Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP)
     
 
TENTANG KAMI > Anggota Komite ENGLISH VERSION Bahasa Indonesia
 
Berikut ini adalah daftar anggota komite.
 
Tentang Kami
Anggota Komite

Pendiri/Pembina

Aloysius Purwa (Al)
Al menyandang gelar MBA dan pada saat ini ia menjabat sebagai konsul honorer untuk Negeri Belanda, Presiden dari Slah International Bali, Ketua dari agen-agen IATA Bali, Wakil Presiden dari grup bisnis Bali, Wakil Presiden dari Dewan Pariwisata Bali, salah satu penjabat di KCB Tours and Travel dan juga di Cempaka Belimbing Villas, juga sebagai Direktur di Aneka Beach Hotel. Al juga anggota Rotary Club Bali Nusa Dua dan pernah menjabat sebagai Presiden Rotary Club Bali Kuta.

Dr. Anak Agung Asmarajaya
Dr. Asmarajaya adalah seorang ahli bedah plastik yang terkemuka di Bali yang mendalami ilmunya di Jakarta dan Australia. Pada saat ini Dr. Asmarajaya adalah ketua Departemen Bedah Plastik di RS Sanglah. Selama beberapa tahun ia bekerja sama dengan Cranio Facial Institute of Adelaide yang dipimpin oleh Dr. David David yang reputasinya diakui dunia. Sejak tahun 1994, Dr. Asmarajaya telah menyumbangkan keahliannya untuk melakukan lebih dari 600 operasi bibir sumbing yang dibiayai oleh Rotary Club Bali Nusa Dua. Dr. Asmarajaya adalah anggota keluarga kerajaan di Peliatan.

Pengawas

Dr. Anwar Santoso SpJP

Dr. Ida Bagus Tjakra Manuaba

Pengurus

David Magson
David memiliki dwi warga negara yaitu Australia dan Inggris. Seorang ahli matematika yang merupakan anggota dari Australian Institute of Company Directors, tergabung dalam Australian Institute of Mining and Metallurgy dan anggota dari Indonesian Australian Business Council. Ia telah melakukan bisnisnya di Indonesia selama lebih dari 15 tahun yang mana sebelumnya selama 20 tahun ia habiskan dengan bekerja di industri pertambangan di Inggris, Afrika dan Australia. Pada saat ini David menjabat sebagai Presiden Direktur dari PT. Mitrais, ketua dari PT. Mincom Indoservices, dan Auslang International Pty.Ltd. dan juga Direktur non-eksekutif dari Oniqua Pty Ltd. David juga merupakan anggota dewan dari Bali Internasional School. Setelah peristiwa bom Bali, David membantu para korban yang berasal dari Australia dan membantu pengevakuasiannya dan kemudian bertindak sebagai wakil dari Konsulat Inggris selama 4 hari.

Purnama Bulan Harris
Purnama, dikenal juga dengan nama Wiwie adalah warga negara Indonesia. Sebelum bergabung dengan Mitrais, dia telah bekerja pada beberapa perusahaan di Jakarta selama 13 tahun. Dia tinggal selama setahun di Bali pada tahun 1989 dan bekerja di Ramada Bintang Bali Hotel. Dia berkeinginan untuk kembali ke Bali, dan 10 tahun kemudian dia akhirnya pindah ke Bali bersama dengan keluarganya. Saat ini, dia bekerja sebagai Manajer Kantor di Pusat Pengembangan Software Mitrais di Bali dan setelah kejadian peledakan bom, Wiwie mengkoordinir inventaris sumbangan persediaan obat-obatan dengan bantuan para pekerja di Mitrais.

Anggota Aktif

Dr. Denise Abe

Dr. A. Andreas J. Dewanto Dipa (Andre)
Dr. Andre lahir di Kediri, Jawa Timur. Ia menyelesaikan pendidikannya sejak SD sampai Universitas di Denpasar Bali. Ia menikan dengan seorang wanita Bali dan dianugerahi 3 orang anak. Dr. Andre lulus dan Fakultas Kedokteran Udayana pada tahun 1987. Setelah lulus ia melaksanakan tugas sebagai dokter baru di Puskesmas Selat Sunda selama satu tahun dan setelah itu bergabung dengan Unit Gawat Darurat di RS Sanglah. Pada saat ini ia menjabat sebagai Kepala Tim Penanganan Pasien Asing di RS Sanglah. Selain di RS Sanglah, ia juga mempuyai profesi sebagai Dokter lepas yang bekeja berdasarkan panggilan pada berbagai organisasi, seperti AXA Assistance, Swiss Consulate Bali, Swiss Air Ambulance, Global Assistance, Euro Alarm, German Consulate, Medicall Switzerland, SOS International Copenhagen dan Nordic International Copenhagen. Dr Andre merupakan anggota Rotary Club dan selama Insiden bom Balil, dia telah bekerja tanpa lelah di RS Sanglah untuk membantu para korban.

Dr. Carlo A. Forzinetti
Dr. Carlo lahir di Milan tahun 1951. Ayahnya berkebangsaan Italian, dan ibunya Belgia. Beliau adalah seorang ahli bedah kardiovaskular, lulusan University of Milan, dan mengambil spesialisasi di University of Verona, Italia. Beliau telah bekerja di Bagian Bedah Jantung Rumah Sakit Maggiore di Milan selama 14 tahun, yaitu tahun 1976-1990. Beliau adalah Ahli Bedah Jantung tamu di University of San Fransisco, Boston dan Salt Lake City Amerika Serikat antara tahun 1980 dan 1981, dan tahun 1986, beliau telah juga mengabdi di Trousseau Hospital di Tours, Perancis, selama satu tahun. Beliau mengundurkan diri dari profesinya tahun 1991, karena alasan pribadi. Sejak saat itu, Dr. Carlo telah terlibat dalam desain dan arsitektur dekoratif dan industri, serta mendirikan dan memimpin perusahaan-perusahaan di Inggris dan Itali. Dr. Carlo telah tinggal di Bali bersama keluarganya selama 6 tahun terakhir, dan merupakan pendiri dan Presiden Direktur PT. Delighting Raya Bali.

Cody Shwaiko
Cody Shwaiko telah lebih dari 30 tahun tinggal di Indonesia. Ia adalah pendiri dan direktur Komodo Foundation, yang berpusat di Labuanbajo, Flores. Organisasi ini didedikasikan untuk melestarikan dan mempromosikan Taman Nasional Komodo. Ia pernah menjadi anggota dan sekretaris dewan Bali International School sejak tahun 1990 sampai 1994. Selama karirnya ia pernah berkecimpung dalam berbagai bidang bisnis, mulai dari pengembangan pariwisata sampai usaha ekspor kerajinan tangan.

Diana von Cranach

Elizabeth Magson

Jeff Anderson
Jeff pertama datang ke Indonesia sebagai tenaga sukarelawan. Ia mengajar bahasa Inggris di sekolah-sekolah Islam di pulau Madura. Sejak saat itu Jeff telah bekerja di berbagai bidang di Bali termasuk radio dan produksi garmen, dan 3 tahun belakangan sebagai General Manager dari Rip Curl Indonesia. Dalam minggu-minggu setelah ledakan bom di Kuta, ia bekerja sebagai koordinator sukarelawan di rumah sakit Sanglah untuk warga negara Indonesia maupun warga negara asing.

Ken McClellan
Ken adalah warga negara Amerika dengan 22 tahun pengalaman di bidang teknologi informasi, yang pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1990. Sejak saat itu ia telah mendirikan dan mengembangkan bagian teknologi informasi pada sebuah perusahaan gas dan minyak bumi di Indonesia dan Bolivia. Ia juga menjabat sebagai penasehat teknis pada sebuah perusahaan integrasi sistem di Indonesia, dan telah membangun, serta mengelola sampai sekarang, sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak komputer di Bali. Setelah tragedi bom di Bali, Ken mengerahkan grupnya untuk membangun jaringan komputer di Crisis Center, menyediakan informasi tentang sumbangan obat-obatan melalui internet dan sekarang menyediakan dan mengembangkan usaha untuk mengumpulkan dan mendistribusikan informasi untuk Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi.

Kim Patra
Kim Patra adalah seorang warga negara Indonesia yang lahir di Australia. Kim merupakan seorang pelatih perawat yang terdaftar. Ia pernah menjadi anggota dari BIMC medical center dan sekarang bekerja sebagai perawat lepas atau bidan. Kim telah bekerja tanpa mengenal lelah dalam menolong korban dalam krisis ini. Beliau menerima penghargaan medali OAM dari Divisi Umum Pemerintah Australia.

Mark Keatinge
Mark tiba di Bali 29 tahun yang lalu dalam sebuah perahu yang tenggelam dan membangun sebuah desa di Sidakarya, Denpasar Selatan. Bersama istrinya yang pendudul Bali asli, Ketut, ia aktif dalam kehidupan desa dan bersama-sama menjalankan sebuat perusahaan International yang bermarkas di Bali, memproduksi bagian-bagian kosntruksi bangunan. Ia juga aktif di Panitia Bantuan dan Pengembangan Masyarakat di YJIP, membantu mengkoordinasi Dana untuk anak-anak di YKIP Bali.

Douglas Peckham

Peter Richter
Peter dan keluarganya datang ke Bali pada tahun 1990 untuk memudahkan Peter mengawasi perusahaan pengembang nya di seluruh kawasan Asia Tenggara. Sebelumnya Peter pernah bekerja di Inggris, Timur Tengah dan Australia. Peter menjabat sebagai managing direktur pada DG Jones & Parters Ltd, sebuah firma konsultan konstruksi internasional mempunyai kantor-kantor di seluruh dunia. Di Bali sendiri firma tersebut telah membangun sebuah perusahaan konstruksi yang terlibat dalam pembangunan beberapa hotel, perumahan dan pertokoan termasuk Hotel Four Seasons Jimbaran dan Resor Bakrie Nirwana di Tanah Lot. Firma ini juga memiliki banyak pengalaman dalam pembangunan rumah sakit se Asia Tenggara. Peter adalah seorang anggota Rotary Nusa Dua dan ia mempunyai tujuan jangka panjang untuk mendirikan sebuah rumah sakit baru di Bali.

Richard Flax
Richard Plax adalah warga negara Australia yang telah menetap di Bali sejak tahun 1975. Pada saat yang bersamaan ia juga menggunakan peralatan medisnya untuk menolong orang-orang yang membutuhkan. Sampai saat ini, pelayanan cuma-cuma tersebut telah berkembang menjadi pelayanan medis dan konsultasi hot line yang bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu bagi masyarakat Bali dan para turis. Richard telah mengkoordinasi evakuasi medis selama bertahun-tahun, dan selama tragedi ini, organisasinya telah menerima lebih dari 800 telepon dari berbagai penjuru dunia. Richard dan timnya mengkoordinasi pengevakuasian menggunakan pesawat terbang dan bekerja sama dengan Konsulat Australia, rumah sakit - rumah sakit, dan semua yang membutuhkan bantuan. Richard dapat berbicara dalam Bahasa Indonesia dan Bali, dan ia merupakan salah satu pendiri dan direktur dari perkumpulan liburan olahraga petualangan di Pulau Sumba. Baru-baru ini, ia menjadi produser pembantu sebuah film dokumenter tentang Bali yang berjudul Wave of Changes/ Balinese Surfer 2, disponsori oleh Australian Broadcasting Corporation, yang mengawali sebuah yayasan lokal untuk membantu memecahkan masalah - masalah lingkungan Bali. Richard pernah bergabung dalam dewan direktur di Bali International School selama 6 tahun.

Staff

Rucina Ballinger (CEO)

Ni Putu Sherlyana

Ni Kadek Astrid Adriana Wulandari Rejonta

Nyoman Suryani

Ni Made Rai Trishnayanti

 
HALAMAN UTAMA     VISI & MISI     PROYEK     BERITA     DUKUNGAN     SUMBANGAN     TENTANG KAMI     HUBUNGI KAMI     LINKS

Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP) - Tel: +62 361 759544 Fax: +62 361 755024 Email: info@ykip.org