliki cukup dana untuk biaya transportasi, baterai, cetakan telinga, dan juga pengeluran lainya.
Pada program kami ini, kami juga tetap meneruskan program alat bantu dengar bagi anak-anak di SLB B Jimbaran yang telah kami bantu tahun sebelumnya. Sangat menyenangkan dapat melihat perkembangan yang dicapai oleh anak-anak ini. Mereka sekarang sadar akan suara dan artinya dan banyak dari mereka belajar untuk berbicara.
Lumina Hearing Center dengan sangat bangga mengumunkan bahwa mereka telah menerima sumbangan alat pengetesan yang sangat penting, yang mana alat ini dapat memberikan hasil test yang akurat mengenai masalah pendengaran pada bayi dan balita. Alat ini adalah – GSI Audera ABR/OAE (BERA) System yang disumbangkan oleh VIASYS sebuah badan kesehatan dari Amerika Serikat. Lumina sangat senang sekali mendapatkan alat yang cangih ini- yang merupakan satu-satunya di Bali – yang artinya sekarang di Bali kita dapat mengetahui masalah pendengaran pada bayi dan balita serta memberikan mereka alat bantu dengar. Dengan ini akan mendukung perkembangan kemampuan bicara dan tingkat bahasa mereka.
|